Selasa, 07 Oktober 2014

10 Kuliner yang Wajib Dicoba di Aceh

Makanan Aceh merupakan perpaduan berbagai kebudayaan seperti Arab, India, Siam, Spanyol, Cina, hingga Belanda. Namun yang paling banyak mempengaruhi adalah Masakan Arab dan India yang menggunakan banyak bumbu dan rempah-rempah. Orang Aceh sangat menghargai makanan, sehingga makanan pun digarap dengan serius, tidak jarang pula ditemui orang yang makan hingga keringetan. 
 
Belum sah rasanya ke Banda Aceh sebelum mencicipi makanan khas yang ada di sana, ini dia 10 Makanan kuliner yang wajib dicoba di Aceh

1. Ayam Tangkap
Ayam yang digoreng dengan berbagai macam rempah dan bumbu, seperti Daun Temurui, Bawang Merah dan bawang putih, dan cabe hijau. Biasanya disajikan dengan bumbu kecap dan nasi yang hangat. Harga per paketnya Rp. 60.000/ekor, biasa untuk 4-5 orang. Bisa didapat di RM. Aceh Rayeuk, RM Cut Dek dan RM. Hasan


2. Mie Aceh
Mie yang dimasak dengan berbagai macam rempah yang menggugah selera makan, biasa ditawarkan dengan berbagai macam isi seperti, kepiting, Cumi-cumi, udang, atau Jamur. Harga perporsinya mulai Rp.12.000/piring. Bisa didapat di RM. Mie Razali, Yellow Cafe, REX, Coffee Bay dan masih banyak lagi.
Mie ACeh Kepiting, Foto by : Frans Dellian
3. Gule Plik U
Berbagai jenis sayuran segar yang dicampur dan dimasak dengan bumbu khusus, Plik U (Kelapa yang sudah difermentasi). Harga per piringnya Rp. 8.000, Bisa didapat di RM. Aceh Rayeuk, RM. Ujung Batee dan Rumah Makan Aceh lainnya.
Gulee Pliek U, Foto by : Frans Dellian
4. Gule Kambing
Daging kambing yang empuk dimasak dengan potongan nangka muda, memiliki rasa yang unik dan menggugah selera. Biasa disajikan dengan minuman timun serut (I Boh Timon). Air timun ini juga berfungsi sebagai penetralisir agar tidak terjadi darah tinggi. Harga mulai Rp.12.000/porsi. Bisa ditemukan di RM. Aceh Rayeuk, RM. Hasan, RM. Aceh Spesifik, RM. Nasi Kambing dan lain-lain.
Gulee Kameng (Gulai Kambing)

5. Daging Masak Putih (Sie Reboh Puteh)
Daging sapi yang direbus dengan santan dan bumbu lainnya ini, memiliki rasa yang unik, selain dagingnya yang empuk, rasa manis membuat makanan ini digemari anak-anak dan orang dewasa yang tidak menyukai masakan yang pedas dan asin, sekali mencobanya bisa bikin ketagihan. Bisa ditemukan di RM. Aceh Rayeuk dan rumah makan yang menjual masakan Aceh lainnya. Harga dimulai Rp.8.000/porsi.
Sie Reuboh Puteh, Foto by : Frans Dellian
6. Martabak Aceh (Telur)
Martabak ini terbuat dari tepung terigu yang ditutupi dengan telur yang sudah dicampur dengan berbagai jenis sayur yang telah dipotong kecil-kecil. Biasanya disajikan dengan acar bawang merah dan cabe rawit. Yang uniknya, alat masak yang digunakan berbentuk petak dan datar. Harga mulai Rp. 7.000/porsi. Bisa ditemukan di REX, Peunayong, Ulee Kareng, Helsinki, Dapu Kupi dan lain-lain.
Martabak Telur, foto by : st4bilo.com
7. Roti Cane
Tepung terigu yang sudah dibentuk bulat dimasak dengan menggunakan mentega, kemudian disajikan dengan berbagai macam rasa, seperti durian, kari ayam, kari kambing, cokelat ataupun hanya gula pasir. Harga mulai Rp. 8.000/porsi. Bisa ditemukan di Canai Mamak KL, Setui, Canai Mamak di Simpang BPKP, Canai Ayah di Ulee Kareng.
Roti Cane

8. Ikan Kayu
Ikan kayu atau eungkot Keumamah, ini sudah terkenal sejak masa peperangan di Aceh. Ikan yang dikeringkan ini sangat nikmat bila dimasak dengan gulai aceh. Yang menariknya ikan ini bisa bertahan hingga bertahun-tahun, oleh karena itu juga makanan ini menjadi andalan Orang Aceh ketika perang, enak dimakan dan tahan lama. Harga mulai Rp. 20.000/kemasan. Bisa ditemukan di toko oleh-oleh Aceh.
Eungkot Keumamah (Ikan Kayu)

9. Sate Matang
Sate yang terkenal karena dagingnya yang empuk, karinya yang lezat dan bumbu kacangnya yang gurih. Kita bisa merasakan kelezatannya sate ini di REX, Peunayong dengan harga Rp. 20.000/porsi.
Sate Matang, Foto : atjehliterature.blogspot.com
10. Bubur Kanji Rumbi
Bubur yang terbuat dari beras pulen ditumbuk kasar yang direbus dengan campuran rempah-rempah seperti, ketumbar, lada, bawang merah, jahe, biji pala, dan adas manis. Biasa disajikan dengan ayam, udang atau telur setengah matang di atasnya. Bisa ditemukan di Bubur Jagung, Ulee Kareng mulai Rp. 8.000.
Bubur Kanji Rumbi, Foto by : Frans Dellian
Masih kurang? Ayo segera ke Banda Aceh, masih banyak makanan menggiurkan disini!
Feel the harmony, discover extraordinary!

Minggu, 05 Oktober 2014

Menikmati Kelezatan Mie Cek Mun Bireuen Ulee Kareng



Cek Mun dan kedainya
Mie Aceh bisa jadi menjadi salah satu kuliner yang paling banyak diminati di Aceh, karena rasanya yang lezat dan mudah ditemukan hampir di semua warung kopi yang ada di Aceh. Tapi setiap juru masaknya memiliki cita rasa tersendiri, salah mi satunya yang waijb dicoba adalah Mie Aceh hasil racikan Cek Mun. Perpaduan bumbu seperti kunyit, daun salam koja, dan rempah-rempah lain sangat pas, tekstur mie-nya yang kenyal, sungguh mampu memberi sensasi rasa tersendiri saat menyantapnya, ditambah lagi Acar Bawang Merah, Potongan Timun, Jeruk Nipis dan Kerupuk Melinjo yang renyah, mangat that! (Enak sekali). Rasanya yang pedas dan cita rasa kari yang kuat, dan cocok untuk siapa saja, bahkan buat yang baru pertama kali mencicipinya. Oh iya, untuk kamu yang tidak kuat pedas, pedasnya bisa ditambah atau dikurangi sama juru masaknya.
Mie Goreng Basah pake telur

Mie Aceh Cek Mun Bireuen sendiri tersedia dalam tiga jenis, Mie Goreng, Mie Kuah dan Mie Goreng Basah. Buat kamu yang spesial, Mie Cek Mun juga menawarkan tambahan lain seperti telur, udang, cumi, daging sapi dan kepiting. Dijamin bakal bikin ketagihan!


Walaupun namanya Cek Mun Bireuen, bukan berarti lokasinya di Bireuen, Mie lezat ini berada di Ulee Kareng, sekitar 10 menit perjalanan dari pusat Kota Banda Aceh dan hanya 5 menit jalan kaki dari Mister Piyoh Ulee Kareng, hehe.

Lokasi: Mie Aceh Cek Mun Bireuen, Jl. Kebon Raja, Ulee Kareng, Banda Aceh. Harga: Rp.7.000 – Rp25.000 Jam buka: Senin - Minggu, pukul 11.00 – 23.00 WIB.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Mengintip Buku 50 Wisata Domestik (Wisdom) Indonesia



Buku 50 Wisata Domestik Indonesia

Alam Indonesia memiliki keindahan dan keunikan yang sering membuat kita tercengang, takjub bahkan tak jarang membuat kita bangga. Tapi sayangnya masih banyak dari kita yang belum sadar akan potensi Wisata Domestik yang kita miliki, sampai akhirnya diakui oleh orang lain.

Salah satu buku bagus yang kurekomendasikan untuk para pejalan (Piyohlovers) adalah Buku 50 WisDom Indonesia. Buku 50 WidDom (Wisata Domestik) Indonesia ini adalah buku yang menyatukan keindahan alam, obyek wisata, kesenian dan budaya, serta tidak ketinggalan kuliner dan oleh-oleh yang ada di Indonesia. Membaca buku 50 Destinasi ini membuat kita terinspirasi untuk keliling Indonesia. di buku ini detail menjelaskan tentang destinasi wisata dan budaya yang  menarik dan wajib kunjungi di Indonesia dan bahkan menyajikan fakta-fakta menarik yang jarang atau belum kita tahu. 

Buku karya Pak Anton Thedy, owner TX Travel dan Mas Arif Firmansyah, Jurnalis Tempo ini bisa jadi panduan buat kita untuk mengenal 50 Wisata Domestik di 50 tujuan wisata unggulan Indonesia yang berbeda, mulai dari Aceh hingga Papua, setiap daerah diceritakan secara menarik dengan keunikan-keunikan tersendiri dan sudah berkelas dunia.

Tujuan utama buku ini adalah untuk promosi potensi wisata domestik dan juga untuk menyadarkan kita akan potensi yang besar akan Wisata Domestik, sehingga akan menumbuhkan rasa kecintaan kita terhadap negara kita dan juga ikut membantu perkembangan perekonomian daerah.
Bagian dalam 50 WisDom Indonesia tentang Kuliner di Aceh
Buku yang memiliki 272 halaman ini juga menampilkan foto-foto yang luar biasa dan disajikan full color, jalan-jalan dan memotret adalah bagian yang tidak terpisahkan, sebagian besar kita pada saat liburan pasti membawa kamera. Jadi buat kamu yang ingin keliling Indonesia dan suka mencari tempat yang menarik, buku ini wajib dimiliki karena bisa jadi referensi untuk mencari tempat-tempat terbaik untuk stok foto, baik untuk keperluan blog, atau hanya sekedar pamer ke teman-teman di sosial media.

Buku ini akan segera tersedia di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung di seluruh Indonesia. Tapi buat kamu yang ingin dapat buku ini secara gratis dengan follow akun Twitternya Pak @AntonThedy dan @TX_Travel bagi yang beruntung, jadi jangan sampai ketinggalan!

Kamis, 02 Oktober 2014

Mengenal Keindahan Batik Batak Gorga

Batik Gorga Batak
Mumpung lagi Hari Batik Nasional, kali ini aku akan membahas sedikit salah satu batik yang kupunya. Batik ini kudapat ketika mengikuti Wirausaha Muda Mandiri 2013, Batik ini mewakili Team Kanwil 1.

Nama batiknya adalah Batik Gorga Batak. Gorga sendiri berarti corak, motif dan gambar ukiran yang ada di bagian luar Rumah Adat Batak Toba (Rumah Bolon) ataupun alat musik seperti gendang, serunai, dan kecapi.  

Batik Gorga menampilkan berbagai ukiran-ukiran tersebut di atas kain. Proses pembuatannya dibuat dengan tulis menggunakan tangan, sedangkan warna menggunakan warna alami. Biasanya menggunakan warna Merah, Hitam dan Putih. Warna yang tiga macam ini disebut  Sitiga Bolit atau Sitiga Bolit. 

Sitiga Bolit sendiri adalah tiga benang dijalin secara teratur menjadi satu (bonang manalu) dengan ukuran tertentu digunakan untuk ikat yang melilit di kepala, seperti bentuk serban.  Tiga (sitiga) artinya tiga, dan bolit artinya belit, belitan, pilinan, atau jalinan.
Ketiga warna tersebut juga mempunyai makna dan simbolisme khusus menurut kepercayaan religi Batak kuno, yaitu:
  • Putih   sebagai perlambang kesucian, kebenaran, kejujuran dan ketulusan (sohaliapan, sohapurpuran),  juga simbol kosmologi Banua Ginjang (dunia atas)
  • Merah sebagai perlambang kekuatan (hagogoon) dan keberanian, simbol Banua Tonga (dunia tengah).
  • Hitam  sebagai perlambang kerahasiaan (hahomion), kewibawaan  dan kepemimpinan, simbol Banua Toru (dunia bawah)
Salah Satu Motif Gorga, Sumber di sini
Rumah Bolon, sumber di sini
Nah, dulunya Orang Batak Toba menggunakan bahan-bahan cat untuk pewarna alami, seperti :

  1. Cat Warna Merah diambil dari batu hula, sejenis batu alam yang berwarna merah yang tidak dapat ditemukan disemua daerah. Cara untuk mencarinya pun mempunyai keahlian khusus. Batu inilah ditumbuk menjadi halus seperti tepung dan dicampur dengan sedikit air, lalu dioleskan ke ukiran itu.
  2. Cat Warna Putih diambil dari tanah yang berwarna Putih, tanah yang halus dan lunak dalam bahasa Batak disebut Tano Buro. Tano Buro ini digiling sampai halus serta dicampur dengan sedikit air, sehingga tampak seperti cat tembok pada masa kini.
  3. Cat Warna Hitam diperbuat dari sejenis tumbuh-tumbuhan yang ditumbuk sampai halus serta dicampur dengan abu periuk atau kuali. Abu itu dikikis dari periuk atau belanga dan dimasukkan ke daun-daunan yang ditumbuk tadi, kemudian digongseng terus menerus sampai menghasilkan seperti cat tembok hitam pada zaman sekarang. 
Ternyata dibalik setiap batik ada banyak kreativitas dan cerita yang menarik ya, jadi wajar kalau batik pada tanggal 2 Oktober 2009 ditetapkan oleh UNESCO dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia. 

Selamat Hari Batik Nasional
Salam Kreatif!

Sumber : 
1. Wikipedia
2. Gorga Batak Toba, http://duniawisata5.blogspot.com/2013/11/gorga-batak-toba.html
3. Bonang Manalu dan Sitiga Bolit, http://haposanbakara.blogspot.com/2013/01/bonang-manalu-sitiga-bolit.html

Rabu, 01 Oktober 2014

30 Facts About Me




Karena Tantangan 20 Fakta Tentangku terlalu mainstream, dan di umurku yang ke 30 jadi kubuat ini, semoga bisa jadi pembelajaran kita bersama, haha, biasa aja keleeus.

1. Namaku Hijrah Saputra. Aku pernah nanya ke bapak dan mamak, katanya itu nama yang unik, cuma satu-satunya di dunia dan aku sangat percaya itu, tapi setelah aku cek dan ricek, ternyata ada banyak sekali nama sepertiku, bahkan sama persis, oke mungkin cuma satu-satunya di dunia, dunianya bapak dan mamak, haha, tapi aku suka. Aku diberi nama Hijrah karena lahir pas tahun baru Hijriyah, dan mungkin orang tua berharap aku bisa pindah dari yang buruk ke hal-hal yang baik, katanya sih gitu, tapi ternyata sekarang aku jadinya suka berkeliaran (hijrah) ke sana kemari, jadi buat temen-temen coba pikir-pikir lagi kalau kasih nama anak Hijrah.

2. Waktu SD, pernah main Kasti, aku kebagian jadi penangkap bola, maksud hati ingin membantu tapi apa daya, bukan bola yang dipukul, kepalaku jadi sasaran Plang (Tongkat) Kasti, sakitnya itu di sini #Ngelus2Kepala, sejak saat itu aku jadi males ikutan olahraga yang pakai alat, jadi lebih memilih olahraga yang pakai hati, iya Hati kamu. ;)

3. Waktu SMP, aku sempet masuk daftar hitam sekolah karena alasan direbutin cewek-cewek se-kelas. Aku sudah berfirasat sejak di perpustakaan, insting laba-labaku bekerja, maksud hati mau baca Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berat banget kan bacaanku? Emang!, baru mau megang, tiba-tiba aja bukunya terlepas dari tangan, jatuh dan sobek! Aku bingung, penjaga pustaka panik, abang bakso mlengos #KemudianSenyap. Balik ke kelas, ternyata cewek-cewek di kelas pada berantem, katanya rebutin aku #SilahkanMuntah. Aku dipanggil ke kantor guru dan di sidang, alhasil keputusan guru, namaku dimasukan ke daftar hitam sekolah. Selama seminggu aku dinyinyirin kakak-kakak kelas #NangisDiPojokan #TolongBaimYaAllah

4. Waktu SMP, aku pernah dapat nilai merah untuk pelajaran Bahasa Daerah, itu karena.... karena.... oke, Bahasa Aceh-ku emang parah, tapi sekarang, jangan ditanya lagi, pokoknya jangan!

5. Waktu SMP, aku sempat dapat NEM terbaik se-sekolahan, alhasil aku harus mewakili sekolah untuk tes masuk ke SMA Modal Bangsa, sekolah menengah atas yang favorit se-Aceh, padahal cita-cita pengen masuk SMA yang ngga ada pelajaran matematika atau pelajaran berhitung lainnya sama sekali, emang ada ya? #Polos. Ujian tes masuk pun dimulai dan hasilnya lolos, itu artinya aku harus masuk asrama dan belajar matematika, fisika, kimia dan pelajaran berhitung lainnya dari pagi sampe malam #Pengsan.

6. Waktu SMA, aku diajak ikutan lomba desain, melukis atau karikatur sama temenku, sebut saja namanya Bunga (bukan nama sebenernya). Bunga ini sering juara lomba melukis, kaligrafi, desain dan lain-lain, you name it lah, pasti malaikat pun tahu dia juaranya. Tapi sejak dia ajak aku ikutan lomba, oke aku ga terlalu minat, soalnya untuk membaca aja aku sulit, dan sepertinya temen-temen malu bermain denganku #KemudianIklan. Akhirnya dengan diiming-imingi bakal dibayarin, aku terpaksa ikutan dan hasilnya beberapa kali aku dapat juara, sedangkan si bunga, ngga. #KasihanBunga. Sejak saat itu si bunga ngga pernah ngajak aku ikutan lomba lagi, dan dia menang-menang lagi, dan semua berakhir bahagia, ya setidaknya bahagia buat Bunga.

7. Waktu SMA, pernah jadi vokalis band kelas, ya walaupun levelnya kelas, rasanya udah kayak vokalis band papan atas, rasanya ya, tapi kenyataannya, stop! Ga usah dibahas. Tapi itu ga lama, sejak suaraku pecah jadi ngebas, ngga dipake lagi, akhirnya aku off di dunia entertain #Halah, gabung dengan temen-temen kutu buku, sejak itu aku sadar, ilmu itu lebih penting dari segalanya #Catet.

8. Waktu SMA, pernah jadi Ketua Barak, nama baraknya, Elang. Ngawasin barak itu PR berat banget, selain penghuninya pada kurang rajin, kita juga selalu diawasin sama pengawas asrama dan dikasih laporan tiap minggunya, pernah sekali pas pengumuman mingguan lebih tepatnya di mushallah abis shalat magrib, pengawas asrama ngomong, “Barak Elang.....”, semua udah terdiam menunggu pernyataan selanjutnya, “Bau!” Dan semua mata tertuju padaku, aku menciut, rasanya pengen punya mantra bisa menghilang di keramaian.

9. Waktu SMA, aku jadi team peniup terompet di Marching band, pokoknya keren banget lah, tiup, tiup, pencet, pencet, goyang, goyang, #Lho?. Tapi itu pun ngga lama, aku nghilangin Mouthstok, aku lupa namanya, yang buat tiup-tiup kek gitu. Nah, sejak barang itu hilang, akhirnya aku dipindahin jadi pemegang bass, kebayang dengan badanku yang tegap ini harus ngangkat benda berat itu berjam-jam, berasa jadi ibu hamil! Tapi aku jadi tahu banget rasanya jadi ibu hamil itu seperti apa, I feel you. 

10. Waktu SMA, pernah jadi suka sama cewek temen sekelas, tapi ngga berani ungkapin. Dulu niatnya bantuin temen-temen untuk bantuan nyari info tentang dia, niat mau bantuin temen malah jadi suka, akhirnya jadi modus. Baru tahu pas sudah kuliah, ternyata dia juga suka, dan masih menungguku sampai aku balik, bahkan sampai sebelum pernikahannya, iya semua sudah terlambat, dia udah jadi istri orang lain, #LambaikanTanganKeKamera #AngkatTopi #AngkatJemuran.

11. Lulus SMA, milih jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi), maksud hati sih pengen masuk Arsitek, tapi apa daya, jurusannya banyak hitungannya. Jadilah masuk ke Planologi, katanya sih prospeknya bagus, banyak lulusannya jadi pejabat tinggi. Tergiur jadi pejabat tinggi, akhirnya aku mutusin ngambil Planologi ITB, karena yakin bisa masuk, tapi Tuhan berkata lain, aku lulus di Planologi Brawijaya, sedih? Bisa jadi. Tapi yakin, Allah memberikan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan #MendadakBijak #PadahalNyesal.

12. Lulus SMA, ternyata orang tua pengen aku masuk STPDN, ya sebagai anak yang berbakti aku ikutan test STPDN, dan ternyata lulus. Dan sejak itu aku berpikiran, Allah punya rahasia indah buatku di......... Universitas Brawijaya, #Lho?

13. Waktu Kuliah, aku kutu buku yang suka baca buku dan introvert, ternyata harus jadi makhluk sosial, tantangan berat, belum lagi harus belajar Bahasa Jawa, jadi aku memutuskan untuk lebih banyak waktu untuk cari kos-kosan yang lebih bagus dari kos-kosan sebelumnya, Loh? Ngga nyambung ya? ya seperti itulah hidupku awal-awal kuliah, banyak ngga nyambungnya.

14. Pernah dimarahin senior dalam ruang gelap, seniornya sangar, serem abis, tapi setelah itu aku baru tahu kalau dia sodara sepupuku, dan dia juga baru tahu kalau aku saudara sepupunya, dan kami berpelukan, aneh kan? Emang!

15. Awal kuliah, masih sempat ngerasa ngga betah kuliah, karena bukan lulus di pilihan pertama, tapi ya mau gimana lagi, kalau ikutan SPMB lagi tahun depan, sayang umur, nasi udah terlanjur jadi bubur, jadi dinikmati aja, lagian tukang bubur aja bisa naik haji, #Eh.

16. Pernah ikutan Kakang Mbakyu Duta Wisata Kota Malang 2006, awalnya niatnya sih pengen coba-coba aja, eh ngga taunya menang juara 1, #Sombong, Haha. Ngga kok, butuh perjuangan keras untuk dapat prestasi itu, mulai dari belajar bahasa jawa, belajar nembang, belajar parikan, belajar nari, modeling, public speaking dan marketing, banyak kan ya? Tapi hasilnya bisa jalan kesana-sini, ketemu dengan banyak pejabat, bisa makan enak, plus dapat uang saku. Ini mungkin rahasia Allah yang baru terbuka. Ini juga yang mengubahku, dari yang dulunya Introvert jadi Ekstrovert dan mengubah mimpi-mimpiku yang lain.

17. Pernah jadi Raka Jawa Timur 2007, oke ngga jadi juara 1 sih, Raka Harapan Berharap Juara 1. Tapi apapun predikatnya, yang penting aku jadi lebih banyak bertugas ke luar daerah dan misiku promosi Kota Malang ke luar Jawa Timur dapat, jalan-jalan lagi,yey!

18. Sudah mulai jualan waktu kuliah, bikin desain pin, stiker, gantungan kunci dan lain-lain, banyak ruginya sih, tapi proses pembelajaran. Yang aku senang kalau melihat orang-orang yang memakai produk yang aku buat, itu rasanya lebih dari apapun. Sekarang alhamdulillah sudah bisa ngatur usaha sendiri, namanya Piyoh Design, dengan produk yang ada Kaos Piyoh (Sabang) dan Mister Piyoh (Banda Aceh).

19. Jadi Cut Abang, Duta Wisata Sabang 2008, maksud hati ikutan mengembangkan dan mempromosikan potensi Pariwisata Sabang, alhamdulillah dapat kesempatan jadi Agam Duta Wisata Aceh 2008 dan juga bisa membawa Sabang ke tingkat Nasional di Duta Wisata Indonesia di tahun yang sama, lumayan, jalan-jalan gratis, hehe.

20. Pernah jalan-jalan ke Raja Ampat, gratis! Ya, alhamdulillah dapat kesempatan jadi Duta Bahari Indonesia dan  ikutan Program Kapal Pemuda Nusantara dan Sail Indonesia (Morotai dan Raja Ampat), program Kemenpora ini luar biasa, selain bisa menyatukan anak-anak muda pilihan seluruh provinsi Indonesia setiap tahunnya, juga bisa mewujudkan mimpi-mimpi kami selama di kapal dan bisa menikmati keindahan Raja Ampat langsung di tempatnya.

21. Suka Nulis dan berbagi, karena suka nulis dan berbagi ternyata bisa menemukan aku dengan orang-orang hebat, salah beberapanya, Nadine Chandrawinata, Putri Indonesia, Pak William Wongso, Pakar Kuliner Indonesia, Keluarga Esjepe dan masih banyak lagi.

22. Banyak yang bilang mirip model, tapi akunya sih biasa aja, haha #DilemparBunga

23. Sering dipanggil Heiji, padahal itu nama bapakku.

24. Umur udah 30 tapi sering dikira 23 atau 24, kayaknya aku yang salah dengar.

25. Suka Traveling tapi gratisan, jadi kalau ada yang mau sponsorin boleh, nanti boleh foto bareng aku deh, haha.

26. Sedang merintis organisasi pemuda, namanya The Leader, organisasi tapi semi Idol Group gitu, jadi fans-nya banyak, pernah dapat penghargaan MDGs Award 2103, media aja suka ngeliput gitu, hatersnya juga ga kalah banyak.

27. Pernah menang Wirausaha Muda Mandiri Kreatif, lumayan dapat ilmunya buat bagi-bagi bagi yang membutuhkan, kata bapakku buatku dan abang-abangku, berapa pun ilmu yang kalian punya, berbagilah karena bisa jadi bermanfaat buat orang lain itu lebih berharga dari apapun, see, ternyata bijak itu turunan, haha.

28. Asli Sabang, lahir dan besar di Sabang. Suka berbagi Sabang di mana aja. Ya walaupun tampang Jawa, aselinya Aceh kok, kalau ada yang ngga terima, itu mah masalah loe dan keluarga loe, bukan masalah gue #KokNyolot.

29. Punya 4 saudara dan semuanya laki-laki, kata bapak sih, kami ini Pandawa 5, aku anak ketiga, katanya sih Arjuna. Percaya? Iya, Tidak, Bisa Jadi.

30. Belum nikah, udah ditanyain sih sama mamak, kapan nikah, bingung, pasti, soalnya hati sudah tertambat di satu hati.

Ya, itulah kurang lebih 30 fakta tentangku, kurangnya nanti boleh ditanyakan sendiri ya.

Salam Kreatif!