Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 September 2015

Mengenal Hijrah Saputra, Agam Kreatif dari Sabang

Agam Hijrah Saputra, Duta Wisata Indonesia 2008

Beberapa hari yang lalu Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) baru saja merilis ikon baru, yaitu Nusa dan Tara. Nah, tahukah kalian siapa pencetus ikon tersebut? Dialah Hijrah Saputra ST, atau yang lebih dikenal Agam Hijrah. “Iya, karena dilihat saya punya ikon Agam Inong. Lalu dimintai tolong untuk dibuatin ikon Duwis ID”, ujar cowok kelahiran Sabang ini. “Dulunya ide ikon Nusa dan Tara ini dikerjain bareng Vrans dari Yayasan Duta Wisata Indonesia”, tambahnya.
Nusa dan Tara karya Agam Hijrah

Agam Hijrah saat ini aktif di berbagai kegiatan, diantaranya: Piyoh Sabang, Rumah Kreatif, Sabang Berkebun, dan nge-blog. Di sela-sela kesibukannya menjadi pengusaha kaos, beliau juga lagi menulis buku Kaospreneur yang nantinya akan dipasarkan. Pada tahun 2013 kemarin, organisasi The Leader yang digawanginya berhasil memenangkan Indonesia MDGs Awards (IMA) 2013 dengan kategori Peserta Organisasi Muda.

Cowok berzodiak Libra ini menuturkan bahwa untuk menjadi sukses harus lah fokus. Setiap kegiatan yang dijalani mempunyai porsi masing-masing. “Kalau sekarang saya lagi fokus acara Pemilihan Putra Putri Konservasi dan Bahari Kota Sabang 2015”, ujarnya.

Agam Hijrah merupakan lulusan Sarjana Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Brawijaya. Ketertarikannya di bidang pariwisata dimulai dari sejak bangku kuliah. “Awalnya ada mata kuliah pariwisata, terus ikutan Kakang Mbakyu Malang, eh akhirnya keterusan”, ujar beliau sambil tersenyum. Bukan hanya di bidang pariwisata, Agam Hijrah juga menekuni dunia wirausaha. Usaha yang digelutinya adalah kaos khas Aceh dan Sabang yang diberi nama Piyoh. 
Hijrah dan Piyoh Sabang
Cowok yang lahir pada tanggal 25 September 1984 ini mengakui kalau usaha yang dirintisnya berasal dari desainnya sendiri. Setelah lulus kuliah di Malang, beliau pulang ke Sabang untuk membuka usahanya. Hal ini dilakukannya karena sebagai putra daerah wajib membantu perkembangan daerahnya, khususnya pariwisata. Maka tercetuslah ide kaos Piyoh yang menjadi oleh-oleh kaos khas Aceh dan Sabang. “Senang juga sebagian keuntungan yang didapatkan selain bisa mengembangkan usaha, bisa juga untuk membantu kegiatan non-profit”, tutupnya.

Penghargaan yang pernah diperolehnya :
  • Juara I Kakang Malang 2006
  • Branding Image Pariwisata Kota Malang 2006
  • Juara Harapan I Raka Jawa Timur 2007
  • Juara I Lomba Rally Blog Wisata Malang 2007
  • Cut Abang Sabang 2008
  • Agam Provinsi Aceh 2008
  • Juara II Logo Visit Banda Aceh 2011
  • Enterpreneur Writting Contest 2011
  • Juara III My Selangor Story 2013
  • Juara 1 MDGs Award 2013
  • Juara I Techno Start Up Icon Markplus 2014
  • Marketeers of The Year Markplus 2015
Sumber : Website Adwindo

Selasa, 15 September 2015

Hijrah di Gema Baiturrahman

Hobi Hijrah Membawa Berkah
Gema JUMAT, 21 Agustus 2015
Oleh : NA RIYA ISON
Tabloid Gema Baiturrahman Edisi "Ayo Kerja!"
Salut, mungkin kalimat ini yang terucap saat memulai menulis tentang Hijrah Saputra, ST. Terkadang saya merasa khawatir tidak mampu mendeskripsikan prestasi pemuda kelahiran Sabang, 25 September 1984 ini. Pria dengan segudang prestasi itu juga memiliki hobi membaca, traveling, desain grafis dan marketing.

Saat diminta dikirimkan Curriculum Vitae (CV), maka sarat prestasi yang telah diukirnya tidak saja pada level kota kelahirannya,  tetapi mencakup Provinsi Aceh. Bahkan Agam Propinsi NAD 2008 ini juga merambah ke tingkat ASEAN sebagai delegasi Indonesia ke Youth Engagement Summit 2009 di Kuala Lumpur.

Sepertinya bumi yang dipijak dan hobi Hijrah telah memberikan keberuntungan bagi penyandang slogan “Selalu bermanfaat untuk orang lain dimana pun” ini. Semasa menjadi mahasiswa di Universitas Brawijaya Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, putra ke-3 dari pasangan Drs. Suradji Junus dan Erwani Mutia ini dinobatkan menjadi Kakang Kota Malang pada 2006.

Namun sayang, ia hanya meraih Harapan 1 Raka Jawa Timur 2007. “Saya disulitkan dengan penguasaan bahasa, seni-budaya dan pengetahuan umum akan Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur,” ujarnya melogis.
Pria yang akrab dipanggil Heiji memiliki pengalaman yang tak terlupakan. Saat pemuda lajang ini mengikuti Kapal Pemuda Nusantara 2014 Sail Morotai, Maluku Utara dan Raja Ampat Papua yang bertepatan dengan peringatan HUT RI.

“Upacara peringatan detik-detik proklamasi tahun lalu kami rayakan di atas kapal dalam area Laut Banda dan Raja Ampat,” kenangnya.

Banyaknya even tingkat nasional yang diikutinya membuka mata akan kebesaran Allah yang telah menciptakan nusantara dengan begitu multi etnik, suku-bangsa dan bahasa bagi nusantara tercinta, tambahnya.

Sebagian besar warga Sabang begitu mengenalnya. Sabang yang merupakan salah satu tempat dicanangkannya program pemerintah “Ayo Kerja” begitu beruntung memiliki wirausaha muda mandiri 2013 ini.

Koordinator Duta Wisata Indonesia Laskar Nusantara bagian barat, Aceh dan Jawa Barat ini turut berjasa dalam memajukan pariwisata di kepulauan paling barat nusantara, Sabang khususnya juga bagi Tanah Rencong.

Melalui promosi yang gencar via media online, hasil karya yang telah menyebar serta dari mulut ke mulut membuat wisatawan mancanegara maupun nusantara (wisman/wisnu) akan mencari dan membeli oleh-oleh khas Sabang dan Aceh sebagai bukti telah menapakkan kakinya di Sabang. Sesuai dengan tagline rumah industri kreatif yang dipimpinnya, “Sekenang kedar-kedaran dari Sabang”. Serasa belum ke Sabang bila tidak membawa aneka produk Mister Piyoh, begitu kira-kira.

Piyoh Design atau Mr. Piyoh -dalam bahasa Aceh berarti mampir atau singgah,  menyediakan cinderamata berupa t-shirt, gantungan kunci, pin, stiker, mug, kartu pos, boneka agam-inong dan produk lainnya telah memperkaya tujuan wisata Pulau Sabang  yang dikenal dengan keberadaan Km. 0 dan keindahan surgawi bawah lautnya. Kata Piyoh juga identik dengan keramah-tamahan masyarakat Aceh terhadap siapa saja yang datang ke Aceh atau yang dikenal dengan istilah Peumulia Jamee (memuliakan tamu).

Hobi desain dan kreasi Marketeers Of The Year 2015 ini tidak saja memberikan rezeki baginya, tetapi mampu menyerap lapangan kerja sekaligus memajukan pariwisata setempat.

Rabu, 14 Januari 2015

Kreativitas Melalui Pelatihan Desain Grafis



Banda Aceh | Hari Minggu kemarin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi mengadakan pelatihan desain yang bertempat di gedung Laboratorium Penelitian Terpadu Universitas Syiah Kuala. Dengan mengangkat tema “explore your passion, create impact through your design”, mereka menghadirkan 2 orang pemateri, yaitu Hijrah Saputra owner dari Mr. Piyoh! Design dan Muhammad Jazman, mahasiswa Tekhnik Arsitektur yang merupakan leader dari Tim Tanggap Desain BEM Unsyiah. Acara yang terbuka untuk umum ini dihadiri sekitar 63 peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa/i Unsyiah.
Pelatihan Kreatifitas dengan Desain Grafis
Bareng Jazman, anak muda kreatif dari Arsitek Unsyiah


Pada pelatihan desain ini, materi yang diajarkan adalah penggunaan basic CorelDRAW. Pemateri membahas mulai dari pengantar desain, teknik dasar membuat desain, hingga peluang bisnis dari membuat desain sendiri.

Press The Button
“Sebenarnya Aceh memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata, namun sungguh di sayangkan karena kurangnya kreativitas rakyat Aceh sendiri dalam aplikasi yang bisa dijadikan bisnis cenderamata untuk para turis,” (4/5) ujar Hijrah saat menyampaikan materi. “Dari nilai lokal yang ada, kita dapat membuat produk yang lebih kreatif. Contohnya lokasi pantai wisata di sabang,dapat kita buat desain grafisnya. Dengan itu, kita mempromosikan potensi wisata di Aceh serta brand kita sendiri dengan melihat masalah sebagai peluang.” (4/5) tambahnya.
Semangat berkarya ya adek-adek, salam kreatif
Setyaki Laksana Pratama, Menteri dari KOMINFO BEM Unsyiah mengatakan bahwa salah satu Fungsi dari BEM Unsyiah adalah memberdayakan mahasiswa. Jadi dengan adanya acara ini kami ingin menggali potensi mahasiswa khususnya Unsyiah dibidang desain grafis.(4/5) Fakra Muharyanda selaku ketua panitia juga menambahkan bahwa ia ingin acara ini bisa menumbuhkan jiwa-jiwa desainer yang baru dan dapat bersaing membuat karya yang kemudian mendominasi di Aceh sendiri. [Bem Unsyiah]

Rabu, 07 Mei 2014

Piyoh di Marketeers Techno Startup Icon 2014

Alhamdulillah dapat kesempatan muncul di Atjehpost, salah satu portal berita paling WOW di Aceh, ini dia beritanya :)
Foto bareng Pak Hermawan Kertajaya, Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Kepala RRI Banda Aceh dan dari MarkPlus

Pengusaha muda Aceh Hijrah Saputra dinobatkan sebagai Marketeers Techno Startup Icon 2014. Penobatan itu diumumkan di acara Marketeers Festival 2014 yang dilaksanakan di Hermes Palace Hotel Banda Aceh pada Selasa, 29 April 2014 kemarin. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MarkPlus, Inc ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Aceh. Untuk tahun ini, kontes wirausaha “Startup Icon” mengambil tema teknologi.



Kompetisi ini menyasar para perintis usaha di bidang kuliner, fashion, kerajinan, jasa, perdagangan, media dan lainnya. Yang terpenting dalam mengelola usahanya para peserta harus memanfaatkan teknologi seoptimal mungkin.



Hijrah sendiri mempunyai usaha di bidang fashion yang terkenal dengan label Piyoh Design. Usaha ini mulai dirintis pengusaha asal Sabang itu sejak 2009 lalu. Selain di Sabang, Piyoh kini juga memiliki dua outlet di Banda Aceh.



Kompetisi ini diikuti 15 peserta dari beberapa kota di Aceh seperti Sabang, Banda Aceh dan Lhokseumawe. Namun para juri yang berasal dari MarkPlus, Inc, RRI Banda Aceh dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banda Aceh hanya memilih satu pemenang yang akan menjadi icon Marketeers selama setahun ke depan.



“Alhamdulillah strategi pemasaran yang Hijrah jalankan sesuai dengan konsep mereka, yaitu bukan hanya mempromosikan produk tetapi bagaimana menjalin komunikasi yang baik dengan para konsumen,” ujar Hijrah kepada atjehpost.com siang ini, Rabu 30 April 2014.



Dalam mengembangkan brand produknya, Hijrah berinovasi dengan cara mempromosikan daerah kelahirannya yaitu Sabang. Ia misalnya membuat peta wisata Sabang agar menjadi pedoman bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah di ujung barat Indonesia itu. Memajukan pariwisata Sabang memang hal yang paling diidam-idamkan olehnya.



“Hijrah juga membuat informasi-informasi untuk mempromosikan Sabang melalui media blog, jadi membantu wisatawan yang datang ke Aceh atau ke Sabang yang secara tidak langsung mendatangkan calon pelanggan ke Piyoh,” ujarnya.



Dengan cara ini pelanggan yang datang ke Aceh bisa juga menjadi advokat untuk mengajak calon wisatawan lain untuk berkunjung dan berlibur ke Aceh. Cara ini sesuai dengan konsep tourism marketing, di mana para pelanggan/customer harus bisa menjadi advokat, dan sasaran gencar untuk pemuda dengan aktif di kegiatan kepemudaan dan aktif di komunitas.



Setelah menjadi  Marketeers Techno Startup Icon 2014 kira-kira apa yang menjadi harapan Hijrah di masa mendatang?



“Inginnya Aceh bisa lebih maju lagi, apalagi sekarang Kepala Disbudpar Aceh juga menjadi Marketeer of the Year, dan ini baru pertama kalinya ada di Aceh,” ujarnya.



Hijrah Saputra lahir di Sabang 25 September 1984 silam. Alumni Jurusan Planologi Universitas Brawijaya Malang ini pernah menjadi Kakang Kota Malang (Jawa Timur) dan Juara Harapan I Raka Jawa Timur saat masih kuliah dulu. Pada 2007 silam, dalam sebuah kegiatan di Bali ia bertemu dengan duta wisata dari Aceh. Pertemuan itu ternyata menjadi titik balik bagi Hijrah untuk kembali ke Sabang dan mulai merintis Piyoh Design. Kini ia semakin mantap mengembangkan Sabang dan Aceh melalui desain grafis dan produk-produk kreatif dari Piyoh.



Bersama sejumlah anak muda lainnya Agam Duta Wisata Aceh 2008 ini membentuk organisasi The Leader, organisasi ini fokus pada pengembangan program yang berkaitan dengan kepemudaan. Belum lama ini The Leader memenangkan anugerah Millenium Development Goals (MDGs) Award melalui salah satu program andalannya Dream Maker.[]

Sumber :  http://atjehpost.com/articles/read/3473/Pengusaha-Muda-Aceh-Raih-Marketeers-Techno-Startup-Icon-2014

Pengusaha muda Aceh Hijrah Saputra dinobatkan sebagai Marketeers Techno Startup Icon 2014. Penobatan itu diumumkan di acara Marketeers Festival 2014 yang dibuat di Hermes Palace Hotel Banda Aceh pada Selasa, 29 April 2014 kemarin. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MarkPlus, Inc ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Aceh. Untuk tahun ini, kontes wirausaha “Startup Icon” mengambil tema teknologi.
Kompetisi ini menyasar para perintis usaha di bidang kuliner, fashion, kerajinan, jasa, perdagangan, media dan lainnya. Yang terpenting dalam mengelola usahanya para peserta harus memanfaatkan teknologi seoptimal mungkin.
Hijrah sendiri mempunyai usaha di bidang fashion yang terkenal dengan label Piyoh Design. Usaha ini mulai dirintis pengusaha asal Sabang itu sejak 2009 lalu. Selain di Sabang, Piyoh kini juga memiliki dua outlet di Banda Aceh.
Kompetisi ini diikuti 15 peserta dari beberapa kota di Aceh seperti Sabang, Banda Aceh dan Lhokseumawe. Namun para juri yang berasal dari MarkPlus, Inc, RRI Banda Aceh dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banda Aceh hanya memilih satu pemenang yang akan menjadi icon Marketeers selama setahun ke depan.
“Alhamdulillah strategi pemasaran yang Hijrah jalankan sesuai dengan konsep mereka, yaitu bukan hanya mempromosikan produk tetapi bagaimana menjalin komunikasi yang baik dengan para konsumen,” ujar Hijrah kepada atjehpost.com siang ini, Rabu 30 April 2014.
Dalam mengembangkan brand produknya, Hijrah berinovasi dengan cara mempromosikan daerah kelahirannya yaitu Sabang. Ia misalnya membuat peta wisata Sabang agar menjadi pedoman bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah di ujung barat Indonesia itu. Memajukan pariwisata Sabang memang hal yang paling diidam-idamkan olehnya.
“Hijrah juga membuat informasi-informasi untuk mempromosikan Sabang melalui media blog, jadi membantu wisatawan yang datang ke Aceh atau ke Sabang yang secara tidak langsung mendatangkan calon pelanggan ke Piyoh,” ujarnya.
Dengan cara ini pelanggan yang datang ke Aceh bisa juga menjadi advokat untuk mengajak calon wisatawan lain untuk berkunjung dan berlibur ke Aceh. Cara ini sesuai dengan konsep tourism marketing, di mana para pelanggan/customer harus bisa menjadi advokat, dan sasaran gencar untuk pemuda dengan aktif di kegiatan kepemudaan dan aktif di komunitas.
Setelah menjadi  Marketeers Techno Startup Icon 2014 kira-kira apa yang menjadi harapan Hijrah di masa mendatang?
“Inginnya Aceh bisa lebih maju lagi, apalagi sekarang Kepala Disbudpar Aceh juga menjadi Marketeer of the Year, dan ini baru pertama kalinya ada di Aceh,” ujarnya.
Hijrah Saputra lahir di Sabang 25 September 1984 silam. Alumni Jurusan Planologi Universitas Brawijaya Malang ini pernah menjadi Kakang Kota Malang (Jawa Timur) dan Juara Harapan I Raka Jawa Timur saat masih kuliah dulu. Pada 2007 silam, dalam sebuah kegiatan di Jawa Barat ia bertemu dengan duta wisata dari Aceh.
Pertemuan itu ternyata menjadi titik balik bagi Hijrah untuk kembali ke Sabang dan mulai merintis Piyoh Design. Kini ia semakin mantap mengembangkan Sabang dan Aceh melalui desain grafis dan produk-produk kreatif dari Piyoh.
Bersama sejumlah anak muda lainnya Agam Duta Wisata Aceh 2008 ini membentuk organisasi The Leader, organisasi ini fokus pada pengembangan program yang berkaitan dengan kepemudaan. Belum lama ini The Leader memenangkan anugerah Millenium Development Goals (MDGs) melalui salah satu program andalannya Dream Maker.[]
- See more at: http://atjehpost.com/articles/read/3473/Pengusaha-Muda-Aceh-Raih-Marketeers-Techno-Startup-Icon-2014#sthash.bxYbq6Wv.dpuf
Pengusaha muda Aceh Hijrah Saputra dinobatkan sebagai Marketeers Techno Startup Icon 2014. Penobatan itu diumumkan di acara Marketeers Festival 2014 yang dibuat di Hermes Palace Hotel Banda Aceh pada Selasa, 29 April 2014 kemarin. Kegiatan yang diselenggarakan oleh MarkPlus, Inc ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Aceh. Untuk tahun ini, kontes wirausaha “Startup Icon” mengambil tema teknologi.
Kompetisi ini menyasar para perintis usaha di bidang kuliner, fashion, kerajinan, jasa, perdagangan, media dan lainnya. Yang terpenting dalam mengelola usahanya para peserta harus memanfaatkan teknologi seoptimal mungkin.
Hijrah sendiri mempunyai usaha di bidang fashion yang terkenal dengan label Piyoh Design. Usaha ini mulai dirintis pengusaha asal Sabang itu sejak 2009 lalu. Selain di Sabang, Piyoh kini juga memiliki dua outlet di Banda Aceh.
Kompetisi ini diikuti 15 peserta dari beberapa kota di Aceh seperti Sabang, Banda Aceh dan Lhokseumawe. Namun para juri yang berasal dari MarkPlus, Inc, RRI Banda Aceh dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banda Aceh hanya memilih satu pemenang yang akan menjadi icon Marketeers selama setahun ke depan.
“Alhamdulillah strategi pemasaran yang Hijrah jalankan sesuai dengan konsep mereka, yaitu bukan hanya mempromosikan produk tetapi bagaimana menjalin komunikasi yang baik dengan para konsumen,” ujar Hijrah kepada atjehpost.com siang ini, Rabu 30 April 2014.
Dalam mengembangkan brand produknya, Hijrah berinovasi dengan cara mempromosikan daerah kelahirannya yaitu Sabang. Ia misalnya membuat peta wisata Sabang agar menjadi pedoman bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah di ujung barat Indonesia itu. Memajukan pariwisata Sabang memang hal yang paling diidam-idamkan olehnya.
“Hijrah juga membuat informasi-informasi untuk mempromosikan Sabang melalui media blog, jadi membantu wisatawan yang datang ke Aceh atau ke Sabang yang secara tidak langsung mendatangkan calon pelanggan ke Piyoh,” ujarnya.
Dengan cara ini pelanggan yang datang ke Aceh bisa juga menjadi advokat untuk mengajak calon wisatawan lain untuk berkunjung dan berlibur ke Aceh. Cara ini sesuai dengan konsep tourism marketing, di mana para pelanggan/customer harus bisa menjadi advokat, dan sasaran gencar untuk pemuda dengan aktif di kegiatan kepemudaan dan aktif di komunitas.
Setelah menjadi  Marketeers Techno Startup Icon 2014 kira-kira apa yang menjadi harapan Hijrah di masa mendatang?
“Inginnya Aceh bisa lebih maju lagi, apalagi sekarang Kepala Disbudpar Aceh juga menjadi Marketeer of the Year, dan ini baru pertama kalinya ada di Aceh,” ujarnya.
Hijrah Saputra lahir di Sabang 25 September 1984 silam. Alumni Jurusan Planologi Universitas Brawijaya Malang ini pernah menjadi Kakang Kota Malang (Jawa Timur) dan Juara Harapan I Raka Jawa Timur saat masih kuliah dulu. Pada 2007 silam, dalam sebuah kegiatan di Jawa Barat ia bertemu dengan duta wisata dari Aceh.
Pertemuan itu ternyata menjadi titik balik bagi Hijrah untuk kembali ke Sabang dan mulai merintis Piyoh Design. Kini ia semakin mantap mengembangkan Sabang dan Aceh melalui desain grafis dan produk-produk kreatif dari Piyoh.
Bersama sejumlah anak muda lainnya Agam Duta Wisata Aceh 2008 ini membentuk organisasi The Leader, organisasi ini fokus pada pengembangan program yang berkaitan dengan kepemudaan. Belum lama ini The Leader memenangkan anugerah Millenium Development Goals (MDGs) melalui salah satu program andalannya Dream Maker.[]
- See more at: http://atjehpost.com/articles/read/3473/Pengusaha-Muda-Aceh-Raih-Marketeers-Techno-Startup-Icon-2014#sthash.bxYbq6Wv.dpuf

Selasa, 01 April 2014

Promosi Wisata Kreatif Ala Hijrah, Kakang Kota Malang Asal Sabang

Tulisan ini kudapat dari Atjehpost.com, salah satu situs berita online nomor 1 di Aceh, ya buat tambahan arsip di blog, jadi kucopy di sini, siapa tau nanti ada yang butuh kan ga susah lagi nyari, #yakali :D

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Promosi Wisata Kreatif Ala Hijrah, Kakang Kota Malang Asal Sabang

Pernah mendengar nama Mister Piyoh? Atau pernah membeli t-shirt dengan jargon yang unik dan lucu dengan label Piyoh? Belakangan ini nama Piyoh memang lebih dikenal luas oleh masyarakat. Bahkan, Piyoh menjadi icon industri kreatif di Banda Aceh

Populernya Piyoh adalah hasil kerja keras Hijrah Saputra Yunus, Planolog muda Aceh  lulusan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Hijrah, demikian lelaki muda berpembawaan tenang ini biasa disapa, kepada The Atjeh Post mengatakan bahwa ia ingin mendedikasikan dirinya untuk mengembangkan pariwisata Sabang, kota kelahirannya.

“Saya memang tertarik dengan dunia pariwisata, saya ingin promosikan Sabang melalui Piyoh dengan mengoptimalkan program-program yang sudah ada,” kata Hijrah, ditemui The Atjeh Post di Tower Café Banda Aceh, Senin 2 April 2012.

Selama kuliah di Malang Hijrah tidak cuma menjadi mahasiswa yang hanya berkutat seputar pustaka dan kampus saja, di kota berhawa dingin itu ia berfikir apa yang bisa diberikan sebagai kontribusi untuk kota Malang.

Akhirnya alumni SMA Modal Bangsa Aceh Besar ini mengikuti ajang pemilihan Kakang dan Mbak Yu Kota Malang, di luar dugaannya, Hijrah yang asli anak Aceh dan tidak bisa berbahasa Jawa dipilih oleh dewan juri sebagai pemenang dalam kontes tersebut.

“Waktu itu saya menang di konsep pengembangan pariwisata Malang, Malang kota yang punya banyak potensi tapi tidak ada icon yang bagus, akhirnya tercetuslah ide untuk membuat konsep Tukoma atau Tugu Kota Malang, dan itu dipakai oleh Dinas Pariwisata di sana sampai sekarang,” kenang Hijrah.

Setahun menjadi Kakang Kota Malang, Hijrah terpilih menjadi Juara Harapan I Raka Provinsi Jawa Timur mewakili Kota Malang. Dalam ajang itu ia harus bertarung dengan seluruh peserta dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur.

Sejak terpilih menjadi Juara Harapan I Raka Jawa Timur Hijrah banyak menghabiskan kegiatan untuk mempromosikan Jawa Timur ke luar daerah.

Tahun 2007 dalam suatu kegiatan di Jogjakarta, Hijrah bertemu dengan duta wisata kampus dari Aceh. Saat itu Hijrah merasa tersindir ketika duta wisata tersebut mengatakan mengapa ia mau bersusah payah membantu propinsi lain.

Sindiran itu menjadi titik balik bagi Hijrah untuk pulang ke Sabang dan mulai membentuk Piyoh design pada pertengahan tahun 2008. Ia semakin mantap menekuni dunia barunya setelah teman-temannya duta wisata dari daerah lain yang pernah berkunjung ke Sabang merasa kesulitan mendapatkan souvenir berkualitas dari Sabang.

Bermodalkan uang dua juta rupiah dan pengalaman selama menjadi Kakang Malang dan Raka Jawa Timur ia mulai mengembangkan Piyoh Design dengan semangat dan kerja keras. “Saya ingin kehadiran Piyoh bisa jadi stimulan bagi masyarakat Sabang,” kata Hijrah.

Sayangnya Piyoh lebih terkenal di luar daripada di Sabang sendiri. Demi mempertahankan kwalitas, barang-barang produksi Piyoh Design seperti pin, stiker, gantungan kunci dan khususnya t-shirt memang membidik segmen pasar menengah ke atas.

Hijrah juga sering diundang menjadi pembicara untuk industri kreatif di Aceh. Bahkan ia sering terlibat dalam setiap event pemilihan duta di Aceh. “Saat ini juga sedang diminta untuk menjadi juri,” kata Hijrah.

Putra dari Suraji Yunus dan Erwani Mutia ini juga membuat Sabang City Guide, berupa peta destinasi wisata Sabang yang ia titipkan di sejumlah tempat seperti Pelabuhan Ulee Lheu, Hotel Medan, Hotel Oasis dan sebagian besar hotel yang ada di Sabang.

Sabang City Guide ini menurutnya sangat efektif, terutama bagi wisatawan yang buta tentang Sabang. Selama ini Hijrah mengaku banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Sabang namun kesulitan dengan rute yang ingin ditempuh.
Peta Sabang ala Piyoh
“Banyak dari mereka yang menemukan Piyoh di internet dan merasa sangat terbantu dengan adanya peta Sabang ini. Bahkan ada juga yang mereka print out lalu dibagikan ke teman-temannya yang ingin ke Sabang,” kata mantan Agam Aceh tahun 2008 ini.

Selain di Sabang, Piyoh juga ada di Ulee Kareng Banda Aceh, posisinya persis di sebelah warung kopi Solong. Dari ke dua tempat itu, "setiap bulannya Piyoh memiliki omset sekitar seratus juta rupiah," kata Hijrah.

Usaha serupa juga pernah dijabanin Hijrah sejak masih kuliah di Unibraw, waktu itu ia merintis usaha dengan teman kuliah yang juga berasal dari Aceh. Berawal dari Jurusan usaha pin dan stiker yang ia geluti merambah ke tingkat Universitas. Namun karena kesibukan kuliah akhirnya usaha tersebut bubar.

Ke depan Hijrah ingin usahanya bisa ekspansi ke Takengon dan memunculkan icon-icon dari kota dingin tersebut. Bersama beberapa teman mantan duta wisata Hijrah juga sedang merintis Indonesia Design. Dengan begitu Sabang yang dipopulerkan oleh Piyoh tidak hanya terkenal di Aceh tapi juga di Indonesia. (http://atjehpost.com)