Minggu, 29 Desember 2013

Lhok Seudu, Galau pasti Berlalu

Tanggal 28 Desember 2013 yang lalu aku diajak ke salah satu obyek wisata yang sedang dan akan dikembangkan di Aceh Besar, Lhok Seudu namanya. Jujur saja aku belum pernah dengar sama sekali nama lokasi ini kecuali dari Bang Muslim Amiren, yang selalu ngomporin untuk datang ke sini, dan beliau juga yang menjadi koordinator untuk pengelolaan tempat wisata ini, ya berhubung aku orangnya mauan, jadilah pergi juga ke Lhok Seudu, haha.

Perjalanan kali ini aku diundang Bang Muslim Amiren, katanya beliau juga mengundang teman-teman yang ahli di bidangnya untuk membantu mengembangkan obyek wisata ini, mulai dari ASITA, PHRI, HPI Aceh dan ASPPI Aceh, berhubung aku ahlinya jalan-jalan, akhirnya memutuskan untuk bantuin jalan-jalan saja, haha. #DihamokMassa

Memakan waktu perjalanan kurang lebih 25 menit dari Kota Banda Aceh dengan menggunakan bus pariwisata ke arah Calang. Tempat yang pertama sekali kami tuju adalah kubah mesjid yang terlempar ketika terjadi Tsunami di Aceh, daerah ini termasuk yang parah diterjang tsunami, tetapi tidak yang menjadi korban karena masyarakat di Lhok Seudu ini menyelamatkan diri di bukit-bukit yang ada di sekitaran pantai.

Di pinggir pantai ada beberapa tempat dan orang yang sedang menjemur ikan, katanya memang tempat ini terkenal dengan ikan asinnya.

Nama Lhok Seudu sendiri tidak ada penjelasan yang pasti, tapi kata Kepala Dinas, Lhok Seudu ini berasal dari kata Lhok yang artinya Dalam, dan Seudu yang artinya Sendu, jadi kalau digabung? bingung? sama aku juga bingung, semua peserta kemudian hening.

Tapi kalau menurut pantauanku yang tak seberapa mana ini, Lhok Seudu ini berasal dari kata Lhok yang artinya Teluk dan Seudu yang berasal dari kata Teuduh/Teduh, karena orang Aceh Rayeuk kalau ngomong T berasa S, jadilah Seuduh. Jadi Lhok Seudu adalah Teluk yang Teduh, tolong dicatet ya, haha.


Lhok Seudu ini sendiri unik, karena memiliki 2 pantai dan 2 tanjung, ada juga sebuah laguna. Tapi berhubung saat itu hujan, aku cuma bisa mengunjungi 1 buah tanjung yang sekarang sudah dibangun sebuah rumah makan dan beberapa Jambo (Pondok).
Pantai pertama, ada banyak sekali perahu nelayan yang parkir dengan warna-warni yang ceria
Masyarakat di Lhok Seudu sendiri kebanyakan beraktivitas sebagai nelayan, di sekitar pantai bisa kita lihat banyak perahu dengan warna-warni yang ceria dan ada beberapa Palung (Kapal Besar dengan pondok di atasnya), jujur lagi, baru kali ini aku lihat Palung, unik!, mungkin nanti bisa nyobain juga ketika Palung beroperasi, sekarang masih diparkir karena beberapa hari hujan cukup deras. Kata pak camat, palung  dan perahu-perahu itu akan beroperasi lagi setelah musim hujan dan biasanya setelah hujan, ikan akan berlimpah, wah, baru tau juga ternyata ikan ga suka hujan-hujanan. 


Masyarakat yang lain juga banyak yang berprofesi sebagai petani/pekebun, kata Bang Muslim, Lhok Seudu ini terkenal dengan Durian dan Kopinya yang termasuk ke dalam Long Berry, musti dicobain ni.
Bukan biji kopi
Walaupun hujan, karena di Lhok Seudu yang akan dipromosiin nantinya adalah keindahan bawah lautnya, kami harus melihat langsung keindahannya, karena No Picture, Hoax. Enaknya di Lhok Seudu, walaupun hujan, kita ga perlu khawatir karena ada Boat yang beratap dan di bawahnya ada kaca, jadi kita bisa melihat langsung ke bawah laut tanpa harus berbasah-basahan, untuk Boat ini sendiri kita bisa sewa Rp.300.000/jam untuk kapasitas 12 orang. Jadi kalau mau murah, datanglah rame-rame ke sini.

Berhubung hujan, jadi foto-foto yang diambil tidak terlalu maksimal (alasan)
Dermaga untuk Boat Kaca, di Pantai ke dua
Ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat favorite para pemancing
dari boat kita bisa melihat gunung-gunung dengan degradasi warna yang weh!
laut di Lhok Seudu cukup dangkal, bisa jadi 1 meter-1,5 Meter, jadi kita bisa lihat dengan jelas terumbu karang yang ada di sana, sayang memang karena cuaca sedang mendung, kalau saja matahari bersinar cerah, bisa jadi lautnya bakal hijau turkis, terumbu karangnya akan berpendar dan ikannya akan bersinar, #MulaiLebay

Para peserta tour pun senang sekali melihat terumbu karang yang ada di Lhok Seudu, yang dari awalnya ada yang galau, jadi lupa, asyik dengan kameram jepret sana-sini dan berdecak kagum, termasuk Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Besar dan istri yang ikutan  bareng group kami.

Perjalanan di atas boat dan berfoto ria cukup menghabiskan banyak energi (Entahiya), akhirnya kami memutuskan untuk makan di rumah makan Ujung Glee, yang ada di Tanjung, pemandangan di sini sungguh indah.
Pondok-pondok di atas Tanjung
Makanan di rumah makan Ujung Glee ini enak banget! Mulai dari ikan bakarnya, bumbu kecapnya, sambal terasinya, bahkan ikan teri gorengnya, laziees! Mie instannya juga ga mau kalah, sepertinya penjualnya menggunakan bumbu rahasianya sendiri, bikin ketagihan. Aku bertemu dengan Pak May, yang juga membantu program pengembangan wisata di Lhok Seudu ini, beliau juga membuat produk dari olahan rumput laut. Beliau memberikan kepada peserta Nugget Rumput Laut dan rasanya enak, mirip dengan mpekmpek rasanya, dan kata beliau, nantinya di Lhok Seudu akan ada tempat untuk penanaman rumput laut lagi yang akan dijadikan produk unggulan masyarakat di sana, menarik.

Salah satu Produk yang akan dikembangkan, Nugget Rumput Laut, lemak nian...
Ikan bakarnya Ujung Glee ini Laziees!
Menarik kan? jadi buat kamu yang ada di Banda Aceh dan sekitarnya, atau yang sedang berwisata ke Banda Aceh, Lhok Seudu bisa jadi alternatif buat menghilangkan galau, :D

Oh iya, ada cerita menarik yang lupa untuk kuceritakan, di salah beberapa bukit yang ada di Lhok Seudu, dihuni oleh Manusia Bunian, si manusia-manusia kerdil yang ajaib, penasaran kan? tunggu cerita selanjutnya yaaa...

#AcehLuarBiasa

Informasi detail lebih lanjut bisa menghubungi Bang Muslim Amiren : 085277224606

33 komentar:

  1. Balasan
    1. Di Pinggir jalan setelah Mie Leupung :)

      Hapus
  2. Sepertinya gak asing sama tempat ini. Pantainya itu di pinggir jalan kan Bang? Sekitar Leupung ke arah Calang bukan? Soalnya aku pernah ke kubah masjidnya tuh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya di pinggir jalan... hehe, kalo tempat di Banda Aceh sekitarnya yang mana sih yang belum Ari pigi? hehe

      Hapus
  3. lokasinya di pinggir jalan ? atau ada masuk2 ke dalam lagi bnag ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. di pinggir jalan, di sebelah kanan kalo dari Banda Aceh, ada kubah mesjid rusak dan beberapa warung kopi di pinggir jalan

      Hapus
  4. kebetulan lagi cari destinasi jalan2 nih... baru dengar namanya, di kecamatan apa bg?

    "karena orang Aceh Rayeuk kalau ngomong T berasa S." saya kok ga merasa gitu ya? haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. kecamatan apa ya, Leupung itu kecamatan bukan? kalo iya, berarti kecamatan Leupung.. haha, kan ga semua yang abang omongin itu bener, that's why we need orang Aceh Rayeuk..haha

      Hapus
  5. Potensial banget tempat ini Bang. Nice report. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. potensial banget... abang aja suka lama-lama di situ, ada banyak yang belum abang kunjungi kemaren, karena hujan, katanya Lagunanya keren, banyak ikannya, ada kerang Gogo sama Gonggong juga, tapi belum nemu kemaren

      Hapus
    2. Serius ada gonggong juga? Wuihhh.. *ngiler gonggong yg dimasak di Tanjungpinang*

      Hapus
    3. kalo di foto bang Muslim, ada.. makanya abang penasaran, tapi berhubung hujan, ga jadi nyebrang ke bagian tanjung satu lagi, mungkin next trip, kalo mau ikutan :)

      Hapus
    4. Wah waaaah, Aceh ini memang sangat wonderful alamnnya, tapi tak banyak yang sadari untuk menjaga kelestarian alam. Semoga ekosistem di Lhok Seudu tak terusik. Hawa teuh jak keunan :D

      Hapus
    5. Amiin...saatnya menjadi contoh

      Hapus
  6. wow...baru pertama dengar nih nama tempatnya, padahal tinggal di aceh besar :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya kak? berarti Hijrah beruntung ya, hehe... tapi Aceh Besar emang besar banget, dan banyak potensi yang belum diketahui

      Hapus
  7. foto terakhir gimana buatnya bang :?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau tau? nanti abang share cara buatnya ya :D

      Hapus
  8. kalau di aceh di katakan suku mante dan di keumala di katakan cucoe( karena pendek), dan kalau jambi di katakan bunian .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, dapat ilmu baru ni, terimakasih Kausar, udah pernah lihat wujudnya?

      Hapus
  9. Jadi ingat Lok Sado...mirip ya namanya..hehe

    BalasHapus
  10. emang dipinggir jalannya atau ada masuk ke dalam lagi bg?
    sebelum rumah makan apa sesudahnya pantai itu?
    pernah mampir makan di warung lhok seudu tu, tapi gak tau kalau ada yang lebih woww lagi dari lhok seudu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya di Pinggir jalan, eh masuk dikit sih, dikit lagi... iya, ketemu kan?

      Hapus
  11. terimakasiih info nya yoo
    kalo bisa ne posting lebih bnyak tntg wisata alam d aceh besar :D
    peace \/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama... boleh-boleh, tergantung undangannya :D

      Hapus
  12. tempatnya yg lewat leupung tempat byk org jual ikan asih itu yang bang??

    BalasHapus
  13. bisa di bantu koordinat atau maps nya! thanks

    BalasHapus
  14. Yang bukan biji kopi kalau tidak salah itu Boh Ara Ketee ya?

    BalasHapus
  15. Dimananya lhok seudu? Bisa dijlaskan scra spesifik?

    BalasHapus
  16. Dimananya lhok seudu? Bisa dijlaskan scra spesifik?

    BalasHapus