Selasa, 12 Maret 2019

Menikmati Musim Gugur di Yufuin


Jepang jadi inceran banyak wisatawan dari berbagai negara selain memiliki kebudayaan yang menarik, Jepang juga memiliki keindahan alam yang indah. Negara yang memiliki empat musim ini menawarkan pemandangan yang berbeda-beda di setiap musimnya.


Salah satu yang menjadi tujuan banyak wisatawan internasional di Perfektur Oita adalah Kota Yufuin. Kota kecil yang berada dekat dengan Kota Beppu ini merupakan area mata air panas yang berasal dari Gunung Api Yufu yang sering juga disebut Gunung Fuji-nya Perfectur Oita. Yufuin tidak memiliki gedung tinggi sehingga kita bisa puas hati memandang pegunungan indah di sini. Inilah usaha masyarakat Yufuin untuk terus menjaga pemandangan alamnya.


Untuk menuju Yufuin, wisatawan bisa menggunakan Bus wisata dari Beppu yang disebut dengan Yufurin, berwarna ungu didesain lucu ala kartun jepang. Perjalanan ditempuh kurang lebih satu jam dari Kota Beppu atau bisa menggunakan bus langsung dari Bandara Fukuoka selama dua jam perjalanan.
Bus Yufurin
Kota Yufuin pernah mengalami gempa pada tahun 1975, namun penduduk Yufuin memiliki cara pandang positif terhadap gempa dan dampaknya. Sepertinya itulah kekuatan dari warga Yufuin yang telah melewati bencana serupa di masa lalu. Bencana gempa tersebut dijadikan awal untuk melahirkan ide-ide kreatif seperti wisata kereta kuda yang jadi khas Yufuin, serta Festival Film Yufuin yang punya sejarah tertua di Jepang.

Udang Goreng cangkang lunak, ini wajib dicobain!
Salah satu jalan yang populer di Yufuin adalah Jalan Yunotsubo Kaido. Di sini kita bisa mampir ke kedai untuk jajan atau membeli oleh-oleh seperti jalan Malioboro yang ada di Jogjakarta. Ada sekitar lebih dari 80 toko memenuhi sepanjang jalan area ini. Ada toko kue yang penuh antrian saat akhir pekan, ada juga rumah makan dengan menu sayuran produksi lokal, serta toko kerajinan tangan setempat. Menariknya banyak toko yang memiliki tema-tema menarik seperti Café Snoopy, Café Sanrio, Café Kumamon, Café Kucing, Café Anjing dan masih banyak lagi lainnya. Yang menjadi banyak incaran wisatawan adalah toko Totoro, tokoh terkenal dari Studio Gibli ini menyediakan berbagai pernak-pernik dari film My Neightbor Totoro, mulai dari yang kecil hingga yang besar. 
Toko Totoro
Totoro!!!
Selain itu ada sebuah komplek yang dibuat menjadi sebuah perkampungan bunga yang disebut dengan Floral Village Yufuin, di sana setiap kedai jualannya dibentuk seperti bangunan eropa tempo dulu, juga dilengkapi kebun binatang mini, seperti burung hantu, kelinci, tupai dan kambing yang bisa diberi makan. Perjalanan berakhir di Danau Kinrinko.
Café Snoopy
Toko Kumamon, salah satu mascot dari Kumamoto yang paling terkenal di Jepang
Gantungan lucu terbuat dari kain khas Jepang

Danau Kinrinko merupakan salah satu tempat wisata terkenal di Yufuin. Katanya di bagian bawah danau terdapat sumber air panas dan mata air alami, sehingga membuat temperatur airnya tinggi. Pada musim dingin, perbedaan suhu air danau dengan suhu udara memunculkan kabut di sekitar danau dan menghasilkan pemandangan menakjubkan. Sisik-sisik ikan yang hidup di danau ini akan berkilau bila terkena sinar matahari sore. Kilaunya nampak seperti emas sehingga danau ini diberi nama Kinrinko yang berarti "sisik emas".

Ketika musim gugur danau ini menjadi spot yang paling banyak dikunjungi untuk dijadikan tempat berfoto romantis, karena kita bisa melihat kombinasi warna yang indah dari pohon-pohon yang ada di sekitar danau, hijau, kuning, jingga hingga merah.
Pemandangan Yufuin saat Musim gugur
Menarik ya, kalau kamu berkunjung ke Oita Jepang, jangan lewatkan liburan ke Yufuin!

Minggu, 10 Maret 2019

Wisata Neraka Dunia ala Beppu Jepang

Pulau Kyushu yang berada di bagian selatan Jepang terkenal sebagai tempat yang kaya akan aktivitas panas bumi atau yang disebut dengan geothermal, karena letaknya dekat Gunung Aso, salah satu gunung yang masih aktif di Jepang. Hal ini dimanfaatkan oleh masyarakat yang berada di pulau ini banyak sekali terdapat tempat pemandian air panas. 

Salah satu kota yang menjadi tujuan wisata paling terkenal adalah Kota Beppu. Kota ini berada di antara teluk dan dua gunung api. Kota Beppu menjadi kawasan sumber air panas dengan debit air terbesar di Jepang. Debit air panas yang keluar di mata air Beppu menempati peringkat kedua di dunia setelah Taman Nasional Yellowstone di Amerika Serikat. Dari 11 tipe kualitas mata air panas, Beppu memiliki 10 tipe kualitas mata air panas yang tersebar di sumur-sumur air panas di Beppu. 

Beppu disebut sebagai kota dengan kolam air panas terbanyak di dunia, kota kecil ini memiliki lebih dari 2.900 kolam air panas yang berisi 130 ribu ton air yang berasal dari tanah setiap harinya. Uap yang muncul dari kolam air panas ini membuat kota ini selalu terlihat mengeluarkan asap dan menjadi daya Tarik tersendiri. 

Hampir 8 juta lebih pengunjung datang ke Beppu setiap tahunnya untuk menikmati pemandian air panas atau pun menikmati wisata lainnya. Kolam mata air panas termasuk yang paling banyak didatangi wisatawan, mata air panas ini disebut Jigoku, yang artinya neraka. Beppu memiliki delapan Jigoku yang dikenal denga Beppu Hatto, memiliki suhu 50 sampai 99,5 derajat celsius. Jigoku memang tidak digunakan untuk berendam, Tetapi Jigoku banyak menarik perhatian para wisatawan. Beppu memiliki beberapa kolam air panas yang dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk kebutuhan sehari-hari. Beberapa air panas ini dialirkan ke rumah-rumah warga, restoran, penelitian pertanian, terapi dan rekreasi. 
Beppu Neraka Dunia
Trip perjalanan menikmati mata air panas di Beppu dikenal dengan “Hell tours”, perjalanan ke neraka, terdengar menyeramkan ya? tapi ini uniknya Jepang, mereka mengemasnya dengan menarik. Kali ini saya dan keluarga berkesempatan mengunjungi dua dari delapan neraka yang ada, yaitu Umi Jigoku atau Neraka Laut dan Chinoike Jigoku atau Neraka Darah

Perjalanan dimulai dari Stasiun Kereta Beppu dengan menggunakan bus khusus yang didesain unik, bus dicat dengan warna biru kuning serta lengkap dengan tanduk ala setan. Hanya butuh waktu sekitar 20 menit kita sudah mencapai lokasi. Sesampai di lokasi kita akan disambut ramah oleh penjaga loket tiket. Untuk masuk ke lokasi kita membayar tiket masuk sebesar 400yen, sedangkan untuk anak-anak hanya membayar 200yen. Selain tiket kita akan mendapat stiker dengan desain lucu yang bisa dijadikan souvenir. 

Ada beberapa kolam kawah yang didesain menarik di dalamnya, kolam pertama berisi teratai, kolam selanjutnya berupa mata air panas yang disebut dengan Umi Jigoku atau neraka laut karena memiliki warna biru seperti lautan. Meskipun terlihat sejuk, kolam ini memiliki suhu lebih dari 98 derajat. Di kolam selanjutnya terdapat kolam yang disebut Chinoike Jigoku atau Neraka Darah karena memiliki warna yang merah seperti darah yang terlihat menyeramkan
Chinoike Jigoku
Umi Jigoku

Boneka Oni san
























Selain kolam mata air panas obyek wisata ini dilengkapi dengan café yang menjual telur rebus dan pudding yang direbus dengan menggunakan tenaga panas bumi, serta toko souvenir yang menjual makanan dan pernak-pernik ala neraka, hanya saja dikemas menarik. Kita bisa menemukan Oni san atau setan yang berwarna biru dan merah yang dijadikan mascot untuk obyek wisata ini. Souvenir setan merah dan biru ini berupa gantungan kunci, boneka, sabun hingga marker wajah. 

Di ujung perjalanan kita akan ditawarkan foto dengan tema setan lengkap dengan properti pendukungnya. Menarik ya?
Foto ala Oni san (Setan) di Umi Jigoku
Wisata neraka ala Beppu ini bisa menjadi pengalaman unik yang harus dicoba kalau liburan ke Jepang.

Minggu, 10 Februari 2019

Mengenal Beppyon, Manager Lucu dari Beppu

Jepang sangat dikenal dengan film kartun atau yang sering disebut dengan anime. Banyak sekali tokoh-tokoh kartun Jepang yang sangat dikenal di Indonesia, sebut saja DoraemonDetektif ConanSailormoonPokemon dan lainnya.
Beppyon
Ternyata tidak hanya anime, Jepang juga memiliki karakter-karakter lucu yang dijadikan media komunikasi dan edukasi untuk masyarakat. Karakter-karakter lucu tersebut dikenal dengan istilah Yuru Kyara. Karakter yang dibuat Kawaii, lucu itu digunakan juga sebagai maskot dari sebuah daerah yang bertugas mempromosikan kotanya, Jepang memiliki kurang lebih 1.600 Yuru Kyara, wow!
Kota Beppu memiliki sebuah mascot bernama BeppyonBeppyon berupa kelinci putih dengan telinga dan mempunyai tanduk berwarna merah muda menyerupai uap onsen yang menjadi logo Kota Beppu. Beppyon dinobatkan menjadi Public Relation Manager dari Kota Beppu yang bertugas mempromosikan setiap event yang ada di Beppu. 
Jadi, jangan heran kalau di dalam sebuah acara muncul kelinci putih besar menggunakan selempang berwarna merah bertuliskan Beppyon di depannya, hobinya mandi di onsen dan makan wortel rebus, karena itu juga dia menggunakan handuk dan membawa baki yang terbuat dari kayu.
Beppyon di acara persiapan Rugby World Cup 2019
Kehadiran Beppyon memberikan kebahagiaan tersendiri, terutama bagi anak-anak kecil. Baju Beppyon juga terkadang disesuaikan dengan acara yang ada, misalnya acara Rugby, dia akan menggunakan jersey Rugby Jepang yang berwarna merah putih, atau ketika acara kesenian budaya Korea, dia akan menggunakan hanbok.
Beppyon dengan Hanbok di Korean Week
Macam-macam merchandise Beppyon
Ternyata keberadaan Yuru Kyara ini tidak hanya membawa kebahagiaan untuk masyarakatnya, tetapi juga berhasil memberikan pendapatan bagi daerahnya, mulai dari kunjungan wisatawan maupun jumlah penjualan merchandise dari karakter tersebut. Menarik, ya?

Kalau konsep ini dicoba di Indonesia, bakalan seru ya, semua daerah punya maskot lucu yang bertugas mempromosikan daerahnya.

Gimana menurut teman-teman?



Sabtu, 09 Februari 2019

Green Legacy Hiroshima, Pesan Damai dari Hiroshima

Negara Jepang adalah salah satu negara maju di Asia, masyarakatnya dikenal sebagai pekerja keras, hidup disiplin, tertib dan selalu memerhatikan kesehatan dan kebersihan, ternyata juga memiliki prinsip hidup damai.
Bagi orang Jepang perdamaian tidak hanya menjadi tugas pemerintah, mereka memulai dari diri dan lingkungannya. Orang Jepang sangat berhati-hati untuk tidak menyakiti dan menjaga perasaan orang lain, mereka selalu menghormati orang lain dengan tradisi Ojigi, membungkukkan badan dan selalu berusaha menggunakan bahasa yang sopan dan halus atau yang dikenal dengan tradisi Aisatsu, mengucapkan permisi dan meminta maaf dalam percakapan.
Peristiwa bom atom yang meledakan Kota Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945 menghancurkan kehidupan orang-orang Jepang pada masa itu. Selama perang dunia kedua, Hiroshima dan Nagasaki yang terletak di sisi selatan Jepang menjadi sasaran utama pengeboman. Peristiwa kelam itu juga yang akhirnya membuat masyarakat Jepang berusaha untuk menjaga perdamaian, mereka sudah merasakan penderitaan yang luar biasa dan tidak ingin terulang lagi. Bagi mereka peperangan dan konflik hanya akan membawa kesengsaraan dan penderitaan bagi kedua belah pihak. 
Selain itu sejak tahun 2011 dua orang yang bernama Profesor Nassrine Azimi dan Profesor Tomoko Watanabe di Hiroshima berinisiatif untuk membuat Program Green Legacy Hiroshima atau Warisan Hijau Hiroshima. Mereka membagikan bibit tanaman Sakura dan tanaman-tanaman lain yang bertahan hidup setelah peristiwa bom Atom 74 tahun yang lalu, ke pihak-pihak yang tertarik. Hingga sekarang telah tersebar di 34 negara, mulai dari Afganistan hingga Amerika Serikat. Bibit-bibit tanaman ini diharapkan menjadi pesan damai, harapan agar dunia bebas dari nuklir.
Bersama Professor Mahichi Faezeh, mahasiswa APU dan Sakura dari Hiroshima
Tanaman Sakura dari Hiroshima, duta perdamaian di APU
Cerita menariknya, kita bisa mengajukan tanaman sakura ini untuk ditanam di negara kita, caranya langsung menghubungi Professor Nassrine Azimi dari Green Legacy Hiroshima.


Jumat, 08 Februari 2019

Mengusir Setan ala Anak-anak Jepang

Kali ini saya berkesempatan ikut merayakan Setsubun, tradisi mengusir setan ala anak-anak di Jepang. Setsubun dalam arti sebenarnya adalah nama perayaan yang digunakan di Jepang untuk hari sebelum hari pertama setiap musim. Dalam satu tahun terdapat 4 kali hari pertama setiap musim: Musim Semi (Risshun), Musim Panas (Rikka), Musim Gugur (Rishu), dan Musim Dingin (Ritto). Tapi istilah Setsubun sekarang hanya digunakan untuk menyebut hari sebelum hari pertama musim semi saja, sekitar tanggal 3 Februari setiap tahunnya.
menghindari kejaran anak-anak yang melempar kacang
Tradisi Setsubun adalah perpaduan upacara mengusir arwah jahat di istana yang berasal dari tradisi Tiongkok dan upacara melempar kacang (Mamemaki). Kacang yang dilempar-lemparkan biasanya adalah kedelai, atau yang sering disebut kacang keberuntungan (Fukumame). Jumlah kacang yang dilempar dan yang dimakan disesuaikan dengan usia orang tersebut.
Kacang akan dilemparkan ke arah orang yang berperan menjadi setan (Oni) sambil mengucapkan mantera "Oni wa soto, fuku wa uchi" yang berarti, setan ke luar, keberuntungan ke dalam! Tradisi melempar kacang ini melambangkan keinginan bebas dari penyakit dan selalu sehat sepanjang tahun. Tradisi ini terlihat seperti ritual melempar jumrah ketika ibadah haji.
Selain tradisi mengusir setan tersebut ada juga tradisi makan Sushi Ehoumaki yang berarti gulungan keberuntungan. Sushi Ehoumaki sendiri adalah sushi yang digulung dengan rumput laut panjang tanpa dipotong-potong menjadi kecil, seperti Leumang di Aceh. Ehoumaki berisi 7 bahan yang mewakili tujuh Dewa Keberuntungan (Shichifukujin).
Isian tersebut dimaksudkan mewakili kesehatan yang baik, kebahagiaan juga kemakmuran. Semua bahan digulung menjadi satu untuk menjadi keberuntungan. Memakannya tidak boleh dipotong kecil-kecil, harus dimakan bulat-bulat, memotongnya berarti ikut memotong keberuntungan. Memakannya juga harus menghadap ke arah mata angin yang sudah ditentukan setiap tahunnya, untuk tahun ini menghadap arah timur-timur laut, dan tidak boleh berbicara hingga satu gulung itu habis dimakan.
Selain itu, acara ini dijadikan kesempatan anak-anak berkumpul dan bermain bersama teman dan orang tuanya, mulai dari bercerita, bermain sulap, membuat topeng, permainan estafet kacang dengan sumpit dan masih banyak lagi permainan seru lainnya.
Karena hanya berlangsung sehari setiap tahun maka Setsubun merupakan salah satu atraksi wisata yang tidak boleh dilewatkan wisatawan yang ingin merasakan sensasi melempari Oni, makhluk astral Jepang.