Tampilkan postingan dengan label Muhammad Fathun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Fathun. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Juli 2016

Muhammad Fathun, Si Pembuat Mimpi


Fathun sebagai delegasi Indonesia di Kapal Pemuda Asean dan Jepang
Bicara sosok inspiratif anak muda di Aceh, salah satunya adalah Muhammad Fathun. Siapa yang tidak kenal dengannya, pemuda yang akrab dipanggil Fathun ini sangat aktif di dalam pengembangan potensi kepemudaan. Walaupun sebagai mahasiswa kedokteran yang terkenal dengan jadwal kuliah yang padat, tidak menyurutkan semangatnya untuk berbagi, selalu saja ada waktu yang diluangkan bagi siapa saja yang mau belajar dengannya.
Karena alasan itu pula, Fathun mengajakku dan beberapa teman lain membentuk organisasi The Leader, karena baginya tidak mungkin untuk membuat perubahan sendiri-sendiri. Muhammad Fathun menginisiasi Program Dreammaker. Ini adalah proyek pelatihan kepemudaan sebagai upaya peningkatan pendidikan minat, bakat dan kreativitas pemuda. Tujuannya sebagai jembatan mimpi-mimpi anak muda Aceh dan juga anak muda di Indonesia dalam bentuk pelatihan manajemen mimpi selama tiga hari.
Fathun dan Team The Leader Generasi Pertama
Menurut pemuda kelahiran Leung Ie, Aceh Besar, 22 Agustus 1989, Dreammaker menjadi media yang menjembatani dia untuk membantu anak-anak muda Aceh lainnya untuk mewujudkan mimpinya masing-masing, berkarya dan membawa perubahan positif bagi lingkungannya. Sudah 6.000 lebih pemuda baik dari Aceh maupun beberapa daerah di Indonesia yang terhubung dengan program ini.
Selain aktif di The Leader, Fathun juga aktif sebagai Volunteer di Bina Antar Budaya Chapter Aceh sebagai Sending Coordinator sejak tahun 2009, Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) dan aktif juga di Agam Inong Duta Wisata Banda Aceh, bagi Fathun, mengikuti program tidak hanya terputus ketika program itu selesai, tetapi bagaimana cara ilmu yang didapat selama program bisa diaplikasikan dan dibagikan sebanyak-banyaknya untuk orang lain yang membutuhkan, menurut dia, yang dibutuhkan oleh dunia dan Aceh khususnya untuk menyelesaikan segala masalah, dengan mengoptimalkan peran pemudanya. Agar memiliki kapasitas dan ketulusan hati untuk mengabdi kepada daerahnya.
Prinsip hidup Direktur The Leader ini, Give More Achieve More. Menurut Fathun dengan makin banyak memberi akan mendapat lebih banyak lagi, hal ini terbukti dia terpilih sebagai wakil Aceh di Program Pertukaran Pemuda Antar Negara di Kapal Pemuda Asean-Jepang, Duta Mahasiswa genre BKKBN, Duta Wisata Aceh 2012, dan terpilih dalam program Jalan Pemimpin. Selain secara  pribadi, Fathun juga berhasil membawa The Leader mendapat penghargaan sebagai MDGs Award Winner 2013 di Bidang pendidikan, dan juara 2 organisasi kepemudaan Indonesia terbaik 2015 di Kementrian Pemuda dan Olahraga.
Fathun dan anak-anak di Araselo, Sawang, Aceh Utara
Fathun dalam Sesi Roadshow Dreammaker Bener Meriah
Yang membuat aku salut dengan Fathun, dia selalu bersemangat ketika berbicara untuk kepentingan anak muda, bagi dia selama itu bisa membantu, akan dia usahakan, walaupun harus mengendarai mobil dari Banda Aceh hingga Langsa, walaupun harus tidur hanya beberapa jam, walaupun pulang pagi-pagi buta, walaupun tidak dibayar dan mengeluarkan duit pribadi sekalipun. Semangat  terus Fathun, Indonesia butuh banyak anak muda sepertimu. 

Yang penasaran dengan Fathun, boleh diadd Akun Facebooknya di sini
dan follow instagramnya di @Fathuun
 

Selasa, 23 September 2014

The Leader di Majalah Tempo


Alhamdulillah The Leader bisa muncul liputannya di Majalah Tempo English Edition. 

The Leader sendiri adalah sebuah perkumpulan pemuda yang ada di Banda Aceh dan terbentuk tanggal 27 Desember 2012. The Leader beranggotakan sepuluh pemuda dari berbagai latar belakang minat dan profesi yang berbeda mulai dari dokter, pengusaha, aktivis pariwisata, penyiar, hingga mahasiswa dan punya keinginan besar untuk ‘berbuat sesuatu’ sejak dari level komunitas hingga level global.

Ini jadi suatu penghargaan tersendiri buat kami, semoga bisa menjadi inspirasi dan motivasi untuk anak-anak muda yang lain untuk terus berkarya. Dan tugas kita masih banyak lagi setelah ini, harapannya ke depan, makin banyak yang bisa berkolaborasi untuk Indonesia makin maju.

Penasaran gimana penampakan The Leader? ini dia liputannya, yang mau hardcopynya, jangan lupa beli ya ;)

 
Dreammaker

Minggu, 01 Juni 2014

Leadership Training di HMTP Unsyiah Bareng The Leader

The Leader dapat kesempatan berbagi ilmu, cerita dan pengalaman di Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) Universitas Syiah Kuala.

Seperti biasa berbagi ilmu, pengalaman dan motivasi dengan teman-teman mahasiswa
Salah satu peserta mempresentasikan projectnya
Pembantu Dekan 3 Fakultas Teknik

Selasa, 18 Maret 2014

Oh gini ya Istana Negara

Alhamdulillah Team The Leader mendapat kesempatan menjadi salah satu Finalis Program MDGs Award 2013. Aku dan dr. Salwiyadi (Green Leader) mewakili team berangkat ke Jakarta. Jadi suatu kebanggaan bisa menjadi salah satu finalis dari 50 Program Unggulan MDG Awards, karena tahun 2013 ada kurang lebih 440 program dari seluruh Indonesia yang terdaftar.

Acara pembukaan dilaksanakan pada hari jumat pagi di Istana Negara, wah, jadi penasaran, Istana Negara seperti apa ya. Tapi sebelum berangkat ke istana, kami seluruh finalis diminta berkumpul di Gedung Sekretariatan Negara RI, di Jalan Teuku Umar No. 10, Jakarta Pusat, untuk registrasi dan mengambil semua kelengkapan acara IMA Youth Forum dan Malam Penghargaan.

Sampai di Gedung Sekretariat Negara agak-agak segan gimana gitu, banyak bapak-bapak yang didampingi pengawalnya, sepertinya pejabat-pejabat ni. Tak keliatan satu pun anak mudanya, awalnya kami curiga karena di dalam gedung tertulis Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), apa benar ini tempat yang dimaksud, ngecek beberapa kali, ternyata memang benar alamatnya, tapi kenapa isinya banyak bapak-bapak. Tak lupa juga ngecek bapak-bapak yang datang dan ternyata memang benar pejabat, tuh kan, haha. 

Tak lama kemudian baru bermunculan anak-anak muda lainnya dan para Pelita Nusantara, termasuk Husnul, si Pelita Nusantara dari Aceh di dalamnya.
dr. Salwiyadi registrasi acara di antara bapak-bapak pejabat :D
Masuk Istana Negara itu susah ternyata ya, udah kayak masuk ke Bandara, harus dicek pintu yang kayak pintu doraemon itu, ga cuma sekali, tapi dua kali, syukur juga buat yang ga banyak bawa barang, dan aku bukan orang yang beruntung itu, huff. Tapi enaknya di Istana Negara boleh pake sepatu, jadi ga ada acara nenteng-nenteng sepatu, yey! #Yakali

Ngantri masuk pintu pertama
Ngantri masuk pintu ke 2
Masuk ke dalam ruangan, ternyata biasa aja, karpetnya tebal dan bagus, dindingnya putih bersih dan ada hiasan dinding, foto Pak Presiden, Wakil Presiden dan Burung Garuda yang noleh ke arah Pak Presiden, aku bingung, apa ada yang salah dengan Pak Wakil?

Berita baik lagi, ga disangka ternyata Team The Leader mendapat kesempatan yang langka, terpilih menjadi salah satu dari 10 orang yang mendapat pita biru dan bisa ngobrol langsung dengan Pak Wakil Presiden, bahagia sekali kami bisa mendiskusikan program-program The Leader dengan Pak Budiono. Yang mewakili The Leader kali ini dr. Salwiyadi, dan jadi kado terindah buat Yadi yang berulang tahun tanggal 14 ini, selamat ulang tahun ya dr. Yadi, bisa jadi ini permulaan umur yang lebih baik, amin! 
Alhamdulillah dapat kesempatan yang langka
Acara berlangsung hingga pukul 11.00, setelah audiensi dengan pak Wapres, kami bersilaturrahim dengan semua finalis dan para Pelita Nusantara, ternyata banyak inspirator yang mengharukan di dalam satu ruangan itu, ada juga Ibu Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, SPm, utusan khusus presiden untuk MDGs. Tapi dari semua yang paling kuingat, makanan di Istana Negara, semuanya enak-enak, #eh.
Aku bersama Ibu Nila Moeloek, Husnul (Pelita Nusantara Aceh) dan dr. Yadi
Acara ditutup dengan makan bareng dan melanjutkan silaturrahim semua peserta rombongan di Restauran Bumbu Desa dan Shalat Jumat. Agenda selanjutnya mengikuti Indonesia MDG Award Youth Forum (#IMAYouth) dan malam Penganugrahan Indonesia MDG Awards 2013 (#IMAAward) besok hari, tetep semangat ya...

Minggu, 23 Februari 2014

Serunya Roadshow Dreammaker Sigli

Setelah Aceh Selatan, Aceh Barat, Bener Meriah dan Kota Banda Aceh, kali ini roadshow Dreammaker ke Sigli, Kabupaten Pidie. Kabupaten Pidie berjarak kurang lebih 112 Km dari Banda Aceh atau kurang lebih 2 jam perjalanan dengan kendaraan, dengan ibukota Sigli

Setelah selesai Talkshow di Oz Radio Aceh, kami berangkat ke Sigli pukul 22.00. Team The Leader yang berangkat kali ini lumayan banyak, ada Fathun, dr. Salwiyadi, Syauqie, aku, dan Roma, ditambah lagi adekku, Agil, dan perjalanan diwarnai dengan cerita seru sepanjang jalan apalagi melewati jalan di Saree yang membuat sejarah berkesan, baca ceritanya di sini.

Acara Roadshow diadakan di STIKES Medika Nurul Islam, kami bekerjasama dengan mahasiswa-mahasiwa STIKES yang luar biasa. Mereka mempersiapkan semua sudah dari satu bulan yang lalu #Terharu.
Kata Sambutan dari Blue Leader, Romadhan
Presenter Acara Black Leader, Asy Syauqie
Sesi River of Life oleh Red Leader, Hijrah Saputra :D

Mendengar cerita mereka bener-bener bikin terkesima, dan ada juga yang bikin terharu sampai meneteskan air mata
Sesi Dream Revolution oleh White Leader, Muhammad Fathun
Silent Game
Sesi Dream Plan dengan Green Leader, dr.Salwiyadi

Roma dan Ketua BEM STIKES Nurul Islam
Semoga silaturrahim ini bisa terus terjaga dan membangun mimpi yang lebih baik untuk Aceh yang Luar Biasa, amin!

Minggu, 16 Februari 2014

Serunya Roadshow Dreammaker 2014 di Bener Meriah

Jadi pengalaman menarik tersendiri ketika mengadakan acara di tempat yang belum pernah kita kunjungi sama sekali, bisa jadi kondisi di tempat tersebut sesuai dengan ekspetasi kita, tapi bisa jadi tidak sesuai, ini membuat adrenalinku meningkat, ya walaupun aku ga terlalu ngerti adrenalin itu apa, biar terlihat keren, haha.

Kali ini aku bersama teman-teman The Leader, Fathun dan Parwis berangkat ke Kabupaten Bener Meriah, salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang berasal dari pemekaran Kabupaten Aceh Tengah. Kami ke Bener Meriah untuk membuat program Roadshow Dreammaker 2014. Dreammaker adalah program The Leader untuk berbagi ilmu dan pengalaman untuk anak-anak muda Aceh dalam mewujudkan mimpi. Dreammaker Camp-nya akan dilaksanakan Bulan Maret, nah berhubung tempat yang terbatas, tapi kami pingin lebih, makanya diadakan Roadshow ke beberapa kota dan kabupaten di Aceh, kami ingin anak-anak Aceh yang tidak bisa mengikuti camp, bisa juga merasakan suasana Dreammaker nantinya, sekaligus juga untuk menjaring anak-anak yang akan ikutan Dreammaker Bulan Maret mendatang. Informasi lengkap tentang Dreammaker bisa dibaca di sini.

Kabupaten Bener Meriah ini menjadi tujuan kami ke 3 setelah Aceh Selatan dan Aceh Barat minggu yang lalu. Seharusnya jadwalku dan Parwis mengisi di Aceh Selatan dan Aceh Barat, tapi karena satu dan lain hal, akhirnya berganti tugas dengan dr. Salwiyadi, Fathun dan Syauqie, mohon maaf buat adek-adek yang ada di Aceh Selatan dan Aceh Barat ya, lain kesempatan kita bertemu ya...

Nah masalah muncul ketika berangkat ke Bener Meriah, ternyata dari kami bertiga yang sudah pernah ke sana hanya Parwis dan dia ke sana dengan menggunakan kendaraan umum, L300. Dari Banda Aceh naik mobil, tidur, dan dibangunkan ketika sampai di tujuan. Alhasil kami bertiga tidak tau jalan menuju ke Ibukota Bener Meriah, sama sekali. Apalagi kami berangkat dari Banda Aceh pukul 21.30 malam hari, berarti sampai di sana sekitar jam 4 Pagi, dan ga kepikiran nanyain clue dari pihak lokal partner, sok deh, haha.

"Life is Adventure"

Itu tulisan yang sering kulihat di kaos seorang kakek, salah satu peserta Sail Morotai, dan itu juga yang jadi pedoman perjalanan kami kali ini.

Dengan pedoman yang luar biasa itu, alhasil membuat kami tersesat di Bener Meriah, haha #TertawaBangga. Sebenarnya kami sudah banyak bertanya dengan orang-orang yang ada di jalan, kemana arah kotanya Bener Meriah, tetapi setelah masuk ke simpang yang dituju, jalan yang mula-mula besar, makin lama kelamaan makin kecil dan mulai gelap, kami layaknya orang Indonesia yang suka membuat kesimpulan sendiri, menyimpulkan jalan yang kami lewati itu salah. Akhirnya kami memutuskan untuk tidur di dalam mobil di dekat mesjid di jalan raya Bireuen - Takengon sampai pagi menjelang. Tapi kesialan belum berakhir di situ, ternyata kunci sandaran kursiku rusak, alhasil aku harus tidur dengan sandaran kursi dengan derajad 90, dan itu tersiksa banget sist. (Lho, kok Sist?)

Adzan terdengar keras dari mesjid, kami pun shalat, walaupun kami dengar Bener Meriah itu dingin, tapi ternyata persiapan kami masih kurang, udara dingin di sana lebih dari perkiraan kami, jaket yang dibawa ga mempan, belum lagi ketika wudhu, airnya dingin menusuk euy!, brrrr.  Abis shalat, Parwis, Fathun tidur lagi, dan aku masih juga tidur dengan tegak, aihh...nasib.

Pagi menjelang, udara masih tetap dingin, mungkin ini juga yang bikin nama kabupatennya Bener Meriah, dinginnya bener-bener meriah euy! haha. Tapi menurut cerita Bener Meriah terkenal dengan pemandian air panasnya, hal ini menarik kami untuk mencoba, sekalian mandi pagi sebelum acara dimulai.

Ternyata nyari pemandian air panas di Bener Meriah tidak susah, karena pemandiannya berada tidak jauh dari jalan besarnya. Sebenarnya air panas ada banyak di pinggir-pinggir jalan karena ternyata Bener Meriah memiliki gunung berapi yang masih aktif, Gunung Burni Telong. Eh, ternyata pemandiannya ada levelnya loh, pemandian yang lokasinya di atas, tempatnya tinggi, airnya sangat Panas, di bagian tengah, airnya panas sedang, di bawah hangat, tapi semuanya bisa kita nikmati hanya dengan membayar Rp.3.000 saja, murah ya. Kami memutuskan untuk mencoba air yang level terendah, di daerah Lampahan. Karena udara yang dingin, air yang hangat bener-bener kombinasi yang ideal, membuat kami berlama-lama di pemandian, sampai ga terasa, kami sadar kalau kami belum menemukan Ibukota Bener Meriah, lokasi acara. #MulaiPanik

Beres mandi di air panas Lampahan membuat badan seger lagi, capek-capek jadi hilang. Kami melanjutkan lagi mencari Ibukota Bener Meriah yang ternyata memang melalui jalan yang kami lalui tadi malam, memang melewati beberapa rumah, terus hutan, rumah lagi, hutan lagi, rumah lagi baru ketemu kotanya, pemandangan menakjubkan setelahnya. Ibukota Bener Meriah adalah Redelong, berada di tengah-tengah lembah dimana-mana kita bisa melihat bukit dengan berbagai layer warna, luar biasa! Kota ini masih dalam pembangunan, karena berdiri kurang lebih baru 10 tahun, perkampungan yang tumbuhnya sporadis sudah mulai ditata secara rapi dan apik, belum lagi bunga-bunga warna-warni di mana-mana daan... yang paling bikin deg-degan, hampir setiap jengkal lahan di Bener Meriah, kebun kopi Arabika!, sepertinya menarik punya rumah di sini, hehe.

Setelah berkeliling Redelong kami langsung menuju lokasi acara. Acara Roadshow Dreammaker diadain di Kantor Bupati Bener Meriah. Kami tidak sendirian ada lokal partner yang mengurusi persiapan di sana, anak-anak muda Bener Meriah yang luar biasa, inilah mereka.
Ikatan Bujang Beru Gayo Bener Meriah, anak-anak muda Luar Biasa di Bener Meriah
Jumlah peserta membludak, lebih dari 200 orang! Pertama kami dengar jumlah 200 orang aja sudah bikin panik, bakal ngebayangin rusuhnya, apalagi anak-anak sekolah. Tapi tetep positif thinking, semua anak punya mimpi yang harus kita dengar. Kami berharap 200 anak yang berasal dari SMP dan SMA di Bener Meriah ini bisa dihandle dengan baik, tapi ternyata kenyataan berkata lain, setelah 200 orang muncul, eh ternyata masih ada lagi yang lain bersusulan, muka si Fathun mulai bete, baru kali ini aku lihat anak muda yang biasa menghadapi masalah dengan tenang, bete, haha.
Ngelihat jumlah peserta yang membludak, bakal butuh extra energi ni
Tapi alhamdulillah, suasana bisa dikendalikan, ya walaupun ada beberapa anak yang tidak mau dipisahkan dengan temen-temennya, itu artinya target yang ingin kami jalankan tidak akan berjalan dengan baik, tapi ya namanya juga anak-anak, kami mengalah, cari strategi lain.
Semangat adek-adek ini dengan mimpi-mimpinya meluluhkan kami
Parwis dan Fathun berkolaborasi memberi penjelasan tentang River of Life
Mendengar mimpi-mimpi mereka dan potensi yang mereka miliki ini bikin semangat
Bersama para peserta Roadshow Dreammaker 2014 plus Parwis, Fathun dan Papa Piyoh, pengennya bareng semua peserta, tapi ngebayangin ngatur posisinya udah mumet, ga jadi deh :D
Alhamdulillah acara selesai dengan lancar, banyak juga adek-adek yang datang untuk konsultasi menceritakan mimpi mereka, dan siapa yang sangka mimpi-mimpi mereka dan potensi yang mereka punya luar biasa! Semoga ke depannya bisa jadi modal untuk membangun Bener Meriah dan Aceh ke arah yang lebih baik, amin.

Saatnya pulang, rasanya masih pengen berlama-lama di Bener Meriah, ada banyak potensi yang bisa kami jelajahi di sini, tapi apa daya, harus balik cepat karena besok harinya harus bertemu dengan adek-adek di Banda Aceh di program roadshow Dreammaker Banda Aceh.

Terimakasih yang banyak buat para peserta Roadshow Dreammaker Bener Meriah, semoga kita bisa menjaga silaturrahim ini dan terimakasih juga buat Local Partner Bener Meriah, Ikatan Bujang Beru Gayo Bener Meriah, kalian luar biasa!

Mau tau informasi kota-kota yang bakal dikunjungi The Leader? cek di www.the-leader.org , siapa tau kita bisa ketemuan di sana :)

Kamis, 26 Desember 2013

Happy First Anniversary The Leader

The Leader
Ga terasa udah setahun perjalanan bareng anak-anak muda super di Aceh, dengan nama The Leader. Ada banyak kegiatan, ada banyak pencapaian, kisah, pengalaman, inspirasi dan  apalagi ya, pokoknya banyaak...

Jadi inget pertama kali kumpul membahas Ide awal The Leader, di Keude Kupi (Warung Kopi). Berawal dari banyaknya ide-ide akhirnya yang belum terwujud dan melihat kondisi Aceh terutama di Banda Aceh dan sekitarnya, banyak pemuda dengan keluhan ini itu tanpa memberikan solusi. Akhirnya kami DEMI NANGGROE memutuskan untuk membuat komunitas dengan nama The Leader, untuk menjadi salah satu solusi dari sekian banyak keluhan, dan ide-ide pun bermunculan. Tapi berbagai tantangan muncul, bagaimana ide-ide tersebut bisa kami salurkan untuk teman-teman di organisasi atau wadah lainnya yang bersifat global dan tetap berprinsip community service dan volunteering, dan tantangan terbesar, kami harus menjadi contoh. 
The Leader juga bisa dibilang komunitas lintas minat dan profesi. Sebab anggotanya memiliki minat dan profesi yang berbeda mulai dari dokter, pengusaha, aktivis pariwisata hingga mahasiswa. Karena berbeda profesi dan minat, kami membuat konsep The Leader ala Power ranger, setiap leader punya warna dan kekuatan (passion) masing-masing. Siapa aja Leadernya bisa dibaca di sini.

The Leader sendiri fokus pada Youth Development atau Pengembangan Pemuda. Bentuknya macam-macam bisa berupa pengembangan bakat dan minat melalui program DreamMaker. Tujuannya untuk mensinergikan kegiatan-kegiatan Project Community teman-teman pemuda di Aceh. Sempat masuk di Media Berita Online paling kece di Aceh, berita selengkapnya baca di sini.
Yes, we are The Leader!
Masih Muda dan Ga Biasa

Ada banyak kegiatan yang dilakukan The Leader, mulai dari Leader Cafe, DreamMaker, Liburan Produktif, Kelas Kreatif, Leader Care Leader Share, Ngopi (Ngobrol Inspiratif), Sobat Buku dan masih banyak lagi. Dan biasanya setelah Leader Cafe ada banyak ide lain yang bermunculan, tapi semua "Butuh Proses", haha.


Leader Cafe, salah satu kegiatan untuk membagi ide dan membuat jadi nyata
Dreammaker 1, berbagi tips dan trik untuk mewujudkan mimpi
Youth Leadership, bareng anak-anak muda luar biasa di Kota Langsa
Sharing inspirasi dengan adek-adek di Meukek, Aceh Selatan
Roadshow Parlemen Muda Indonesia 2013
Mengajar kelas Kreatif di Araselo, Sawang, Aceh Utara
Buatku The Leader selain bisa berkumpul dan melihat perkembangan leader-leader yang lain, jadi ajang buat sharing ilmu dan berkomunikasi dengan anak-anak muda yang ada di Aceh, mulai dari Sabang sampai ke Aceh Timur, dan juga jadi media untukku mengekspresikan diri dengan desain-desain di setiap kegiatan.
Refreshing sambil belajar, kenapa ga?
Berbagi inspirasi dari orang-orang yang inspiratif dengan cara yang santai
Berbagi kreativitas dengan calon-calon pemimpin bangsa nantinya
Alhamdulillah dipercaya BKKBN Aceh untuk kegiatan PIK Seluruh Aceh, bisa berbagi ilmu dan inspirasi untuk anak-anak Muda Aceh lainnya.
dan... masih banyak lagi kegiatan lainnya.

Follow terus @TheSuperLeader untuk informasi kegiatan-kegiatan yang ada di The Leader, yang mau gabung boleh.... atau kunjungi websitenya di www.the-leader.org untuk melihat kegiatan-kegiatan apa aja yang kamu bisa gabung.
Happy Anniversary The Leader, proud to be part of..