Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Juli 2014

Indonesia Bertindak, Cara Nyata Mencintai Indonesia



Bareng Bu Decyca Saune, Bu Indah Esjepe, Pak Iwan Esjepe dan Bang Fatwa Amri
Sepasang suami-istri ini termasuk yang bikin iri, dua-duanya sama-sama kreatif. Mereka mendambakan Indonesia yang lebih baik, lebih sejahtera. Sama seperti rakyat Indonesia pada umumnya.  Melalui gerakan INDONESIA BERTINDAK mereka mengajak semua orang Indonesia untuk selalu kompak dan mengayunkan langkah bersama-sama, mewujudkan cita-cita tanpa memandang perbedaan suku, agama, golongan maupun partai yang dianutnya. Sebuah gerakan nyata yang bertujuan mewujudkan tindakan dalam menciptakan perbaikan, kekompakan dan kebersamaan pada bangsa Indonesia yang sedang berjuang lepas dari masa-masa sulit sekarang ini. Senantiasa berusaha mengangkat issue yang berhubungan langsung dengan kebutuhan rakyat dan kebanggaan atas negara. Karena menurut mereka sebuah gunung besar sejatinya adalah kumpulan dari jutaan pasir yang bersatu.

Bermula
Kegelisahan Suami istri yang suka traveling ini melihat posisi Indonesia di mata dunia internasional. Image Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat menghawatirkan. Khususnya di bidang pariwisata, Indonesia mendapat pukulan yang sangat telak, banyak negara memasukkan negeri ini dalam daftar negara yang berbahaya untuk dikunjungi. Kondisi seperti ini tak hanya berdampak buruk bagi industri pariwisata Indonesia secara khusus, tetapi lebih besar juga pada kondisi perekonomiannya.

Indonesia is a DANGEROUS country masih dan selalu didengungkan, banyak turis dan calon penanam modal yang ragu untuk datang ke negeri ini. Beberapa negara tetangga banyak memetik keuntungan dari perlakuan Travel warning dari negara-negara seperti Amerika, Uni Eropa, Australia dan lainnya.

Menurut mereka perbaikan harus dilakukan, salah satu titik penting yang perlu kita benahi adalah memperbaiki citra melalui komunikasi pengembalian citra baik tersebut.

Bertindak
“Several countries have issued travel warnings not to visit to Indonesia. Its now your time to make a statement that Indonesia is too beautiful to be passed”.

Perlu adanya upaya Switching image pada seluruh warga dunia, dari Indonesia,
a DANGEROUS country menjadi Indonesia DANGEROUSLY BEAUTIFUL country, sebuah negeri dengan kecantikan tiada tara.




Rencanapun dan desain akhirnya dibuat, sudah banyak yang sepakat untuk BERTINDAK, menjadi duta bangsa yang berupaya memperbaiki citra negerinya melalui Kampanye TRAVEL WARNING: Indonesia, Dangerously Beautiful. 

dan masih banyak lagi desain yang telah mereka buat, salah satunya juga untuk menggalang dana korban Badai Katerina di Philipine.


Menarik ya? mau lihat hasil karya mereka yang lain? langsung aja ke :
http://keluargaesjepe.com/

Jumat, 04 Juli 2014

Olex Cartoonist, Kartunis Berbakat dari Aceh



Salah satu Kartunis Aceh yang aku selalu suka karya-karyanya adalah Olexs Cartoonist. Olex termasuk salah seorang kartunis berbakat di Aceh yang saat ini menjabat sebagai ketua PAKARTI ACEH (Persatuan Kartunis Indonesia - Aceh).
B'Olex
Walaupun sering lihat karya-karyanya, aku sendiri bertemu dengan Olex pertama sekali di sebuah percetakan di Banda Aceh, tapi karena orangnya ramah, jadinya seperti sudah lama kenalan. Nama sebenarnya Firman, tapi ga tau juga kenapa bisa dipanggil Olex, apa mungkin singkatan dari Orang Je..... #IlangSinyal.

Sejarah memulai
Olex sendiri memulai menjadi kartunis sejak bergabung di media. Dari situ dia mulai tertarik menjadi kartunis karena menurutnya kartunis juga ikut memberitakan suatu hal, tetapi lewat kartun. Di Media dia belajar  bagaimana membentuk karakternya yang awalnya lebih manga sampai akhirnya memiliki karakter sendiri. Mempelajari bagaimana cara memberitakan sebuah berita lewat gambar,serta harus sering-sering baca Koran serta tanggap terhadap satu isu yang berkembang di masyarakat, membuat kartun si Olex jadi lebih masuk di masyarakat.
Proses Pembuatan Karikatur
Menurut Olex pembuatan karikatur biasa ya diawali dengan isu yang berkembang dalam masyarakat, setelah tau isu, kemudian harus memikirkan ide dan bagaimana bentuknya. Setelah dapat ide maka dibuat sketsa kasar pada kertas dengan menggunakan pensil. Sketsa kasar kemudian dibuat outlinenya dengan pensil dan drawing pen, kemudian discan dan diperbaiki di komputer melalui hingga finishing.

Selain membuat kartun dia bekerja di salah satu percetakan besar di Banda Aceh, desain mendesain, gambar menggambar, membuat karikatur wajah, poster maupun baliho.


Karya-karyanya udah banyak banget, mulai dari komik, karikatur bahkan sering juga digunakan untuk kampanye-kampanye kegiatan pemerintah dan NGO, dan dia juga bersama teman-teman yang lain mencetus Komik Kacang, majalah kumpulan komik karya kartuni/komikus di Aceh, hebat ya.

Dia juga mencetuskan pameran Banda Aceh dalam kartun, jadi semua kartunis atau komikus yang ada di Aceh maupun di luar ikutan membuat karya apa pun yang bertemakan Banda Aceh, sangat menarik.
Target kedepan, mungkin dengan adanya wadah chapter/cabang PAKARTI ACEH bisa membuat kartunis-kartunis di Aceh bisa bersatu dan bisa membuat event-event kartun bersama.

Tips Menjadi Kartunis ala Olex
Untuk bisa menjadi kartunis menurutnya bukan dari bakat saja, tapi lebih kepada kemauan yang besar, kemauan yang besar untuk bisa menggambar, proses belajar. Kemauan yang kuat untuk tau dan mengerjakannya, coba dan coba hingga tau bahwa kamu bisa.

Cobalah untuk mulai menggambar serta sering melihat gambar-gambar orang lain dan terus berusaha untuk bisa. Menurutnya Bakat tanpa kemauan nihil, tapi kemauan besar walau tanpa bakat masih ada harapan untuk bisa.


Sekarang Olex sedang membuat project komik stripnya bisa dilihat di sini.


Terus berkarya lex, semoga bisa terus menjadi inspirasi untuk anak-anak muda kreatif di Aceh dan Indonesia.

Buat teman-teman yang tertarik mengenal lebih dekat dengan Olex atau mau punya karyanya bisa menghubungi :

085260133211
pin bb :
7D489835
email : olexscartoonist@gmail.com
twitter : @olexscartoonist


*Sumber : www.desainstudio.com dan facebook

Kamis, 03 Juli 2014

D’Tik Pop, Usaha Mencit yang Omsetnya Selangit



Pernah dengar dongeng Peniup Seruling dari Hamelin? Cerita tentang peniup seruling di Kota Hamelin, Jerman yang menghilangkan banyak tikus dengan seruling ajaibnya. Oke, kita ga akan ceritain si peniup seruling itu, karena ada pengendali tikus putih yang lebih menarik untuk diceritakan, dan ini bukan dongeng, hehe.

Sebut saja Siti dan Jane, dua cewek cantik berkerudung ini mampu mengendalikan tikut putih atau yang dikenal dengan mencit dan menjadikannya peluang usaha yang menggiurkan. Mencit itu biasa digunakan sebagai bahan percobaan yang lebih mendekati dengan kondisi manusia. Pertama sekali bertemu dengan mereka di seleksi Wirausaha Muda Mandiri Kanwil 1, ngga pernah menyangka kalau usaha mereka mengembangbiakan tikus.
Siti dan Jane
Masalah menjadi Peluang
Untuk sebagian besar orang, tikus jadi hal yang paling ingin dijauhi, ya setelah mantan pastinya, #KemudianCurhat. Tapi tidak dengan 2 orang ini, mereka melihat ini sebagai peluang. Awal kuliah, Siti dan Jane sering melihat teman-temannya kesulitan mendapatkan tikus putih atau mencit untuk bahan penelitian laboratorium. Kalau pun ada belum tentu tikus putih itu murni alias sudah pernah digunakan sebagai tikus percobaan. Dari situlah mereka tergerak untuk mengembangbiakkan sendiri tikus putih sehingga memudahkan para mahasiswa maupun dosen mendapatkan obyek penelitian.

D'tik Pop team dan Ketua LIPI, Prof Lukman Hakim
Tapi tidak sembarangan, mereka berdua juga punya ilmu yang mumpuni untuk mengembangbiakan mencit, di belakang namanya mereka berdua udah ada titel S.Si.,M.Si, kalau di tingkat penyihir mereka selevel dengan Saruman, Penyihir Putih di Lord of the Ring. Mereka berdua Lulusan Pascasarjana Biologi, FMIPA, Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 2013. Akhirnya dengan niat membantu banyak orang, mereka mendirikan D’Tik Pop singkatan dari Dagangan Tikus Populer.

Ilmu yang mereka dapat tidak instan, awalnya mereka berlatih dengan 3 ekor mencit yang didapat dari Universitas Indonesia (UI), kemudian berkembang hingga 500-800 ekor per bulan, wow banget kan. Pengembangbiakan mencit menurut mereka mudah. Sepasang ekor mencit yang sudah kawin bisa melahirkan 14 ekor anak mencit dalam kurun waktu dua bulan, dan sebulan kemudian produksi kembali. Tapi prinsipnya mereka berusaha memberikan mencit dengan kualitas terbaik, benar-benar galur murni. Bukan yang bekas penelitian atau yang pernah diberi obat, walaupun di luar badan dan juga memiliki surat kode etik.

Mereka memasok kebutuhan mahasiswa dan dosen di Universitas yang ada di kota medan, diantaranya: USU, UNIMED, UMN, UMSU, UISU, Tjut Nyak Dien, POLTEKES & GIZI dan ke ratusan mahasiswa yang tersebar di sejumlah universitas, seperti: Universitas Syiah Kuala di Aceh, dan perguruan tinggi di Riau.

2014 ini mereka mengembangkan usaha mereka dengan membuat kandang khusus di daerah Tembung, Medan. Yang jauh dari pemukiman sehingga tidak mengganggu tetangga sekitar. Mereka sekarang memiliki 5 karyawan yang khusus untuk Controlling mencit. Selain itu Jane dan Siti juga membuka kesempatan untuk konsultasi penelitian tentang mencit dan terbuka untuk siapa saja yang mau belajar tentang mencit.

Mimpi ke depan
Mimpi mereka ke depan mereka bisa masuk ke sekolah-sekolah di pedalaman yang belum memiliki laboratorium untuk praktek langsung pengenalan dan pengamatan anatomi tubuh mahkluk hidup dan punya laboratorium sendiri untuk membantu meringankan mahasiswa untuk sewa gedung dan mempermudah riset mereka.

Nah yang menarik ni, ternyata penghasilan jualan mencit ini menggiurkan, sebulan rata-rata mereka dapat minimal Rp 16 juta-25 juta, Bikin ngiler kan ya? dan ini bukan dongeng.

Selain aktif mengembangkan mencit, mereka juga gampang ditemukan di jejaring sosial, karena banyak juga pembeli yang memesan secara online, yang penasaran dengan mereka, bisa langsung ke D’Tik Pop atau gabung di Wirausaha Muda Mandiri tahun ini, karena mereka ada di sana, saatnya Yang Muda Yang Menginspirasi!

D' Tik Pop
Alamat: Jl. Parang 1 No. 12 A, Simpang Pos, Padang Bulan, Medan.
CP: Jane (081375724162) Siti (085761441836) Pin BB: 749FAA0E, 764C755E
Twitter: @DtikPop, email: DTikPop@yahoo.com