Tampilkan postingan dengan label Wirausaha Muda Mandiri 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wirausaha Muda Mandiri 2013. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juli 2014

D’Tik Pop, Usaha Mencit yang Omsetnya Selangit



Pernah dengar dongeng Peniup Seruling dari Hamelin? Cerita tentang peniup seruling di Kota Hamelin, Jerman yang menghilangkan banyak tikus dengan seruling ajaibnya. Oke, kita ga akan ceritain si peniup seruling itu, karena ada pengendali tikus putih yang lebih menarik untuk diceritakan, dan ini bukan dongeng, hehe.

Sebut saja Siti dan Jane, dua cewek cantik berkerudung ini mampu mengendalikan tikut putih atau yang dikenal dengan mencit dan menjadikannya peluang usaha yang menggiurkan. Mencit itu biasa digunakan sebagai bahan percobaan yang lebih mendekati dengan kondisi manusia. Pertama sekali bertemu dengan mereka di seleksi Wirausaha Muda Mandiri Kanwil 1, ngga pernah menyangka kalau usaha mereka mengembangbiakan tikus.
Siti dan Jane
Masalah menjadi Peluang
Untuk sebagian besar orang, tikus jadi hal yang paling ingin dijauhi, ya setelah mantan pastinya, #KemudianCurhat. Tapi tidak dengan 2 orang ini, mereka melihat ini sebagai peluang. Awal kuliah, Siti dan Jane sering melihat teman-temannya kesulitan mendapatkan tikus putih atau mencit untuk bahan penelitian laboratorium. Kalau pun ada belum tentu tikus putih itu murni alias sudah pernah digunakan sebagai tikus percobaan. Dari situlah mereka tergerak untuk mengembangbiakkan sendiri tikus putih sehingga memudahkan para mahasiswa maupun dosen mendapatkan obyek penelitian.

D'tik Pop team dan Ketua LIPI, Prof Lukman Hakim
Tapi tidak sembarangan, mereka berdua juga punya ilmu yang mumpuni untuk mengembangbiakan mencit, di belakang namanya mereka berdua udah ada titel S.Si.,M.Si, kalau di tingkat penyihir mereka selevel dengan Saruman, Penyihir Putih di Lord of the Ring. Mereka berdua Lulusan Pascasarjana Biologi, FMIPA, Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 2013. Akhirnya dengan niat membantu banyak orang, mereka mendirikan D’Tik Pop singkatan dari Dagangan Tikus Populer.

Ilmu yang mereka dapat tidak instan, awalnya mereka berlatih dengan 3 ekor mencit yang didapat dari Universitas Indonesia (UI), kemudian berkembang hingga 500-800 ekor per bulan, wow banget kan. Pengembangbiakan mencit menurut mereka mudah. Sepasang ekor mencit yang sudah kawin bisa melahirkan 14 ekor anak mencit dalam kurun waktu dua bulan, dan sebulan kemudian produksi kembali. Tapi prinsipnya mereka berusaha memberikan mencit dengan kualitas terbaik, benar-benar galur murni. Bukan yang bekas penelitian atau yang pernah diberi obat, walaupun di luar badan dan juga memiliki surat kode etik.

Mereka memasok kebutuhan mahasiswa dan dosen di Universitas yang ada di kota medan, diantaranya: USU, UNIMED, UMN, UMSU, UISU, Tjut Nyak Dien, POLTEKES & GIZI dan ke ratusan mahasiswa yang tersebar di sejumlah universitas, seperti: Universitas Syiah Kuala di Aceh, dan perguruan tinggi di Riau.

2014 ini mereka mengembangkan usaha mereka dengan membuat kandang khusus di daerah Tembung, Medan. Yang jauh dari pemukiman sehingga tidak mengganggu tetangga sekitar. Mereka sekarang memiliki 5 karyawan yang khusus untuk Controlling mencit. Selain itu Jane dan Siti juga membuka kesempatan untuk konsultasi penelitian tentang mencit dan terbuka untuk siapa saja yang mau belajar tentang mencit.

Mimpi ke depan
Mimpi mereka ke depan mereka bisa masuk ke sekolah-sekolah di pedalaman yang belum memiliki laboratorium untuk praktek langsung pengenalan dan pengamatan anatomi tubuh mahkluk hidup dan punya laboratorium sendiri untuk membantu meringankan mahasiswa untuk sewa gedung dan mempermudah riset mereka.

Nah yang menarik ni, ternyata penghasilan jualan mencit ini menggiurkan, sebulan rata-rata mereka dapat minimal Rp 16 juta-25 juta, Bikin ngiler kan ya? dan ini bukan dongeng.

Selain aktif mengembangkan mencit, mereka juga gampang ditemukan di jejaring sosial, karena banyak juga pembeli yang memesan secara online, yang penasaran dengan mereka, bisa langsung ke D’Tik Pop atau gabung di Wirausaha Muda Mandiri tahun ini, karena mereka ada di sana, saatnya Yang Muda Yang Menginspirasi!

D' Tik Pop
Alamat: Jl. Parang 1 No. 12 A, Simpang Pos, Padang Bulan, Medan.
CP: Jane (081375724162) Siti (085761441836) Pin BB: 749FAA0E, 764C755E
Twitter: @DtikPop, email: DTikPop@yahoo.com

Kamis, 27 Februari 2014

Piyoh, Berbagi dan Belajar Kreativitas di Langsa

Alhamdulillah hari rabu tanggal 26 Februari 2014 kemaren aku dapat kesempatan mengisi acara Seminar Nasional di Kota Langsa. Seminar Nasional Meningkatkan Kreativitas untuk Pembangunan Aceh. Sebenarnya posisiku menggantikan guruku Dr. Iskandarsyah Madjid, SE MM. Karena permintaan beliau dan sebagai anak muda yang (merasa) kreatif, akhirnya aku mengiyakan tawaran tersebut.

Ini jadi pengalaman ke dua buatku untuk jalan ke Kota Langsa. Kota Langsa adalah salah satu kota di Provinsi Aceh, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Timur. Dulunya Kota Langsa menjadi Ibu Kota Kabupaten Aceh Timur, tapi pada Tahun 2001 terjadi pemekaran hingga menjadi 3 bagian, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang. Informasi detail tentang Kota Langsa bisa dibaca di sini

Menurut informasi, Kota Langsa berjarak sekitar 413 km dari Banda Aceh dan memakan kurang lebih 10 jam perjalanan dengan kendaraan umum, mau bus atau L300, lumayan bikin badan pegel linu-linu, tapi katanya Langsa bisa ditempuh kurang lebih 4 jam dari Kota Medan, wah. Kepikiran ingin naek pesawat ke Medan baru ke Langsa dengan taksi, tapi ternyata pemindahan Bandara Polonia ke Kuala Namu bikin perjalanan ke Langsa makin lama dan yang pasti bikin muter-muter ga jelas, akhirnya aku memutuskan untuk naik bus malam, dari Banda Aceh, kira-kira kalau bunyi bus malam apa ya?

Sudah lama tidak pernah naik bus lagi di Aceh, aku baru sadar, ternyata Bus antar kota antar provinsi di Aceh sudah bagus-bagus, kali ini aku mencoba naik Sempati Star yang katanya terbagus di kelasnya, iyalah perjalanan lumayan jauh kita harus nyari yang nyaman, jangan sampe gara-gara mau hemat, pas acara ga bisa sharing dengan optimal, sayang momennya, lagian dibayarin ini, ambil yang paling bagus sekalian, #ngikik. Daaaan ternyata saudara-saudara...drum roll pliss...., ternyata memang bus Sempati Star-nya keren luar biasa!
Penampakan Bus Sempati Star, foto by Fadhil Putra Perdana
Dari penampilan luarnya aja udah oke, dan ternyata dalamnya lebih oke lagi. Aku ngambil yang kelas VIP 2-2, artinya kursinya berdua-dua. Ada lagi yang Nonstop 2-1 yang kursinya berdua dan satuan, mungkin khusus buat penumpang yang jomblo #eh.

Tempat duduknya nyaman, ada selimut tebal dan harum, bantal yang empuk dan hebatnya lagi bantalan kursinya bisa diturunkan lebih dari 45 derajat, jadi ya bisa jadi tempat tidur berjalan, belum lagi dapat snack kotak, yang isinya Cokelat Bembeng dan Cokelat Superstar, suuooper!! haha.

Untuk semua fasilitas di atas, kita cuma membayar Rp. 170.000, tapi kemarin ntah kenapa, pihak loketnya hanya meminta Rp.160.000 saja, jadi uangku dikembalikan Rp.10.000, alhamdulillah ya.

Aku berangkat dari Terminal Batoh pukul 20.00 WIB. Waktu berangkat aku duduk sendirian, sampai di Bireuen ada seorang pemuda, sebut saja namanya Alfian (nama sebenarnya), beruntungnya dia termasuk asyik, jadilah selama perjalanan kami ngobrol, mulai dari usaha sampai mimpi membangun Aceh, berrrraaat saang! haha.

Tak terasa pukul 03.00 pagi, aku sudah sampai di Langsa, lebih cepat 3 jam dari perkiraan. Atau mungkin si abang supir ga rela melihat aku dan temanku ngobrol terlalu asyik, dia buru-buru menancapkan gasnya, bisa jadi... Aku turun di Simpang Komodor, karena menurut Kernet Bus, di Terminal sepi ga ada aktivitas, apalagi jam-jam segitu. Oh ya nama Simpang Komodor itu unik, karena dulunya ada Plang Rokok Komodor di situ, lucu ya.

Dari Simpang Komodor aku naik becak menuju Hotel Harmoni, tempat acara seminarnya. Pagi itu Langsa dingin banget, aku berulangkali ngerapatin jaket, tapi udara dinginnya menusuk sampai ke kulit, sampai-sampai si abang becak ngomong, "jarang-jarang Langsa sedingin ini, saya aja udah pakai baju 5 lapis", beuh.... jangan-jangan??

Sampai di Hotel Harmoni, ketemu dengan panitia, ambil kunci kamar dan tepar...

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mulai jam 09.00 WIB, para peserta sudah mulai kumpul di ruangan seminar, ada kurang lebih 100 peserta yang datang. Kukira yang datang hanya pemuda saja, tetapi ternyata ada banyak Keuchik (Pak Lurah) juga yang datang. Karena ternyata pembicaranya memang bagus-bagus, ada Drs. Syafrizal, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Langsa, Drs. Mumus Muslim,MM, Dirjen Ekonomi Kreatif Kemenparenkraf dan Bang Muslim, SHI, MM, Anggota DPR RI Komisi 10, wah! jadi satu kebanggaan juga bisa satu acara dengan beliau-beliau ini.

Ngga nyangka juga ketemu dengan Bang Muslim, SHI MM, aku panggilnya Bang Muslim, salah satu inspiratorku, beliau banyak membantu program-program untuk pendidikan dan pariwisata, ya karena beliau masuk di Komisi 10 DPR RI. Beliau juga suka ngomporin anak-anak muda potensial di Aceh untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki, termasuk aku. 

Pertama kali bertemu dengan beliau di Program Sail Morotai, beliau selalu mendampingi Kemenpora, dan baru tau saat itu ternyata beliau orang Aceh dan punya semangat besar untuk membuat program-program pendidikan, pemuda dan pariwisata terutama untuk Aceh. Terakhir aku bertemu dengan beliau di Program Merajut Indonesia di Kota Sabang, beliau juga mendampingi Kemenpora, Pak Roy Suryo, selama di Sabang, karena beliau ingin ada program-program berkelanjutan di Sabang, dan beliau juga mengumpulkan anak-anak muda Aceh untuk ngumpul pada saat itu, agar terkoneksi dengan pak menteri dan orang-orang di kemenpora, salut! Mudah-mudahan beliau terpilih lagi di pemilihan selanjutnya ya, amin!

Acara berlanjut seru, banyak pertanyaan dari peserta seminar, jangankan mahasiswa, para keuchik juga ga mau kalah, sampai waktu seminar habis. Tapi ada beberapa yang akhirnya konsultasi secara personal setelah seminar. Semangat anak-anak muda di Langsa luar biasa, tapi semangat orang tuanya juga ga kalah, ada Pak Aswan, memiliki usaha gerabah, beliau melihat kesempatan, akhirnya mengajakku langsung ke tempatnya beliau.
Pak Aswan dan hasil karyanya di Sanggar Asri, Langsa
Walaupun udah pensiunan, Pak Aswan ini memiliki semangat berkarya yang luar biasa, kreativitasnya patut diacungi jempol, aku aja melihat hasil karya-karya beliau, berdecak kagum. Beliau mengakui ada beberapa kekurangan yang dihadapi beliau dan itu yang ingin didiskusikan denganku, dan alhamdulillah akhinnya muncul rencana-rencana baru yang akan dikolaborasikan, tunggu cerita selanjutnya ya.

Setelah dari tempat Pak Aswan, aku bertemu dengan Ifan, salah satu desainer grafis asal Aceh Tamiang yang juga pemenang Lomba Desain Piyoh 2013. Bertemu dengan Ifan kami langsung ke Dinas Pemuda, Olah raga dan Pariwisata Kota Langsa untuk bertemu dengan Pak Syafrizal, karena memang beliau ingin bertemu selepas seminar untuk sharing program-program yang beliau ingin kerjakan di Langsa, dan akhirnya kami semua ngumpul, ya Pak Aswan, Pak Syafrizal, Ifan, dan Bang Reza, Kabid Pariwisata, jadi lucu sebenarnya, tapi seru juga, karena sebenarnya semua bisa berkontribusi untuk pariwisata Langsa.
Bareng Bang Joni dan Pak Syafrizal di Hutan Kota

Selesai dari kantor, aku dan Ifan diajak ke rumahnya Pak Syafrizal untuk istirahat dan setelahnya melanjutkan perjalanan ke tempat-tempat yang menarik di Langsa, salah satunya Hutan Kota Langsa dan Cafe Stroom.

walaupun beliau baru menjabat 3 bulan, tapi aku melihat semangat beliau dan stafnya untuk membuat perubahan pariwisata di Kota Langsa sangat terasa, seperti inilah seharusnya pemimpin, tidak hanya bicara tapi langsung turun ke lapangan untuk apa yang dimau, Semoga semua mimpi-mimpi beliau bisa terwujud, amin. 

Di hutan Kota Langsa aku bertemu dengan Bang Joni, LSM pengurus Hutan Kota Langsa, dari beliau aku belajar banyak hal tentang pohon-pohon yang ada di Hutan Kota termasuk Pohon Damar yang ternyata satu-satunya tumbuh di dataran rendah Indonesia.  Hutan Kota Langsa ini juara 2 untuk pengelolaan hutan di Indonesia loh, kreatif euy!
 

Bareng Ifan, salah seorang desainer grafis terbaik Aceh asal Aceh Tamiang, kuliah di Langsa
Sebelum pulang aku kumpul lagi dengan pemuda-pemudi kreatif di Langsa, ya walaupun udah mulai demam Flue, agenda ini harus dilanjutkan, karena momen-momen seperti ini jarang, apalagi Sabang - Langsa, itu dari ujung ke ujung. Akhirnya aku ketemuan dengan Dhian (Dream and Do), Kak Ririn, Abrar (Duta Wisata Langsa 2009) dan masih ada Ifan di sebuah warung kopi gaul di Langsa. Maksud hati mengumpulkan mereka, membuat rencana dan mensinergikan dengan program-program Pariwisata Langsa nantinya, semoga.
Abrar, Dhian, Ifan, aku dan Kak Ririn
Udah mulai meler.....saatnya pulang balik ke Banda Aceh, Alhamdulillah bisa berbagi dan juga bisa belajar kreativitas di Kota Langsa walau sebentar, sampai ketemu di Langsa untuk program selanjutnya yaa...


Salam Kreatif!
O...Ke!

Minggu, 23 Februari 2014

Perubahan

Banyak yang bilang,"Jrah, kenapa maruk banget sih, ikutan duta wisata di mana-mana?, di Malang lah, di Jatim lah, di Sabang, NAD lah". Hehe, cuma bisa senyum. Tapi sebenarnya aku ngikut kegiatan duta wisata itu lebih bagaimana berkontribusi ilmu yang kupunya, juga mencari pengalaman dan ilmu baru untuk bisa kubagikan lagi. 

Prinsip hidupku, aku ingin bermanfaat buat orang lain terutama untuk sekitarku, karena orang tuaku selalu mendoakan aku, abang-abangku dan adek-adekku, agar terus berguna untuk orang lain dengan ilmu apapun yang kami miliki.

Ada hadist juga yang selalu kuingat dan jadi semangatku sampai sekarang, 

Rasulullah SAW bersabda, "Khairunnas anfa’uhum linnas", yang artinya, "Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)

Aku yang dulu
Dari semua kegiatan yang kuikuti ada banyak sekali ilmu dan pengalaman yang kudapat, yang membuatku ke perubahan yang lebih baik.

Aku memulai perubahanku ketika mengikuti Kakang Mbakyu Duta Wisata Kota Malang 2006. Aku di kampus termasuk orang yang introvert, mulai mengalami perubahan sedikit lebih sedikit, mulai belajar membuka diri, belajar berbicara di depan umum, belajar sedikit mengubah penampilan, belajar sedikit mengenal karakteristik orang, belajar sedikit menghargai karya orang, belajar sedikit memberi, belajar sedikit mengenal bahasa dan kesenian baru, semuanya serba baru. 

Tapi sebenarnya aku mengikuti pemilihan Kakang Mbakyu Malang untuk mencoba mengaplikasikan ilmu yang kudapat di kampus ke lapangan, alhamdulillah di saat itu juga aku mendapatkan kesempatan terbaik untuk berbuat lebih. Alhamdulillah Konsep Malang Welcoming City dan si Tukoma (Tugu Kota Malang) yang kubuat untuk Kota Malang dipakai dan dilaunching langsung oleh Walikota Malang, Pak Peni Suparto #TerharuDiPojokan, dan ternyata berkat konsep itu juga aku terpilih menjadi Kakang Malang 2006. Di sini aku belajar, untuk membuat orang lain mendengarkan kita, kita harus menjadi "seseorang" dulu, dan untuk menjadi "seseorang" itu butuh proses dan pengorbanan.
 
Selain karya desain yang dipakai, banyak ide dan programku yang bisa diaplikasikan, bahkan sering diajak kepala dinas Parinkom (Pariwisata dan Komunikasi) di hampir setiap kegiatan beliau di balai kota atau bahkan di ruang sidang DPRK, ya walaupun cuma jadi astrot (Asisten sorot) atau bahkan jadi desainer lay outer, itu udah bikin aku bahagia banget, setidaknya bisa ketemu dengan pejabat-pejabat penting di Kota Malang dan sebagai anak kosan, bisa makan enak dan gratis, hehe.

Di Kakang Mbakyu Malang juga aku jadi belajar bagaimana berorganisasi, karena setiap Kakang yang juara diwajibkan jadi Ketua Paguyuban, PAKANDAYU Kota Malang (Paguyuban Kakang dan Mbakyu), mau ga mau harus mengatur teman-teman yang luar biasa ini, tapi sangking luar biasanya kadang suka nyusahin, kalau bikin acara, fashion show atau penampilan apa gitu, suka muncul telat atau ga datang sama sekali, mau ga mau aku harus muncul gantiin, padahal jalan di catwalk aja masih bingung, saknonya (kasihannya). Tapi di sini aku belajar, hidup emang harus dijlani apapun itu tantangannya, and show must go on.
Finalis Kakang Mbakyu Malang 2006
Salah satunya jadi korban untuk menggantikan model cowok yang tak datang dan bajuku kedodoran, malu dengan temen-temen lain yang memang model-model Top di Malang
Dan ternyata cobaan ga sampai di situ saja, masih banyak lagi bermunculan, mulai dari ngajarin Mas-Mas Cat Walk, Terjebak Donor Darah, Gagal Akting di Ketoprak Humor, Berjemur Cantik di Pawai Bunga, Nembang Gagal Kemudian Hening, yang akan kuceritakan di postingan-postingan selanjutnya ya.

Setelah dari Kakang Mbakyu Malang, aku harus mewakili Kota Malang ke pemilihan Raka Raki Jawa Timur, Duta Wisata Jawa Timur. Di sini aku harus bersaing dengan teman-teman 37 Kota/Kabupaten yang ada di Jawa Timur, beuh persaingan berat!

(Bersambung)

Jumat, 07 Februari 2014

Menarik Perhatian dengan Keude Kopi Pitch





Ada banyak ilmu yang diajarin ketika bootcamp Wirausaha Muda Mandiri 2013. Salah satunya kami diajarin teknik Pitching. Pitching sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan ide-ide kita, ke siapapun, mulai dari teman, keluarga, partner, sampai investor. Pitching dilakukan untuk membuat orang lain tertarik dengan kita. Yang penting adalah tertarik dulu, karena ini menjadi kunci awal dari pitching. Karena kalau orang sudah tertarik dengan kita, selanjutnya, terserah kita, haha #MunculTanduk

Untuk teknik pitching, yang dibagi berdasarkan durasinya ada 3 macam, yaitu :
  • Elevator pitch: 1 menit
  • Competitive pitch: 7-8 menit
  • Investor pitch: 20 menit
Dari ketiga teknik pitching itu yang paling sering kulakukan Elevator pitch dan competitive pitch, karena kita ga bakal tau akan ketemu dengan siapa saja setiap harinya, bisa jadi orang yang kita temui tanpa sengaja adalah orang penting. Elevator Pitch di Aceh agak kurang cocok sih, karena Aceh ga banyak Elevator adanya Keude (Warung) Kopi jadi kita ubah saja jadi Keude Kopi Pitch, haha. #NgopiLagi

Inti dari Keude Kopi pitch adalah, buat secara singkat dan simpel. Tantangan memang, jadi kita dalam waktu 1 menit ditantang untuk menggunakan waktu dengan efektif, untuk membuat orang lain untuk mengerti dan tertarik dengan apa yang kita jelaskan, sehingga nantinya kita bisa tetap menjaga hubungan, syukur-syukur bisa jadi pelanggan atau investor untuk usaha kita. Eh, tapi Pitching ini ga Cuma buat usaha aja, jadi apapun profesi kita, apapun keperluan kita bisa dipermudah dengan pitching, memperkenalkan diri, mau nyari pekerjaan, mencari jodoh dan lain-lain.

Nah untuk membuat satu kalimat pitching yang baik, ada beberapa unsur, yang terpenting jelas apa yang kita lakukan, untuk siapa, mengapa dan bagaimana kita melakukannya.


Our company (name) is developing (what) to help (who) to solve (why) with secret sauce (how)

Buat contoh :

Halo, perkenalkan nama saya Hijrah Saputra, biasa dipanggil Hijrah atau Heiji, sedang membangun Piyoh Design, Hospitality Design, bergerak di bidang Pariwisata dan ekonomi kreatif, membantu di bidang promosi dan pemasaran dengan desain yang unik dan menarik.

pernah ya gara-gara Keude Kopi Pitch ini, aku dapat tawaran kerja menarik di salah satu resort terbaik di Malaysia langsung dari ownernya, ga gemeteran dengernya? haha. Tapi berhubung masih punya mimpi besarin Piyoh, jadinya ditolak. (Setelah itu nyesal). Dan ada banyak tawaran-tawaran kerjasama lainnya.
Dengan YB Elizabeth Wong "Exco for Tourism, Environment & Consumer Affair" Selangor - Malaysia
Asyik kan? Kalau kamu diminta untuk elevator pitch, kira-kira apa yang akan kamu lakukan?

Senin, 03 Februari 2014

Piyoh di Expo Wirausaha Muda Mandiri 2014

Singkat cerita Piyoh Design kalah, karena ternyata pesaing dari wilayah lain hebat-hebat, untuk bidang Kreatif dimenangkan oleh Rio dengan produk sabun cair Maks-nya, dan untuk pemenang bidang yang lain bisa dilihat di sini.

Salah satu Kelebihan ikutan Wirausaha Muda Mandiri, kita diberikan panggung dan tempat untuk menunjukkan produk yang kita miliki di Expo Wirausaha Muda Mandiri. Expo Wirausaha Muda Mandiri 2014 sendiri dilaksanakan di Istora Senayan, setiap finalis mendapatkan booth untuk unjuk produk ataupun program yang bisa ditawarkan untuk pelanggan dan calon pelanggan, kesempatan ini kugunakan sebaik-baik mungkin untuk mempromosikan produk dan tetap di visi pertama, berbagi Sabang, haha.
Selain bisa mempromosikan produk kita

Bertemu dengan banyak orang baru
Ternyata banyak orang di Jakarta yang belum tau Sabang, potensi besar, haha....uhuk..uhuk
Dapat kesempatan kumpul-kumpul dengan teman-teman lama, reunian dan bertemu dengan teman-teman yang belum pernah bertemu sama sekali alias kopi darat :D.
Ketemu koordinator Transmania, Mas Hadityo dan Angga
Ketemu Mas Wahyu Aditya, owner Hellomotion dan KDRI
Yang menarik bisa bertemu dengan alumni-alumni WMM yang hebat-hebat seperti Mas Hendi (Kebab Baba Rafi), Mas Saptuari (Kedai Digital), Bang Denny (Cake Villa) dan masih banyak lagi senior lain yang sudah jadi pengusaha tenar di Indonesia dan go international, alhamdulillah.
Dapat karikatur langsung dari Mas Wahyu Aditya di komik Mas Gembol, terharu....
Dan alhamdulillah selama Expo, penjualan produk Piyoh bagus, terimakasih Bank Mandiri, sampai ketemu lagi di Expo tahun depan...

Sabtu, 25 Januari 2014

Piyoh di Wirausaha Muda Mandiri Nasional 2013

Alhamdulillah jadi satu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri akhirnya Piyoh Design bisa mewakili Wilayah 1 (Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan Riau) untuk berkompetisi dengan para peserta wilayah lain di Ajang Wirausaha Muda Mandiri 2013. Karena ternyata total peserta yang daftar WMM tahun ini mencapai 6.745 orang, itu artinya bisa jadi salah satu dari 54 orang itu, susah bangettt...

Ada kurang lebih 12 Wilayah yang mengikuti kompetisi Wirausaha Muda Mandiri ini, itu artinya ada kurang lebih 11 orang yang akan jadi pesaingku di bidang Kreatif Katagori Alumni, lumayan banyak ya dan ini bikin adrenalinku meningkat. 

Siapa aja yang jadi peserta WMM 2013, bisa dilihat di sini

Berangkat dari Medan tanggal 11 Januari bareng team dari Kanwil 1 lainnya, ada Kak Vita Mutiara, Les Piano Edelweis dari Batam, Kak Yudith Handini, Owner Flappertart dari Medan, Rajes, Ceumpala Tradisional Dance, Syaiful Burhan, Owner Molen Arab dari Medan dan Tri Syuhada, owner Ayam Herbal dari Medan. Cerita Kanwil 1 bisa dibaca di sini

Sebelumnya kami berkumpul di Medan kurang lebih 2 hari untuk mempersiapkan diri dan kelengkapan-kelengkapan yang dibutuhkan selama penjurian Nasional, selama di Medan kami banyak dibantu oleh team Kanwil 1, yang paling sigap membantu adalah Pak Buchari sering dipanggil Pak Iboss, dosen dari USU yang juga salah satu juri di Wilayah 1, beliau bersama team membekali kami banyak pengetahuan tentang bisnis yang kami jalani,  dan masukan lain-lain yang belum kami ketahui sebelumnya. Selain Pak Iboss, ada Pak Mula Sitinjak, Bang Indra Halim, Bang Aditya, Ibu Arwina, Ibu Zurni dan masih banyak lagi. Belum lagi di Aceh aku dan Rajes dibekali pengetahuan tentang keuangan, penampilan, manajemen, marketing dan lain-lain, oleh Pak Iskandarsyah Majid, Dosen Unsyiah dan Kepala Inkubator Bisnis FE Unsyiah, Bu Evayani Abubakar, Ilham Rise Up, Didi Nuriel, Bang Mulya MAnn, Bang Fahrurazi, dan team lainnya, kami dipertemukan langsung dengan ahli di bidangnya. Ini artinya, walaupun ga menang, banyak ilmu yang sudah kami dapatkan untuk meningkatkan level usaha, alhamdulillah....

Sampai di Jakarta, kami diinapkan di Hotel Ibis, Slipi, Jakarta Barat. Jadi inget-inget karantina Duta Wisata Indonesia, kalau Duta Wisata dinilai bagaimana caranya mempromosikan dan memasarkan potensi wisata,  yang sekarang bagaimana menjelaskan bisnisku dengan cara yang menarik, cukup berat tantangannya.

Aku kebagian kamar 1226, itu artinya di lantai 12 nomor 26, sempat kepikiran, kenapa bisa jauh banget di lantai 12? sedangkan temen-temen kanwil 1 di lantai 3 semua. Sampai sesaat aku masuk ke kamar dan melihat ke arah jendela.
Pemandangan yang membuat naluri laba-labaku memberontak
Aku sekamar dengan Ferry Dafira (Ferry), pengusaha muda asal Jakarta, nama usahanya Kaaramel Juice, katagori Alumni Bidang Boga. Sempat nanyain kenapa ada 2 huruf a di kaaramel juice, katanya, "ga akan pernah cukup kalau nyobain satu," Kreatif!. Kaaramel Juice ini sudah memiliki 5 buah cabang di Pulau Jawa, diantaranya Tangerang, Semarang, Surabaya, Bogor dan... aku lupa, haha, buat yang penasaran bisa lihat informasi jelasnya di www.kaarameljuice.com. Ferry ini selain masih muda, 26 Tahun, pengalamannya udah banyak banget, pernah bekerja dan belajar di Jerman dan Australia, enaknya lagi dia ga pelit ilmu, jadi aku banyak belajar dari dia, dan satu lagi, pacarnya cantik, #Lho? haha.


Keesokan harinya, 1 hari sebelum penjurian, semua peserta Wirausaha Muda dikumpulkan dan bareng-bareng menuju Mandiri University, Jakarta Pusat. Mandiri University adalah Pusat Pelatihan dan Pendidikan yang dibangun oleh Bank Mandiri untuk digunakan sebagai salah satu program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Ada kurang lebih 10 Mandiri University tersebar di seluruh Indonesia. 

Di sini kami disambut hangat oleh Pihak Bank Mandiri yang menangani Program Wirausaha Muda Mandiri diantaranya ada Bu Nila, Pak Nixon, Bu Ita, Bu Lisa dan acara juga dibuka langsung oleh Pak Pahala N. Mansyuri, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri.

Setelah acara pembukaan selesai, kami langsung dibekali materi-materi oleh Pihak Kinara Indonesia, pematerinya pun masih muda-muda, ada Bang Dondi Hananto, Bang Michael Tampi, Bang Dodong Cahyono dan Bang Fajar Anugerah. Ada banyak materi bagus yang belum pernah kudapatkan selama ini, mulai dari materi Elevator Pitch, Bagaimana presentasi yang menarik, Model Bisnis dengan kanvas, sampe penjelasan keuangan dengan simpel tapi jelas, bener-bener bermanfaat ni, untuk materi-materi yang diberikan, akan kushare di postingan selanjutnya ya.

Sebelum pembekalan ada sesi pemotretan oleh @Alvinphotograph salah satu pemenang WMM2012, fotonya untuk dipakai pas penganugrahan.
Pose dulu dengan Batik khas Batak, Batik Team Kanwil 1, keren ya :D  Photo by : @AlvinPhotograph
Keesokan harinya, hari yang menegangkan pun dimulai...penjurian. Ntah sial atau keberuntungan, aku kedapatan jadwal presentasi yang pertama. Walaupun pembekalan kemaren dari Kinara Indonesia bermanfaat dan bisa diaplikasikan, tetap aja ngga nyante, jurinya pun bukan orang-orang sembarangan, mulai dari Pak Boyke Yurista, dari Bank Mandiri, Pak Ahmad Djauhar, Wakil Pimpinan Umum Bisnis Indonesia, Pak Ir. Lantip Trisunarmo, MT., Kepala Pusat Pembinaan Wirausaha ITS, Ibu Arulita Handayani, Transritelindo, Pak Wahyu Hidayat, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan BUMN, orang-orang hebat, bikin tambah ga nyante.
Photo by : @AlvinPhotograph
Walaupun deg-degan, show must go on, bring Aceh Beauty to the world, #Halah. Dari Juri 6 orang yang baru datang 5 orang, presentasi pun dimulai. Ternyata selama presentasi Piyoh, juri-juri semuanya belum pernah ke Sabang sama sekali, tambah semangat berbagi Sabang di ruang penjurian, haha, tapi setelah itu juri balas dendam dengan berbagi pertanyaan mematikan selama kurang lebih 40 menit, ampooon...


Suasana Penjurian Tingkat Nasional, cukup bikin tegang urat saraf, rasanya mau pura-pura mati
Photo by : @AlvinPhotograph
Sebenarnya penjurian hanya penilaian seberapa menakutkan, karena juri pengen tau bagaimana konsep usaha kita dan bagaimana perkembangannya selama ini serta manfaatnya buat masyarakat, yang menakutkan adalah para pesaing, ana-anak muda yang luar biasa. Di Bidang Kreatif Alumni ada 9 orang dengan keunikan yang berbeda-beda, Ada Shieny Agate dengan usaha animasi gamenya, Richo dengan Cinnema Innovatornya yang bikin salut dengan idealismenya, Ada Indah dengan usaha mutiara lomboknya, Rio usaha Sabun Cair, Erik dengan sepedanya, ada si cantik Dea Valensia dengan batik kulturnya, ada Maria produksi produk dari karung goni, luar biasa, ada lagi yang luar biasa, Mas Krisna dari Balikpapan, usahanya Onyx radio, yang bikin aku tertampar dan termotivasi, beliau ternyata tuna netra, luar biasa. Jadi ga peduli siapapun yang menang, karena, semuanya luar biasa, Bersyukur juga bisa bertemu dengan sosok inspiratif dari seluruh Indonesia dengan berbagai macam keunikannya. #IndonesiaLuarBiasa

(Bersambung)