Tampilkan postingan dengan label Agam Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agam Aceh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Oktober 2016

Sabang Tutup Botol Project

Ketika Joging di Sabang aku seringkali melihat tutup botol berserakan di sekitar Pantai Paradiso hingga ke area Sabang Fair. Banyaknya wisatawan baik lokal maupun interlokal membuat tempat-tempat di sini selalu kotor. Inilah citra pariwisata kita, di satu sisi kita butuh banyak orang lain yang mengenal suatu tempat, tapi di lain sisi ketika tempat tersebut dikenal banyak orang, sampah menjadi tantangan. 

Untuk permasalahan botol plastik ternyata sudah bisa terselesaikan dikarenakan setiap paginya ada pemulung yang bertugas mengutipnya untuk dijadikan penghasilan sehari-hari. Tapi tidak sama halnya dengan nasib tutup botol, selidik punya selidik dari para pemulung, tutup botol tidak mereka kumpulkan karena nilai ekonomisnya rendah, alhasil mereka membiarkan si tutup botol ini tergeletak di jalan, di parit bahkan di balik semak-semak. Kasihan mereka, #PelukSatusatu.

Jadi aku dan beberapa teman berinisiatif untuk mengumpulkan tutup botol yang tergeletak dan tak dihiraukan banyak orang ini. Setiap joging pagi, aku selalu mengumpulkan tutup botol, lumayan, sekali mendayung, 3-4 pulau terjelajahi.
Hasil pengumpulan tutup botol sekali joging, kebayang ya, tutup botolnya aja sebanyak ini, berapa banyak botolnya?
Aku dan beberapa teman dari Duta Wisata Sabang, Putra-Putri Lingkungan dan Putra-Putri Konservasi Bahari berkumpul untuk membuat project dari hasil tutup botol yang kita kumpulkan.
Bersama Cut Abang Kota Sabang 2016, Putri Konservasi Bahari dan Duta Lingkungan Kota Sabang
Sebagian jalan, masih banyak tutup botol yang harus dikumpulkan
Nyicil, abaikan perut, itu hanya trik kamera saja :D
Setiap berhasil mengumpulkan tutup botol, aku berusaha memakunya untuk melengkapi desainnya.

Done! Peta Kota Sabang yang dibuat dari Tutup Botol
Tunggu karya kami selanjutnya ya! buat kamu yang tertarik juga membuat project tutup botol ini, boleh banget untuk sharing dengan kami, ditunggu :)

Selasa, 14 Juni 2016

Be Extraordinary!

Risk The Usual
Pernah kebayang ga sih, kalau hidup kita bakal seperti itu-itu aja? sampai akhirnya muncul kata, "membosankan". Pernah? tenang, artinya kita pernah mengalami hal yang sama. 

Dulu saya selalu berpikiran lulus kuliah dengan nilai bagus, bisa masuk di kantor yang berAC, punya rumah bagus, yang nantinya bakal kerja di kantor, pulang ke rumah, begitu setiap hari. Hingga suatu ketika saya berpikir, kok rasanya hidup seperti itu bakal membosankan sekali buat saya. Akhirnya saya mengambil keputusan untuk mengambil resiko yang tidak biasanya, dan tidak banyak orang mau untuk mengambilnya, bahkan orang tua saya pun ikut keberatan dengan keputusan saya, tapi kalau saya tetap meneruskan apa yang saya pikirkan, selamanya saya akan terjebak dalam kebiasaan yang menjemukan. Bagi saya sekarang berada di dalam ruangan dalam waktu yang cukup lama bisa membuat gatal kaki.

Tapi mengambil keputusan yang di luar kebiasaan, bukannya tidak ada resiko, ada banyak sekali tantangan yang harus saya hadapi setelahnya, mulai dicurigai sebagai orang luar lah, diperlakukan tidak hormat lah bahkan tidak sedikit juga yang mencibir, cuma bagi saya itu resiko yang saya harus terima dan berusaha bagaimana caranya semua itu saya jadikan motivasi untuk berbuat lebih baik lagi, ya walaupun akan mengeluarkan energi yang cukup banyak menguras peluh dan tenaga. 

Saya yakin dan percaya tidak ada hal yang sia-sia selama kita melakukannya dengan tujuan yang positif dan seperti kata JKT48, "impian ada di tengah peluh, bunga yang mekar secara perlahan, usaha keras itu takkan mengkhianati."

Be Extraordinary!

Kamis, 19 Mei 2016

Hijrah Saputra, Nominator Frans Seda Award 2016

Bersama Juri-juri Frans Seda Award 2016, Pak Totok Soefijanto, Purek Pendidikan Universitas Paramadina dan Pak Romo dari Sanata Darma Jogja
SABANG - Penggiat pendidikan sekaligus pengusaha muda Aceh, Hijrah Saputra,ST masuk sebagai nominator Frans Seda Award 2016. Frans Seda Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh Universitas Atma Jaya kepada insan muda terbaik Indonesia yang mengabdi kepada Tuhan dan tanah air melalui bidang pendidikan dan kemanusiaan.
“Alhamdulillah satu kebanggaan dan kehormatan menjadi salah satu nominator Frans Seda Award 2016, itu artinya apa yang kita kerjakan selama ini mengalami progres yang baik dan mendapat penghargaan di hati orang lain, saya sendiri awalnya direkomendasikan blogger nasional, Kak Olyvia Bendon, yang juga sangat banyak membantu Aceh dalam tulisan-tulisan. Saya berharap ke depannya makin banyak anak muda di Aceh ikut turun tangan dalam menghadapi masalah sosial di Indonesia, khususnya di Aceh, dan bikin Aceh lebih Asyik. Mohon doa untuk tahapan selanjutnya ya,” kata Hijrah kepadaportalsatu.com, Kamis, 19 Mei 2016.
Untuk tahun 2016 ini kata Hijrah, "ada 400 sosok anak muda yang direkomendasi sebagai sosok menginspirasi yang akhirnya dipilih 10 orang untuk menjadi nominator." Salah satunya adalah Hijrah Saputra S.T, owner Piyoh Design dan Founder The Leader, pemuda asal Pulau Weh, Kota Sabang.
"Penjurian dilakukan terpisah, juri mendatangi nominator langsung ke daerahnya untuk melihat langsung kegiatan yang dilakukannya atau data rekam jejak kandidat. Mereka (juri) mengunjungi saya pada 17-19 Mei di Banda Aceh dan Sabang. Juri yang datang adalah Pak Romo dari Sanata Dharma Jogjakarta dan Pak Totok Amin Soefijanto, Purek Akademik Universitas Paramadina yang didampingi Ibu Tina Hanekin dari Atmajaya," kata Hijrah.
Ajang ini kata anak ke 3 dari pasangan Suradji Junus dan Erwani Muthia, bukan semata-mata sebagai pemberian penghargaan saja. Namun juga sebagai wadah menemukan insan muda Indonesia yang memiliki semangat dan tekad yang sama seperti Frans Seda. Frans Seda Award 2016 ini diharapkan bisa menginspirasi sebanyak mungkik insan muda Indonesia untuk berkarya seperti yang dilakukan Frans Seda.
Frans Seda merupakan seorang pelopor dan pendiri utama dari Atma Jaya. Ia merupakan tokoh bangsa yang berperan sangat banyak bagi bangsa ini, dalam pemerintahan, sebagai menteri, duta besar, penasihat presiden, dalam pendidikan, dan juga dalam gereja.
Frans Seda mendedikasikan dirinya secara utuh sesuai tekadnya untuk mengabdi Tuhan dan tanah air. Terinspirasi dari teladan Frans Seda, maka sepeninggal almarhum Frans Seda, Yayasan Atma Jaya terdorong untuk meneruskan semangat dan tekadnya.
Frans Seda Award memiliki banyak sekali rangkaian acara yang dapat diikuti oleh insan-insan muda Indonesia, salah satunya adalah Frans Seda Journalism Competition. Dalam kompetisi ini terdapat 2 (dua) kategori yaitu Kategori Karya Tulis dan Kategori Video Televisi.[](ihn)

Kamis, 16 April 2015

The Leader Lolos Program British Council

Dreammaker Camp 2015

Wakili The Leader, Hijrah Saputra Lolos Program British Council

Pengusaha muda Aceh Hijrah Saputra kembali menorehkan prestasi. Mewakili organisasi The Leader, Hijrah terpilih untuk mengikuti lokakarya Diaego-British Council Social Enterprise Challenge for Arts, Creative and Tourism Organisation 2015.
Dengan begitu Hijrah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lokakarya Kewirausahaan Sosial dan mengikuti seleksi tahap berikutnya pada 26 April – 1 Mei 2015 mendatang di Bandung. Jika lolos seleksi tahap berikutnya otomatis mendapat kesempatan ke Inggris.
“Saya mendaftar mewakili The Leader, sedangkan program yang didaftarkan adalah Kelas Kreatif dan Liburan Produktif,” kata owner Piyoh Design ini kepada portasatu.com hari ini, Rabu, 15 April 2015.
Ada 44 organisasi di seluruh Indonesia yang lolos dalam program Diego-BC 2015 ini. The Leader merupakan satu-satunya organisasi yang berasal dari Provinsi Aceh. Hijrah merupakan salah satu pendiri organisasi yang terbentuk pada akhir 2012 lalu. Organisasi ini memiliki sejumlah program di antaranya Liburan Produktif, Kelas Kreatif, Dream Maker dan Ngobrol Inspiratif.
Pada 2014 lalu, Dream Maker mendapatkan penghargaan bidang pendidikan dari Millenium Development Goals (MDGs). Program ini juga lolos dalam program Jalan Pemimpin yang dibuat oleh Nutrifood Indonesia, Tempo dan GE.
Hijrah sendiri belum lama ini baru dinobatkan sebagai Marketer of the Year untuk kategori Ekonomi Kreatif. Usahanya di bawah bendera Piyoh Design dinilai memberikan kontribusi positif dalam masyarakat.
Di sela-sela mengembangkan bisnisnya ia juga membentuk Rumah Kreatif untuk menyebarkan semangat kreativitas bagi generasi muda di kota kelahirannya Sabang.
“Doain ya bisa lolos ke UK,” kata pria yang akrab disapa Heiji itu.[] (ihn)

Jumat, 10 April 2015

Profil di Majalah Nawala Duta Wisata

Majalah Nawala Duta Wisata Edisi 2
Alhamdulillah suatu kebanggaan dan kehormatan juga bisa muncul sebagai cover majalah Nawala Duta Wisata Edisi 2. 

Nawala Duta Wisata sendiri adalah majalah online bikinan Keluarga Duta Wisata Indonesia - DIY. Majalah ini memuat informasi-informasi tentang duta wisata di seluruh Indonesia, dilengkapi dengan profil duta wisata yang menginspirasi dan tak ketinggalan informasi tempat-tempat wisata indah yang ada di Indonesia, dan 100% Good News! menarik bukan?

Jadi buat kamu yang tidak mau ketinggalan berita tentang kegiatan-kegiatan yang berhubungan dunia duta wisata, boleh banget download Majalah Nawala secara online di sini!

Sukses terus buat temen-temen redaksi Majalah Nawala Duta Wisata, terus berkarya untuk Indonesia.

Sabtu, 19 Juli 2014

Asyiknya Spa Ikan di Danau Aneuk Laot Sabang

Danau Aneuk Laot
Selain wisata baharinya Kota Sabang memiliki potensi wisata alam yang wajib dikunjungi, salah satunya Danau Aneuk Laot. Danau yang memiliki luas 37,5 Hektar ini termasuk danau terbesar yang ada di Sabang. Danau ini digunakan oleh masyarakat Sabang sebagai pembangkit listrik dan juga sumber air bersih. Tapi tak jarang juga kita melihat nelayan menjaring di tengah danau dan ada yang memancing ikan air tawar di pinggir danau.

Hari ini aku pergi mengunjungi Bang Fatwa Amri, salah satu masyarakat yang tinggal di dekat Danau Aneuk Laot yang juga penggerak pariwisata Sabang.

Perjalanan ke Danau Aneuk laut sendiri tidak memakan banyak waktu, kurang lebih 15 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor dari pusat Kota Sabang.Aku memilih tempat yang ada dermaga kayunya tak jauh dari rumah Bang Fatwa, dermaga ini biasa digunakan warga untuk melabuhkan perahu atau sekedar bersantai. Tak jarang juga pemandangan enceng gondok yang indah menghiasi danau.

Belum banyak yang tahu ternyata di Danau Aneuk Laot ini ada ikan yang senang memakan kulit mati, layaknya ikan Garra Rufa, Fish Spa yang terkenal di kota-kota besar, di danau ini juga ada, hanya saja jenis yang berbeda. Karena penasaran, aku mencoba mencelupkan kedua kakiku ke dalam air, tak sampai 5 menit, kedua kakiku sudah dikerubungi oleh ikan-ikan tersebut, ikannya kecil, mereka mulai menggigiti kulit-kulit mati di kaki-kakiku, geli, menghadirkan sensasi relaksasi dan menghilangkan stress! Setelah beberapa menit mereka pun mulai menghilang, sepertinya kulit-kulit matiku sudah habis, kulit kakiku terasa lebih halus, seperti habis dicreambath di salon, #KemudianIklan #SalahIklan #KemudianHening.

Spa Ikan alami ala Danau Aneuk Laot
Ah, seru juga ya, alam selalu memberi kejutan-kejutan yang manis buat kita, hanya saja kita perlu belajar untuk menemukannya.

Kamis, 03 Juli 2014

Aku di Mata Dimas Andi

Aku dapat testimonial dari Dimas Dwi Andi Listiawan. Dimas sendiri sebutan untuk Duta Pariwisata Jogja, ya Dimas Andi ini Dimas Jogja Tahun 2009. Aku bertemu pertama sekali dengan dia ketika kumpul di program Youth Engagement Summit (YES2009) di Kuala Lumpur. Anak muda yang hebat, sekarang sedang melanjutkan S2 di Jepang dan demi niat memutihkan kulitnya, haha.
Aku dan Dimas Andi
Ini dia testimonialnya, matur suwun Andi :)

Saleum Aneuk Nanggroe 

Pemuda hebat ini namanya Hijrah Saputra, tetapi saya selalu memanggilnya Agam. Saya pertama kali bertemu dengan Agam ketika kita dinyatakan lolos dan akhirnya berangkat mewakili Indonesia dalam Youth Engagement Summit di Putrajaya Malaysia. Kemudian bertemu kembali saat "klayapan" Keliling Selangor 5 Hari 4 Malam tahun 2011. Agam adalah salah satu Putra Terbaik Aceh. Berbagai prestasi baik Nasional maupun Internasional pernah diraihnya.

Agam sangat menginspirasi. Kalau boleh jujur, berteman dengan pemuda berprestasi adalah hal yang biasa bagi saya. Namun yang luar biasa dan menjadikan agam istimewa adalah agam mau keluar dari zona nyaman. Agam tidak memilih hidup di kota, melainkan memilih untuk kembali dan memajukan kampung halamannya di Pulau Weh. Agam merintis bisnis dalam Industri kreatif dalam Bidang Pariwisata. Agam memproduksi berbagai macam souvenir khas Pulau Weh dengan sentuhan kreativitas seorang Sarjana Teknik Arsitektur. Karena kegigihannya itu, bisnisnya berkembang pesat. Agam juga seorang DreamMaker, baru-baru ini Agam memenangkan Kompetisi Wirausaha Muda Mandiri Wilayah 1 dan Juara Pertama Nasional MDGs Award. Prestasi Putra Bangsa yang bisa membuat Indonesia Hebat.

Silakan mengunjungi blog Agam kalau mau ngobok-ngobok informasi lebih dalam di http://hijrahheiji.blogspot.jp/p/blog-page_19.html?m=1
Semoga Agam bisa semakin menginspirasi Pemuda-Pemuda di Aceh dan seluruh Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Hebat

Dalam Perjalanan menuju Jum'atan
Tokyo, 4 Juli 2014

Dwi Andi Listiawan

Salam Dua Jari

Minggu, 23 Februari 2014

Perubahan

Banyak yang bilang,"Jrah, kenapa maruk banget sih, ikutan duta wisata di mana-mana?, di Malang lah, di Jatim lah, di Sabang, NAD lah". Hehe, cuma bisa senyum. Tapi sebenarnya aku ngikut kegiatan duta wisata itu lebih bagaimana berkontribusi ilmu yang kupunya, juga mencari pengalaman dan ilmu baru untuk bisa kubagikan lagi. 

Prinsip hidupku, aku ingin bermanfaat buat orang lain terutama untuk sekitarku, karena orang tuaku selalu mendoakan aku, abang-abangku dan adek-adekku, agar terus berguna untuk orang lain dengan ilmu apapun yang kami miliki.

Ada hadist juga yang selalu kuingat dan jadi semangatku sampai sekarang, 

Rasulullah SAW bersabda, "Khairunnas anfa’uhum linnas", yang artinya, "Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)

Aku yang dulu
Dari semua kegiatan yang kuikuti ada banyak sekali ilmu dan pengalaman yang kudapat, yang membuatku ke perubahan yang lebih baik.

Aku memulai perubahanku ketika mengikuti Kakang Mbakyu Duta Wisata Kota Malang 2006. Aku di kampus termasuk orang yang introvert, mulai mengalami perubahan sedikit lebih sedikit, mulai belajar membuka diri, belajar berbicara di depan umum, belajar sedikit mengubah penampilan, belajar sedikit mengenal karakteristik orang, belajar sedikit menghargai karya orang, belajar sedikit memberi, belajar sedikit mengenal bahasa dan kesenian baru, semuanya serba baru. 

Tapi sebenarnya aku mengikuti pemilihan Kakang Mbakyu Malang untuk mencoba mengaplikasikan ilmu yang kudapat di kampus ke lapangan, alhamdulillah di saat itu juga aku mendapatkan kesempatan terbaik untuk berbuat lebih. Alhamdulillah Konsep Malang Welcoming City dan si Tukoma (Tugu Kota Malang) yang kubuat untuk Kota Malang dipakai dan dilaunching langsung oleh Walikota Malang, Pak Peni Suparto #TerharuDiPojokan, dan ternyata berkat konsep itu juga aku terpilih menjadi Kakang Malang 2006. Di sini aku belajar, untuk membuat orang lain mendengarkan kita, kita harus menjadi "seseorang" dulu, dan untuk menjadi "seseorang" itu butuh proses dan pengorbanan.
 
Selain karya desain yang dipakai, banyak ide dan programku yang bisa diaplikasikan, bahkan sering diajak kepala dinas Parinkom (Pariwisata dan Komunikasi) di hampir setiap kegiatan beliau di balai kota atau bahkan di ruang sidang DPRK, ya walaupun cuma jadi astrot (Asisten sorot) atau bahkan jadi desainer lay outer, itu udah bikin aku bahagia banget, setidaknya bisa ketemu dengan pejabat-pejabat penting di Kota Malang dan sebagai anak kosan, bisa makan enak dan gratis, hehe.

Di Kakang Mbakyu Malang juga aku jadi belajar bagaimana berorganisasi, karena setiap Kakang yang juara diwajibkan jadi Ketua Paguyuban, PAKANDAYU Kota Malang (Paguyuban Kakang dan Mbakyu), mau ga mau harus mengatur teman-teman yang luar biasa ini, tapi sangking luar biasanya kadang suka nyusahin, kalau bikin acara, fashion show atau penampilan apa gitu, suka muncul telat atau ga datang sama sekali, mau ga mau aku harus muncul gantiin, padahal jalan di catwalk aja masih bingung, saknonya (kasihannya). Tapi di sini aku belajar, hidup emang harus dijlani apapun itu tantangannya, and show must go on.
Finalis Kakang Mbakyu Malang 2006
Salah satunya jadi korban untuk menggantikan model cowok yang tak datang dan bajuku kedodoran, malu dengan temen-temen lain yang memang model-model Top di Malang
Dan ternyata cobaan ga sampai di situ saja, masih banyak lagi bermunculan, mulai dari ngajarin Mas-Mas Cat Walk, Terjebak Donor Darah, Gagal Akting di Ketoprak Humor, Berjemur Cantik di Pawai Bunga, Nembang Gagal Kemudian Hening, yang akan kuceritakan di postingan-postingan selanjutnya ya.

Setelah dari Kakang Mbakyu Malang, aku harus mewakili Kota Malang ke pemilihan Raka Raki Jawa Timur, Duta Wisata Jawa Timur. Di sini aku harus bersaing dengan teman-teman 37 Kota/Kabupaten yang ada di Jawa Timur, beuh persaingan berat!

(Bersambung)