Tampilkan postingan dengan label @Hijrah25. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Hijrah25. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Februari 2017

Passion to Performance



Banyak orang ingin mengubah dunia, tetapi tidak banyak yang ingin mengubah dirinya sendiri.
Hijrah Saputra, maafkan aku yang dulu :D
Mengubah diri menjadi lebih baik bisa berdampak positif terhadap segala hal yang kita miliki. Dulunya saya termasuk orang yang cuek dan tidak terlalu peduli dengan penampilan, tidak suka senyum, tidak suka ngobrol dengan orang lain, yang penting, belajar, dapat nilai bagus, selesai. Kalau kata orang Papua,"itu sudah."
Apalagi sebagai anak Teknik, rambut gondrong, celana jeans belel, cukup.

Akhirnya saya mencoba tantangan baru, merubah image dan penampilan, membentuk performance yang lebih baik. Dan ternyata dengan performance yang baik berdampak positif dengan apa yang kita kerjakan, usaha yang dulunya berjalan lamban mulai juga menunjukan progres yang lebih cepat dan positif. Karena ternyata hampir 70% orang di Indonesia melihat penampilan di posisi pertama, setelahnya baru dilihat baground dari orangnya, pendidikannya apa, kegiatannya apa dan lain-lain.

Untuk penampilan sendiri tidak perlu yang mahal, tetapi nyaman dipakai, sesuai kepribadian kita dan yang paling penting halalan Thayiban. #febercerita #yubibercerita #YubiAceh #piyohdesign #passion #performance @yukbisnis.aceh

Change The Perspective

Jika ingin karya kita diketahui sebanyak-banyaknya orang, apa yang akan kita lakukan? Mungkin dari sebagian kita menyimpan ide/karya kita agar tidak ada saingan yang akan tahu, tapi sebenarnya kita menutup kesempatan orang lain yang potensial menjadi konsumen atau bahkan fans kita? Hehe.

Dulu saya membuat Peta Pariwisata Kota Malang untuk membantu tamu-tamu yang akan datang ke Malang. Awalnya sempat takut juga kalau desain yang saya buat akan tersebar dan akan ditiru orang lain, tapi saya berpikiran apa gunanya apa yang kita kerjakan kalau tidak berguna dan bermanfaat untuk orang lain, karena saya juga sebagai pendatang ke Malang sangat mengalami kesusahan untuk berkeliling di Malang. Akhirnya saya memutuskan desain Peta Pariwisata saya bagikan di internet di blog saya yang dulu dan Friendster, hehe jadi ketahuan generasi tua :D.

Tapi saya senang, ternyata banyak respon positif yang saya dapat, banyak juga dapat masukan dari penggunanya, dan yang pasti dapat apresiasi dari Disparinkom Kota Malang yang akhirnya digunakan sebagai bahan promosi pariwisata.

Ya walaupun pada akhirnya banyak juga yang membuat peta Kota Malang dengan bahan yang telah saya desain, bahkan lebih bagus! tapi saya senang, setidaknya saya bisa mengajak orang lain untuk bergerak membantu orang lain yang membutuhkan, masalah rezeki mah sudah diatur Allah, kalau satu pintu tertutup, masih banyak pintu yang lain terbuka.


Kamis, 13 Oktober 2016

Belajar dari Kesalahan



Salah, wajar-wajar saja, karena kita adalah manusia, sumber dari berbagai masalah, tapi sebaiknya kita belajar dari proses yang kita jalani, dan bisa juga menjadi pembelajaran untuk kita bersama. Saya diwawancarai oleh Mahasiswa Jurusan Ilmu Manajemen Bisnis ITB untuk tugas mata kuliahnya, dan inilah hasilnya.
Hijrah Saputra, Papa Piyoh
Don’t trust people easily - Hijrah Saputra

By : Nabila Luthfia

I interview someone that actually my mentor in my last forum in Aceh. Because Bandung and Banda Aceh get too far so I decided to interview him via line. In Aceh he is already being one of the famous founder and businessman. He get many interview and be a famous speaker in design business for now. Surprisely he wons in many national business contest with his product, Piyoh!

In 2009 he started again from Sabang,  there are so many problems and challenges when he try to built his business. The problems are its hard to get the supports. In Aceh its difficult to find a worker so the production process did by himself. In that time in Aceh its hard to find people who wants  keep  up  and  sharing  in  knowledge.  They  think  if  they  share  their  knowledge  the competitor will blow up and they scared they will lost their business opportunity. If you just a regular business man, people think you weren’t cool enough. And there are some people used ayat Al-Quran to make an cooperation but it was a trap. They sold the products but the money was gone. But those are challenging him to prove that dream could be comes true and his dream could inspiring people for the young generation to be more positive, specially in Aceh. He absolutely sure if a designer could make a money too cooperate with his dream. In that time in Aceh people hesitate about the designer can make money and be rich too. The most painful experience is he taugh design, and the concept for his store, he taugh the link for the production too. So they commitment to competed with the right and healthy way. But it went  wrong. He copycat the real concept of Piyoh and told to the constumer if his product already part of Piyoh. Sadly the constumer move from Piyoh to his product. We can learn the business world is cruel. The people you helped that you think is a good enough, actually can be the worst enemy. They will destroy you slowly, and not forever our good intention will bring us good impact. But we should has good intention in every situation. So he changes the strategy, innovation, make a new marketing trick, cooperate with travel company, cooperate with the government, make a community, join a competition, active in social media, etc. Finally after all his trial he got his succesfull and Piyoh be a most branding product from Aceh!.

Selasa, 15 September 2015

Hijrah di Gema Baiturrahman

Hobi Hijrah Membawa Berkah
Gema JUMAT, 21 Agustus 2015
Oleh : NA RIYA ISON
Tabloid Gema Baiturrahman Edisi "Ayo Kerja!"
Salut, mungkin kalimat ini yang terucap saat memulai menulis tentang Hijrah Saputra, ST. Terkadang saya merasa khawatir tidak mampu mendeskripsikan prestasi pemuda kelahiran Sabang, 25 September 1984 ini. Pria dengan segudang prestasi itu juga memiliki hobi membaca, traveling, desain grafis dan marketing.

Saat diminta dikirimkan Curriculum Vitae (CV), maka sarat prestasi yang telah diukirnya tidak saja pada level kota kelahirannya,  tetapi mencakup Provinsi Aceh. Bahkan Agam Propinsi NAD 2008 ini juga merambah ke tingkat ASEAN sebagai delegasi Indonesia ke Youth Engagement Summit 2009 di Kuala Lumpur.

Sepertinya bumi yang dipijak dan hobi Hijrah telah memberikan keberuntungan bagi penyandang slogan “Selalu bermanfaat untuk orang lain dimana pun” ini. Semasa menjadi mahasiswa di Universitas Brawijaya Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, putra ke-3 dari pasangan Drs. Suradji Junus dan Erwani Mutia ini dinobatkan menjadi Kakang Kota Malang pada 2006.

Namun sayang, ia hanya meraih Harapan 1 Raka Jawa Timur 2007. “Saya disulitkan dengan penguasaan bahasa, seni-budaya dan pengetahuan umum akan Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur,” ujarnya melogis.
Pria yang akrab dipanggil Heiji memiliki pengalaman yang tak terlupakan. Saat pemuda lajang ini mengikuti Kapal Pemuda Nusantara 2014 Sail Morotai, Maluku Utara dan Raja Ampat Papua yang bertepatan dengan peringatan HUT RI.

“Upacara peringatan detik-detik proklamasi tahun lalu kami rayakan di atas kapal dalam area Laut Banda dan Raja Ampat,” kenangnya.

Banyaknya even tingkat nasional yang diikutinya membuka mata akan kebesaran Allah yang telah menciptakan nusantara dengan begitu multi etnik, suku-bangsa dan bahasa bagi nusantara tercinta, tambahnya.

Sebagian besar warga Sabang begitu mengenalnya. Sabang yang merupakan salah satu tempat dicanangkannya program pemerintah “Ayo Kerja” begitu beruntung memiliki wirausaha muda mandiri 2013 ini.

Koordinator Duta Wisata Indonesia Laskar Nusantara bagian barat, Aceh dan Jawa Barat ini turut berjasa dalam memajukan pariwisata di kepulauan paling barat nusantara, Sabang khususnya juga bagi Tanah Rencong.

Melalui promosi yang gencar via media online, hasil karya yang telah menyebar serta dari mulut ke mulut membuat wisatawan mancanegara maupun nusantara (wisman/wisnu) akan mencari dan membeli oleh-oleh khas Sabang dan Aceh sebagai bukti telah menapakkan kakinya di Sabang. Sesuai dengan tagline rumah industri kreatif yang dipimpinnya, “Sekenang kedar-kedaran dari Sabang”. Serasa belum ke Sabang bila tidak membawa aneka produk Mister Piyoh, begitu kira-kira.

Piyoh Design atau Mr. Piyoh -dalam bahasa Aceh berarti mampir atau singgah,  menyediakan cinderamata berupa t-shirt, gantungan kunci, pin, stiker, mug, kartu pos, boneka agam-inong dan produk lainnya telah memperkaya tujuan wisata Pulau Sabang  yang dikenal dengan keberadaan Km. 0 dan keindahan surgawi bawah lautnya. Kata Piyoh juga identik dengan keramah-tamahan masyarakat Aceh terhadap siapa saja yang datang ke Aceh atau yang dikenal dengan istilah Peumulia Jamee (memuliakan tamu).

Hobi desain dan kreasi Marketeers Of The Year 2015 ini tidak saja memberikan rezeki baginya, tetapi mampu menyerap lapangan kerja sekaligus memajukan pariwisata setempat.