Senin, 14 Juli 2014

@PrakaBowTie Dasi Kupu-Kupu Cita Rasa Indonesia

Aku dapat kiriman bow tie atau  dasi kupu-kupu dari temenku Andy Setyawan @SetyawanAndyeah, setahuku anak muda lulusan s2 Magister of National Ressilience Univ.of Indonesia ini pintar dan suka dengan fashion yang sering dibuat dan dipakainya sendiri, tapi aku baru tahu ternyata dia sudah memulai usaha kreatifnya dengan label @HaprakaIndonesia.

Ngomongin tentang bow tie, jujur aku sendiri awam dengan benda ini, tapi ternyata ngobrol dengan Andy dan hasil ngegoogle ada banyak informasi yang kudapat tentang si dasi pendek ini.


Sejarahnya
Jadi dulunya berawal dari kebiasaan pedagang Kroasia mengikatkan scarf untuk menahan bukaan kerah baju mereka di abad ke-17, dasi kupu-kupu atau bow tie menjadi bagian dari tren pakaian pria hingga kini. Bow tie, pada awalnya disebut dengan Cravat, sebutan dari Kroasia dan terus mengalami perkembangan pesat pada abad ke 18 hingga 19. Awal perkembangannya, dasi kupu-kupu sebagai lambang status sosial, dan juga menandakan profesi tertentu. Arsitek, pengacara, profesor universitas, guru, dan politisi, kayaknya sebagai seorang yang ngakunya Planolog bisa juga pake bow tie, haha. Tapi belakangan bow tie sering digunakan pada pesta-pesta formal dengan kode pakaian black tie lengkap dengan tuxedo, ya yang pasti ngga perlu sambil gigit bunga mawar dan memakai topeng.

Bow tie banyak dipake artis
Sekarang bow tie sudah menjadi aksesoris alternatif bagi yang ingin tampil beda. Warna dasi kupu-kupu pun tidak lagi terpaku pada warna polos. Ada begitu banyak pilihan model, warna, corak, dan jenis. Mulai dari polkadot dengan bahan rajut, hingga berbahan sutra bermotif garis.

Ada yang berpendapat bow tie itu memiliki gaya yang abadi karena dari cikal bakal high society, dasi kupu-kupu memang berasal dari kebudayaan Anglo-saxon. Populer di Prancis, bow tie belakangan juga banyak di pakai oleh bangsawan Inggris dalam jamuan resmi, dan akhirnya diadopsi oleh masyarakat Amerika Serikat.

Kombinasi penampilan Bow Tie dengan kemeja dapat dikenakan saat menghadiri jamuan santai, dapat dipastikan akan mencuri perhatian dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan.

Bow tie Songket Makassar
Praka Indonesia sendiri hadir mulai Juni 2013 sebagai brand fashion laki-laki yang akan menawarkan berbagai macam produk fashion mulai dari sepatu, tas, t-shirt, shirt, topi dan lain-lain, untuk lebih jelasnya bisa dilihat di sini. Nah Praka Bow Tie ini adalah salah satu produk Praka Indonesia yang berupa bow tie, selain dasi kupu-kupu yang umum, PrakaBowTie memproduksi Bow Tie dengan kain-kain khas Indonesia, mulai dari songket, batik hingga kain tenun, jadi cocok juga untuk pengoleksi wastucitra Indonesia dalam bentuk yang lain. Harganya sendiri cukup terjangkau, Rp.45.000. - Rp.50.000. Uniknya lagi selain mengangkat warna Indonesia, Praka Indonesia juga menyisihkan sebagian keuntungan dari penjualan produk untuk social actvity.

Bow tie Sarong Bugis
Untuk lihat semua koleksi @PrakaBowTie, bisa lihat di instagramnya

Bagus-bagus ya?
Aku akhirnya nyobain juga yang udah dikirim Andy, dapat warna coklat, lucu! hehe. 

Selain bisa dipakai sendiri, sepertinya bisa jadi salah satu alternatif oleh-oleh buat temen-temen di luar negeri, jadi sekalian juga memperkenalkan budaya Indonesia.

Yang tertarik selain bisa lihat di instagramnya boleh langsung hubungi  :
@Setyawanandy @prakaindonesia
+6285697636473, +6281212821987

Salam Kreatif

Prakabowtie

2 komentar:

  1. Wow...
    Aku juga pernah pake dasi kupu-kupu, waktu mau bikin pasfoto untuk ijazah selesai kuliah, wkwkwk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh ya? terus pakenya di dalam jilbab kak?

      Hapus