Tampilkan postingan dengan label Banda Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banda Aceh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2016

Kelas Asyik Bikin Roti Unyil di Bogasari Baking Center Aceh

Belajar bikin kue sebenarnya bukan hal yang aneh lagi buatku, karena salah satu keahlian mamak adalah membuat kue, setiap hari ada aja kue yang jadi di kamar mamak, seperti rumah kue yang ada di cerita Hansel dan Gretel, begitulah ceritanya si Mamak. Sempat bingung juga tiba-tiba mamak keluar kamar dengan berbagai macam kue, mejik!

Oke, kali ini aku ga akan bahas tentang mamak, karena mamak terlalu mejik buat dibahas, hehe, Love you Mamak as always.

Bogasari Baking Center Aceh
Selain kamar mamak, ada satu tempat lagi yang menarik penghasil kue, yup! Bogasari Baking Center Aceh. Bogasari Baking Center Aceh ini salah satu media Bogasari untuk membantu siapa saja yang tertarik untuk mengembangkan usaha di bidang makanan yang berbahan dasar terigu, yang menarik di BBC 20% teori sedangkan sisanya praktek dan ada konsultasi seumur hidup untuk para alumninya.

Hampir setiap hari Bogasari Baking Center (BBC) Aceh ini mengadakan kelas untuk membuat kue. Kali ini aku mengikuti kelas membuat Roti Tawar dan Roti Unyil. 

hmmm..... Roti Unyil menarik ini.


Ada banyak program menarik di BBC Aceh
Karena bulan Ramadhan, kelas dimulai pukul 09.30 WIB, biasanya dimulai pukul 08.30 - 16.00 WIB. Untuk kelas hari ini aku ternyata bersama satu peserta lainnya, Kak Ratih namanya, dan beliau dari Pekanbaru, huwow, lumayan jauh ya pesertanya. Untuk kelas memang sengaja jumlah pesertanya kata Chef Qadri, paling banyak hanya 5 orang, "biar lebih intensif," kata beliau dengan senyum ramahnya.

Aku dan Kak Ratih dipandu oleh Chef Qadri yang sudah 10 Tahun bergerak di bidang bakery, orangnya sangat ramah dan pintar, selalu saja pertanyaan yang kami lontarkan, bisa dijawab oleh beliau dengan cara yang sederhana, jadi buat aku yang awam dengan istilah-istilah aneh di bakery jadi bisa paham dengan mudah.
Bersama Kak Ratih dan Chef Qadri, sedang proses pembuatan Roti Unyil
Roti Unyil yang siap dihias
Done! Roti Unyil

Membuat Roti Unyil ini menarik dan unik, selain kita ditantang untuk berkreasi dengan bahan yang dalam jumlah kecil, hanya 10gram saja, kesabaran dan kreativitas kita diuji di sini. Belum lagi aroma bahan yang luar biasa harum, tidak hanya bikin hidung yang tergerak, tangan juga hampir tergerak untuk membawanya ke mulut, benar-benar menambah tantangan puasa makin berat, hehe.
Voila! Roti Unyil dan Roti Tawar hasil karya kami hari ini
Gimana, menarik bukan? buat yang tertarik ingin belajar, silahkan langsung daftar di BBC Aceh, melalui facebooknya. Siapa tau, bisa jadi inspirasi buat usaha teman-teman.

Jumat, 16 Oktober 2015

Lokal Brand Emang Keren #SmescoNV

Indonesia dianugrahi dengan banyaknya pulau dan keindahan yang luar biasa. Menurut data resmi PBB Ada kurang lebih 13.466 pulau, itu artinya kita bisa menghabiskan 13.466 hari atau sekitar 3 tahun lebih jika mengunjunginya satu persatu, luar biasa bukan? Setiap pulau di Indonesia memiliki keindahan tersendiri, sebut saja pulau-pulau terbesarnya, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Sulawesi dan Pulau Papua, semuanya memiliki keunikan tersendiri yang semuanya memiliki potensi dikembangkan sebagai tujuan pariwisata. Jadi tidak salah jika Indonesia membranding pariwisata Indonesia dengan The Wonderful Indonesia atau yang dikenal di Indonesia dengan Pesona Indonesia.
Logo Wonderful Indonesia

Di samping itu, berkembangnya industri pariwisata di Indonesia, membuat insan-insan kreatif Indonesia bergerak untuk membantu promosi dan pemasaran potensi yang ada di Indonesia dengan produk-produk dan brand-brand yang unik, terutama di produsen kaos kreatif. Sebut saja Mister Joger di Bali yang lahir pada tahun 1980, Dagadu di Jogja yang bergerak pada tahun 1994, sehingga menarik perhatian banyak wisatawan untuk datang lagi ke sana dengan membawa orang lain sehingga Bali dan Jogja menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi di Indonesia, luar biasa!

Sekarang mulai banyak bermunculan berbagai brand lokal keren kaos daerah yang tidak hanya menjual produk, tetapi menyuarakan perubahan yang lebih baik, baik di bidang pariwisata, budaya, pendidikan dan juga pastinya secara ekonomi, karena secara tidak langsung juga meningkatkan pariwisata di daerah – daerah, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan meningkatkan perekonomian masyarakat lainnya yang bergerak di industri pariwisata, seperti penginapan, travel, restauran, pemandu wisata dan masih banyak lagi.

Siapa saja brand-brand lokal keren tersebut?
Sebut saja Piyoh Design (Kaos Piyoh, Sabang dan Mister Piyoh, Banda Aceh), Badjoe Kinantan, (Oleh-oleh Medanesia), Dank! (Kaos Riau, Pekanbaru), Kaos Pinang (Kaos baik dari Kepulauan Riau), Jakoz (Jambi Kaos), The Dylath (Kaos Lahat), Nyenyes (Kaos Palembang), DongaDang (Kaos Bengkulu), Someah (Kaos Sumedang), Mahanagari (Kaos Bandung), Mbejujag (Kaos Temanggung), Dablongan Clothing (Kaos Banyumas), Kaos Rasa Solo (Kaos Solo), Soak Ngalam (Kaos Malang), Cak dan Cuk (Kaos Surabaya), Ita Itu (Kaos Bojonegoro), Nagud Banyuwangi (Kaos Banyuwangi), Hymunk (Kaos Kalimantan Selatan), Kareba (Kaos Makassar, Sulawesi Selatan), Tifa Tifa (Kaos Maokwari, Papua Barat), Pinang Clothing (Kaos Jayapura, Papua) dan masih banyak lagi.

Munculnya banyak brand-brand lokal kaos daerah akan menjadi Ambassador di setiap daerah di Indonesia, yang nantinya akan mempromosikan Indonesia ke luar negeri semakin gencar, jadi Indonesia akan dikepung oleh wisatawan mulai dari Sabang sampau Merauke.

Lokal Brand Harus Keren
Saya sendiri awal mulanya membuat brand Piyoh Design (Kaos Piyoh dan Mister Piyoh) dikarenakan saya tertarik dengan produk-produk keren yang sudah beredar di Indonesia, seperti Mister Joger, Dagadu, Soak Ngalam dan Mahanagari, menurut saya produk lokal tidak kalah keren dengan produk luar, dan selalu menjadi kenangan menarik setiap memiliki produk-produk tersebut. Jadilah saya mengoleksi kaos-kaos dengan brand lokal di setiap daerah.
Badjoe Kinantan, Kaos Medanesia
T-Obenk, Kaos Batam
Petak 10, Kaos Ambon
Kapuyuak, Kaos Rasa Minang
Kami juga para pengusaha Brand kaos daerah membentuk sebuah komunitas khas daerah yang bertujuan selain silaturrahmi, juga menetapkan standarisasi produk, mulai dari kain, bahan sablon hingga harga, harapannya konsumen di dalam negeri pun akan senang dan bangga memakai produk lokal. Sehingga nantinya para konsumen akan menjadi duta daerah dan juga duta bangsa Indonesia di luar, sehingga nantinya akan mempercepat promosi Indonesia di luar sesuai dengan target Presiden Jokowi untuk 20.000.000 kunjungan wisatawan tahun 2019.

Selain produk kaos di tiap daerah, sekarang juga di Gedung SMESCO ada banyak produk unik khas Indonesia, di UKM Galery SME Tower, kita bisa menemukan produk unggulan UKM di seluruh Indonesia mulai dari kopi, cokelat, kain, sepatu, batik, dan semuanya berasal dari Brand Lokal yang memang keren! Ada juga Paviliun 34 Provinsi yang tersebar di lantai SME Tower. Jadi kalau kamu ke Indonesia, terutama ke Jakarta, jangan lupa mampir di Gedung SMESCO, Jalan Gatot Subroto, saatnya menjelajahi keunikan brand lokal Indonesia!
Gedung SME Tower, pusat brand-brand lokal keren Indonesia
UKM Gallery, pusat produk UKM Indonesia, ada kurang lebih 560 UKM
Menarik bukan?
Kamu juga bisa berkontribusi untuk memajukan brand-brand keren di Indonesia, caranya gampang yaitu dengan mengikuti lomba blog yang diselenggarakan oleh Smesco. Syaratnya mudah, hanya menulis di blog masing-masing dengan tema Local Brand Lebih Keren, panjang tulisan minimal 500 kata. Hadiahnya ada laptop, smartphone & uang tunai! Deadline hingga tanggal 20 Oktober 2015 ya.

Selasa, 15 September 2015

Hijrah di Gema Baiturrahman

Hobi Hijrah Membawa Berkah
Gema JUMAT, 21 Agustus 2015
Oleh : NA RIYA ISON
Tabloid Gema Baiturrahman Edisi "Ayo Kerja!"
Salut, mungkin kalimat ini yang terucap saat memulai menulis tentang Hijrah Saputra, ST. Terkadang saya merasa khawatir tidak mampu mendeskripsikan prestasi pemuda kelahiran Sabang, 25 September 1984 ini. Pria dengan segudang prestasi itu juga memiliki hobi membaca, traveling, desain grafis dan marketing.

Saat diminta dikirimkan Curriculum Vitae (CV), maka sarat prestasi yang telah diukirnya tidak saja pada level kota kelahirannya,  tetapi mencakup Provinsi Aceh. Bahkan Agam Propinsi NAD 2008 ini juga merambah ke tingkat ASEAN sebagai delegasi Indonesia ke Youth Engagement Summit 2009 di Kuala Lumpur.

Sepertinya bumi yang dipijak dan hobi Hijrah telah memberikan keberuntungan bagi penyandang slogan “Selalu bermanfaat untuk orang lain dimana pun” ini. Semasa menjadi mahasiswa di Universitas Brawijaya Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, putra ke-3 dari pasangan Drs. Suradji Junus dan Erwani Mutia ini dinobatkan menjadi Kakang Kota Malang pada 2006.

Namun sayang, ia hanya meraih Harapan 1 Raka Jawa Timur 2007. “Saya disulitkan dengan penguasaan bahasa, seni-budaya dan pengetahuan umum akan Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur,” ujarnya melogis.
Pria yang akrab dipanggil Heiji memiliki pengalaman yang tak terlupakan. Saat pemuda lajang ini mengikuti Kapal Pemuda Nusantara 2014 Sail Morotai, Maluku Utara dan Raja Ampat Papua yang bertepatan dengan peringatan HUT RI.

“Upacara peringatan detik-detik proklamasi tahun lalu kami rayakan di atas kapal dalam area Laut Banda dan Raja Ampat,” kenangnya.

Banyaknya even tingkat nasional yang diikutinya membuka mata akan kebesaran Allah yang telah menciptakan nusantara dengan begitu multi etnik, suku-bangsa dan bahasa bagi nusantara tercinta, tambahnya.

Sebagian besar warga Sabang begitu mengenalnya. Sabang yang merupakan salah satu tempat dicanangkannya program pemerintah “Ayo Kerja” begitu beruntung memiliki wirausaha muda mandiri 2013 ini.

Koordinator Duta Wisata Indonesia Laskar Nusantara bagian barat, Aceh dan Jawa Barat ini turut berjasa dalam memajukan pariwisata di kepulauan paling barat nusantara, Sabang khususnya juga bagi Tanah Rencong.

Melalui promosi yang gencar via media online, hasil karya yang telah menyebar serta dari mulut ke mulut membuat wisatawan mancanegara maupun nusantara (wisman/wisnu) akan mencari dan membeli oleh-oleh khas Sabang dan Aceh sebagai bukti telah menapakkan kakinya di Sabang. Sesuai dengan tagline rumah industri kreatif yang dipimpinnya, “Sekenang kedar-kedaran dari Sabang”. Serasa belum ke Sabang bila tidak membawa aneka produk Mister Piyoh, begitu kira-kira.

Piyoh Design atau Mr. Piyoh -dalam bahasa Aceh berarti mampir atau singgah,  menyediakan cinderamata berupa t-shirt, gantungan kunci, pin, stiker, mug, kartu pos, boneka agam-inong dan produk lainnya telah memperkaya tujuan wisata Pulau Sabang  yang dikenal dengan keberadaan Km. 0 dan keindahan surgawi bawah lautnya. Kata Piyoh juga identik dengan keramah-tamahan masyarakat Aceh terhadap siapa saja yang datang ke Aceh atau yang dikenal dengan istilah Peumulia Jamee (memuliakan tamu).

Hobi desain dan kreasi Marketeers Of The Year 2015 ini tidak saja memberikan rezeki baginya, tetapi mampu menyerap lapangan kerja sekaligus memajukan pariwisata setempat.

Rabu, 14 Januari 2015

Kreativitas Melalui Pelatihan Desain Grafis



Banda Aceh | Hari Minggu kemarin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi mengadakan pelatihan desain yang bertempat di gedung Laboratorium Penelitian Terpadu Universitas Syiah Kuala. Dengan mengangkat tema “explore your passion, create impact through your design”, mereka menghadirkan 2 orang pemateri, yaitu Hijrah Saputra owner dari Mr. Piyoh! Design dan Muhammad Jazman, mahasiswa Tekhnik Arsitektur yang merupakan leader dari Tim Tanggap Desain BEM Unsyiah. Acara yang terbuka untuk umum ini dihadiri sekitar 63 peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa/i Unsyiah.
Pelatihan Kreatifitas dengan Desain Grafis
Bareng Jazman, anak muda kreatif dari Arsitek Unsyiah


Pada pelatihan desain ini, materi yang diajarkan adalah penggunaan basic CorelDRAW. Pemateri membahas mulai dari pengantar desain, teknik dasar membuat desain, hingga peluang bisnis dari membuat desain sendiri.

Press The Button
“Sebenarnya Aceh memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata, namun sungguh di sayangkan karena kurangnya kreativitas rakyat Aceh sendiri dalam aplikasi yang bisa dijadikan bisnis cenderamata untuk para turis,” (4/5) ujar Hijrah saat menyampaikan materi. “Dari nilai lokal yang ada, kita dapat membuat produk yang lebih kreatif. Contohnya lokasi pantai wisata di sabang,dapat kita buat desain grafisnya. Dengan itu, kita mempromosikan potensi wisata di Aceh serta brand kita sendiri dengan melihat masalah sebagai peluang.” (4/5) tambahnya.
Semangat berkarya ya adek-adek, salam kreatif
Setyaki Laksana Pratama, Menteri dari KOMINFO BEM Unsyiah mengatakan bahwa salah satu Fungsi dari BEM Unsyiah adalah memberdayakan mahasiswa. Jadi dengan adanya acara ini kami ingin menggali potensi mahasiswa khususnya Unsyiah dibidang desain grafis.(4/5) Fakra Muharyanda selaku ketua panitia juga menambahkan bahwa ia ingin acara ini bisa menumbuhkan jiwa-jiwa desainer yang baru dan dapat bersaing membuat karya yang kemudian mendominasi di Aceh sendiri. [Bem Unsyiah]

Sabtu, 27 Desember 2014

Menikmati Satra dari Tokoh yang Luar Biasa

Hari ini aku melihat sastra langsung dari tokoh sastra Indonesia, Pak Taufik Ismail. Kagum, merinding, tertohok, malu, haru, semua campur jadi satu.

Memang benar adanya, jika kita ingin melihat dunia bacalah buku, tapi jika ingin dilihat dunia tulislah buku.