Tampilkan postingan dengan label Wirausaha Muda Kanwil 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wirausaha Muda Kanwil 1. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2015

Tips Memilih Bacaan


Kadang kita bingung jika terlalu banyak bacaan di depan mata, padahal waktu yang kita singkat dan terbatas, belum lagi harus ngatur waktu buat hura-hura, tidur dan istirahat, Lho? haha. Oke intinya kita harus pintar-pintar memilih bacaan agar otak kita terus berkembang.

1. Lihat Manfaatnya
Sebelum membaca coba tanyakan, perlukah kita membaca ini, kalau kita masih bingung dan tidak punya alasan bagus untuk membacanya, tinggalkan. Jangan sampai kita membaca yang kita sendiri tidak yakin mamfaatnya buat kita.

2. Mulai dari yang Paling Menarik
Kalau kita punya list bacaan sebanyak list belanjaan mamak, jangan sampai kita melihatnya satu persatu karena akan membuang waktu dan akan membuat kita kelelahan di saat kita menemukan hal yang penting, sudah tidak fokus lagi #AdaAqua?. Mulailah dari yang paling menarik minat kita, lihatlah judulnya, jika menarik, bisa jadi di situlah apa yang kita cari.

3. Lihat Sumbernya
Lihat siapa penulisnya, pengirim atau sumbernya, ada kemungkinan besar jika kita sudah tahu atau pernah baca dan menyukai tulisannya, kemungkinan besar kita akan menyukai tulisan tersebut, kalau kita tidak mengetahui atau tidak suka dengan sumbernya, tinggalkan.

4. Periksa Tanggal Terbit
Kalau sudah tidak up to date, tinggalkan, kecuali bahan yang ditulis memang kita butuhkan. Carilah bahan tulisan yang terbaru, sehingga kita tidak akan tertinggal berita yang menarik, apalagi sekarang berita cepat sekali berubah, seperti skenario sinetron fiksi kondisi oknum-oknum pemerintah Indonesia yang tak habis-habis penuh dengan drama #IfYouKnowWhatIMean.

5. Bacalah dengan Cepat
Jika waktu kita terbatas, bacalah dengan cepat, temukan intinya, otak kita akan menemukan inti dari bacaan walaupun dengan waktu yang singkat, biasanya inti dari bacaan ada di awal dan di akhir tulisan, tapi ini juga perlu latihan yang cukup.

Gimana, menarik bukan?
Selamat mencoba.

Kamis, 26 Februari 2015

Miceculus, Usaha Mencit Omsetnya Selangit



Pernah dengar dongeng Peniup Seruling dari Hamelin? Cerita tentang peniup seruling di Kota Hamelin, Jerman yang menghilangkan banyak tikus dengan seruling ajaibnya. Oke, kita ga akan ceritain si peniup seruling itu, karena ada pengendali tikus putih yang lebih menarik untuk diceritakan, dan ini bukan dongeng, hehe.

Sebut saja Siti Maimunah (Siti), cewek cantik berkerudung ini mampu mengendalikan tikut putih atau yang dikenal dengan mencit dan menjadikannya peluang usaha yang menggiurkan. Mencit itu biasa digunakan sebagai bahan percobaan yang lebih mendekati dengan kondisi manusia. Siti sendiri tidak pernah menyangka kalau usahanya mengembangbiakan tikus.
Siti dan Team Miceculus
Masalah menjadi Peluang
Untuk sebagian besar orang, tikus jadi hal yang paling ingin dijauhi, ya setelah mantan pastinya, #KemudianCurhat. Tapi tidak dengan Siti, dia melihat ini sebagai peluang. Awal kuliah, Siti sering melihat teman-temannya kesulitan mendapatkan tikus putih atau mencit untuk bahan penelitian laboratorium. Kalau pun ada belum tentu tikus putih itu murni alias sudah pernah digunakan sebagai tikus percobaan. Dari situlah dia tergerak untuk mengembangbiakkan sendiri tikus putih sehingga memudahkan para mahasiswa maupun dosen mendapatkan obyek penelitian.

Tapi tidak sembarangan, dia juga punya ilmu yang mumpuni untuk mengembangbiakan mencit, di belakang namanya ada titel S.Si.,M.Si, kalau di tingkat penyihir mereka selevel dengan Saruman, Penyihir Putih di Lord of the Ring. Siti sendiri Lulusan Pascasarjana Biologi, FMIPA, Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 2013. Akhirnya dengan niat membantu banyak orang, dia mendirikan Miceculus, "The best quality reseach and Internasional standart" 

Ilmu yang Siti dapat tidak instan, awalnya dia berlatih dengan 3 ekor mencit yang didapat dari Universitas Indonesia (UI), kemudian berkembang hingga 500-800 ekor per bulan, wow banget kan. Pengembangbiakan mencit menurut dia sangat mudah. Sepasang ekor mencit yang sudah kawin bisa melahirkan 14 ekor anak mencit dalam kurun waktu dua bulan, dan sebulan kemudian produksi kembali. Tapi prinsipnya Siti berusaha memberikan mencit dengan kualitas terbaik, benar-benar galur murni. Bukan yang bekas penelitian atau yang pernah diberi obat, walaupun di luar badan dan juga memiliki surat kode etik.

Miceculus sekarang memasok kebutuhan mahasiswa dan dosen di Universitas yang ada di kota medan, diantaranya: USU, UNIMED, UMN, UMSU, UISU, Tjut Nyak Dien, POLTEKES & GIZI dan ke ratusan mahasiswa yang tersebar di sejumlah universitas, seperti: Universitas Syiah Kuala di Aceh, dan perguruan tinggi di Riau.

Selain itu Siti yang juga Wirausaha Muda Pemula Berprestasi pada tahun 2014 ini membuka kesempatan untuk konsultasi penelitian tentang mencit dan terbuka untuk siapa saja yang mau belajar tentang mencit.

Mimpi ke depan
Mimpi Siti ke depan bisa masuk ke sekolah-sekolah di pedalaman yang belum memiliki laboratorium untuk praktek langsung pengenalan dan pengamatan anatomi tubuh mahkluk hidup dan punya laboratorium sendiri untuk membantu meringankan mahasiswa untuk sewa gedung dan mempermudah riset mereka dan juga Siti sebagai Delegasi ASEAN Young Entrepreneurs Assembly ingin mengembangkan pasar ke Negara-negara di ASEAN.

Nah yang menarik ni, ternyata penghasilan jualan mencit ini menggiurkan, sebulan rata-rata mereka dapat minimal Rp 16 juta-25 juta, Bikin ngiler kan ya? dan ini bukan dongeng.

Selain aktif mengembangkan mencit, Miceculus juga gampang ditemukan di jejaring sosial, karena banyak juga pembeli yang memesan secara online, yang penasaran dengan usaha yang dikerjakan Siti, bisa langsung ke www.Miceculus.com atau gabung di Wirausaha Muda Mandiri, karena Siti juga sebagai Finalis Wirausaha Muda Mandiri 2014, saatnya Yang Muda Yang Menginspirasi!

Miceculus
Alamat: Jl. Mesjid pasar 9 Tembung, Gg.Kapuk.kecamatan : Percut sei tuan, Kabupaten: Deli serdang, kode pos : 20371, Sumatera utara   siti_mai09@yahoo.com  085761441836  http://www.miceculus.com