Minggu, 23 Februari 2014

Perubahan

Banyak yang bilang,"Jrah, kenapa maruk banget sih, ikutan duta wisata di mana-mana?, di Malang lah, di Jatim lah, di Sabang, NAD lah". Hehe, cuma bisa senyum. Tapi sebenarnya aku ngikut kegiatan duta wisata itu lebih bagaimana berkontribusi ilmu yang kupunya, juga mencari pengalaman dan ilmu baru untuk bisa kubagikan lagi. 

Prinsip hidupku, aku ingin bermanfaat buat orang lain terutama untuk sekitarku, karena orang tuaku selalu mendoakan aku, abang-abangku dan adek-adekku, agar terus berguna untuk orang lain dengan ilmu apapun yang kami miliki.

Ada hadist juga yang selalu kuingat dan jadi semangatku sampai sekarang, 

Rasulullah SAW bersabda, "Khairunnas anfa’uhum linnas", yang artinya, "Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)

Aku yang dulu
Dari semua kegiatan yang kuikuti ada banyak sekali ilmu dan pengalaman yang kudapat, yang membuatku ke perubahan yang lebih baik.

Aku memulai perubahanku ketika mengikuti Kakang Mbakyu Duta Wisata Kota Malang 2006. Aku di kampus termasuk orang yang introvert, mulai mengalami perubahan sedikit lebih sedikit, mulai belajar membuka diri, belajar berbicara di depan umum, belajar sedikit mengubah penampilan, belajar sedikit mengenal karakteristik orang, belajar sedikit menghargai karya orang, belajar sedikit memberi, belajar sedikit mengenal bahasa dan kesenian baru, semuanya serba baru. 

Tapi sebenarnya aku mengikuti pemilihan Kakang Mbakyu Malang untuk mencoba mengaplikasikan ilmu yang kudapat di kampus ke lapangan, alhamdulillah di saat itu juga aku mendapatkan kesempatan terbaik untuk berbuat lebih. Alhamdulillah Konsep Malang Welcoming City dan si Tukoma (Tugu Kota Malang) yang kubuat untuk Kota Malang dipakai dan dilaunching langsung oleh Walikota Malang, Pak Peni Suparto #TerharuDiPojokan, dan ternyata berkat konsep itu juga aku terpilih menjadi Kakang Malang 2006. Di sini aku belajar, untuk membuat orang lain mendengarkan kita, kita harus menjadi "seseorang" dulu, dan untuk menjadi "seseorang" itu butuh proses dan pengorbanan.
 
Selain karya desain yang dipakai, banyak ide dan programku yang bisa diaplikasikan, bahkan sering diajak kepala dinas Parinkom (Pariwisata dan Komunikasi) di hampir setiap kegiatan beliau di balai kota atau bahkan di ruang sidang DPRK, ya walaupun cuma jadi astrot (Asisten sorot) atau bahkan jadi desainer lay outer, itu udah bikin aku bahagia banget, setidaknya bisa ketemu dengan pejabat-pejabat penting di Kota Malang dan sebagai anak kosan, bisa makan enak dan gratis, hehe.

Di Kakang Mbakyu Malang juga aku jadi belajar bagaimana berorganisasi, karena setiap Kakang yang juara diwajibkan jadi Ketua Paguyuban, PAKANDAYU Kota Malang (Paguyuban Kakang dan Mbakyu), mau ga mau harus mengatur teman-teman yang luar biasa ini, tapi sangking luar biasanya kadang suka nyusahin, kalau bikin acara, fashion show atau penampilan apa gitu, suka muncul telat atau ga datang sama sekali, mau ga mau aku harus muncul gantiin, padahal jalan di catwalk aja masih bingung, saknonya (kasihannya). Tapi di sini aku belajar, hidup emang harus dijlani apapun itu tantangannya, and show must go on.
Finalis Kakang Mbakyu Malang 2006
Salah satunya jadi korban untuk menggantikan model cowok yang tak datang dan bajuku kedodoran, malu dengan temen-temen lain yang memang model-model Top di Malang
Dan ternyata cobaan ga sampai di situ saja, masih banyak lagi bermunculan, mulai dari ngajarin Mas-Mas Cat Walk, Terjebak Donor Darah, Gagal Akting di Ketoprak Humor, Berjemur Cantik di Pawai Bunga, Nembang Gagal Kemudian Hening, yang akan kuceritakan di postingan-postingan selanjutnya ya.

Setelah dari Kakang Mbakyu Malang, aku harus mewakili Kota Malang ke pemilihan Raka Raki Jawa Timur, Duta Wisata Jawa Timur. Di sini aku harus bersaing dengan teman-teman 37 Kota/Kabupaten yang ada di Jawa Timur, beuh persaingan berat!

(Bersambung)

8 komentar:

  1. ya, haha... nongol juga foto jadulnya... itu candid camera apa sengaja Bang? :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu foto biasa, ya abang jarang difoto sebelumnya, itu pas temen-temen tanding bola, abang bagian foto-foto eh, difotoin, ya jadinya gitu

      Hapus
  2. Woaaaaa....Hijrah yang pake kacamata itu culun bangeeeeet. tadi hampir aja gak kenal kalo hijrah gak bilang itu hijrah. Itu waktu kuliah di Malang ya Jrah? Jadi kacamatanya ke mana sekarang? Asliiii...beda kaliiiiii euy. Hijrah tau telenovela yang judulnya 'Betty Lafea'? si cewek berkawat gigi dan berkacamata. Trus dia lepas kacamatanya dan kawat giginya, jadi berubahlah dia menjadi cantik :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, iya kak, pas kuliah, ya tau, itu juga salah satu motivasi setelah nonto film itu :D

      Hapus
  3. Photo jaman mudanya kayak kutubuku gt ya bang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, bukan kayak, tapi emang kutu buku, sekarang kan masih :D

      Hapus