Kamis, 13 Oktober 2016

Tabungan Emas Berbuah Emas

Alhamdulillah berkat doa dan dukungan teman-teman, tulisanku tentang Pegadaian Emas dapat juara 2, itu artinya dapat emas lagi dari Pegadaian, yey! 

Yang penasaran dengan tulisannya, bisa baca di sini.

Selain mendapatkan hadiah emas batangan keluaran Antam, semua pemenang tulisannya akan dijadikan buku oleh Pegadaian, double yey! luar biasa ya, ngga sabar nunggu jadi bukunya.
Bersama Pak Mulia Manaf, Kepala Pegadaian Cabang Banda Aceh, wajahnya ga rela, tapi ga papa, saya ikhlas nerima ^ _ ^
Bersama para pemenang lainnya dari Aceh
Alhamdulillah, ternyata selain aman menabung emas, malah dapat hadiah emas pula, lumayan buat nabung mayam nikah #Eh. Buat temen-temen, ga usah ragu-ragu lagi buat pakai jasa-jasa Pegadaian, karena selain Tabungan Emas masih banyak lagi produk Pegadaian yang menarik lainnya loh! langsung aja datang ke Pegadaian terdekat di kota kamu!

Belajar dari Kesalahan



Salah, wajar-wajar saja, karena kita adalah manusia, sumber dari berbagai masalah, tapi sebaiknya kita belajar dari proses yang kita jalani, dan bisa juga menjadi pembelajaran untuk kita bersama. Saya diwawancarai oleh Mahasiswa Jurusan Ilmu Manajemen Bisnis ITB untuk tugas mata kuliahnya, dan inilah hasilnya.
Hijrah Saputra, Papa Piyoh
Don’t trust people easily - Hijrah Saputra

By : Nabila Luthfia

I interview someone that actually my mentor in my last forum in Aceh. Because Bandung and Banda Aceh get too far so I decided to interview him via line. In Aceh he is already being one of the famous founder and businessman. He get many interview and be a famous speaker in design business for now. Surprisely he wons in many national business contest with his product, Piyoh!

In 2009 he started again from Sabang,  there are so many problems and challenges when he try to built his business. The problems are its hard to get the supports. In Aceh its difficult to find a worker so the production process did by himself. In that time in Aceh its hard to find people who wants  keep  up  and  sharing  in  knowledge.  They  think  if  they  share  their  knowledge  the competitor will blow up and they scared they will lost their business opportunity. If you just a regular business man, people think you weren’t cool enough. And there are some people used ayat Al-Quran to make an cooperation but it was a trap. They sold the products but the money was gone. But those are challenging him to prove that dream could be comes true and his dream could inspiring people for the young generation to be more positive, specially in Aceh. He absolutely sure if a designer could make a money too cooperate with his dream. In that time in Aceh people hesitate about the designer can make money and be rich too. The most painful experience is he taugh design, and the concept for his store, he taugh the link for the production too. So they commitment to competed with the right and healthy way. But it went  wrong. He copycat the real concept of Piyoh and told to the constumer if his product already part of Piyoh. Sadly the constumer move from Piyoh to his product. We can learn the business world is cruel. The people you helped that you think is a good enough, actually can be the worst enemy. They will destroy you slowly, and not forever our good intention will bring us good impact. But we should has good intention in every situation. So he changes the strategy, innovation, make a new marketing trick, cooperate with travel company, cooperate with the government, make a community, join a competition, active in social media, etc. Finally after all his trial he got his succesfull and Piyoh be a most branding product from Aceh!.

Sabtu, 23 Juli 2016

Gampong Nusa, Desa Wisata Aneka Rupa

Ngomongin Gampong (Desa) Nusa, termasuk desa wisata yang cukup unik. Aku sering mendengar berita tentang desa ini sebelumnya dari banyak orang, desa yang mengelola sampah menjadi barang yang lebih produktif. Tapi siapa yang sangka, selain mengelola sampah, desa ini memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan lagi.
Salah satu pemandangan di Gampong Nusa
Beberapa waktu yang lalu aku mengikuti acara kumpul-kumpul para pelaku social enterprise di Aceh, yang akhirnya membawaku bertemu dengan Rubama, sosok yang selama ini aktif menggerakan perubahan di Gampong Nusa, Aceh Besar. Setelah ngobrol beberapa saat, aku diajak untuk main ke Gampong Nusa untuk sharing dengan para pemuda di sana.

Jujur saja, dari dulu ketika ditawarkan untuk datang ke Gampong Nusa, aku tertarik, tetapi bingung dengan lokasinya, alhasil tidak pernah kesampaian. Akhirnya aku beranikan diri mengajak Bang Arie Yamani, salah satu arsitek muda Aceh yang katanya sering datang ke sana dan membuat kegiatan di sana. Tidak hanya Bang Arie Yamani, ternyata banyak teman juga yang tertarik untuk datang ke Gampong Nusa, jadilah kami beramai-ramai datang ke sana. 

Untuk menuju Gampong Nusa ternyata tidak susah, kurang lebih 20 menit dari pusat kota Banda Aceh ke arah Lhok Nga, lokasinya berada di sebelah kiri dengan ditandai Gapura besar dengan tulisan Gampong Nusa. Kami disambut sangat ramah oleh Rubama dan pemuda-pemuda yang ada di sana, yang ternyata juga ternyata orang-orang yang pernah menjadi peserta di sebuah acara yang pernah kuisi sebelumnya, maafkan aku yang tidak bisa mengingat satu-persatu :(.
Sesi diskusi dengan pemuda di Gampong Nusa
Pemuda-pemuda penggerak Gampong Nusa
Semangat anak-anak muda di sana luar biasa, mereka aktif untuk mengembangkan diri dan bertekad untuk membuat perubahan positif di lingkungan mereka dengan pariwisata. Ternyata ini berdampak positif, hal ini dibuktikan dengan banyaknya wisatawan yang datang ke sana untuk menikmati paket homestay di rumah-rumah warga.

Beberapa hari setelahnya, mereka kedatangan tamu dari Malaysia, tepatnya Universiti Malaysia Trengganu sekitar 30 orang mahasiswa.
Mak Biet in Action, Mak Biet adalah salah satu penggerak di Gampong Nusa yang bertugas sebagai pemandu Wisata
Warga mengajarkan wisatawan Malaysia membuat dompet dari kresek bekas
Belajar membuat dompet dari limbah plastik
Belajar membuat bunga dari pelepah pinang dan bahan alam lainnya
Kerajinan dari limbah alami
Selain mengolah sampah, ada lagi atraksi, seperti permainan tradisiona, seperti permainan yang akan dimainkan ini, permainan Hadang.

Team Nusa melawan Team Universiti Malaysia Trengganu
Tak jauh dari lokasi permainan, kita bisa melihat aliran sungai jernih yang dijadikan tempat bermain anak-anak. Kebetulan saat itu ada beberapa anak yang lagi berenang, tak kalah serunya mereka berlompat-lompatan dari pinggir sungai dengan mencari tempat-tempat yang tinggi untuk melompat, seru ya.
Anak-anak yang bermain riang di sungai
Siapa yang ngga tergoda lihat pemandangan seperti ini? ayo ke Gampong Nusa!
Selain banyak atraksi, ternyata Gampong Nusa banyak menyediakan kuliner lezat khas Aceh loh! penasaran apa aja kulinernya? tunggu postingan selanjutnya ya!

Senin, 18 Juli 2016

@100Tenda se-nusantara, Berkemah di alam terbuka yang Menggoda

Walaupun sudah lewat beberapa hari, kegiatan berkemah @100Tenda masih berkesan hingga sekarang. 100 Tenda adalah kegiatan berkemah di dataran tinggi Gayo yang diprakarsai oleh anak-anak muda kreatif Gayo.
Setiap peserta mendapat gelang dengan tulisan 100 Tenda
Ada kurang lebih 450 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang, Medan Jakarta, Bekasi, hingga Bandung juga ada, bahkan ada yang dari Malaysia dan Jerman. Menurut Bira Panyang ketua panitia, peserta tahun ini membludak.

Ada banyak kegiatan seru yang disajikan oleh team 100 Tenda, mulai dari konvoi di Takengon, mengunjungi situs bersejarah manusia purbakala di Mendale, mencoba makanan khas Gayo, mengenal kesenian khas Gayo, bermain permainan tradisional dan masih banyak lagi, yang semuanya digelar di pinggiran Danau Lut Tawar yang memang memiliki keindahan luar biasa, ditambah lagi udara yang sejuk.

Pemandangan Pantai Gadhink, Takengon
Suasana area 100 Tenda
100 Tenda jadi ajang kumpul dan silaturrahmi anak-anak muda kreatif Aceh
Ada banyak permainan seru yang menguji konsetrasi dan kekompakan
Ada juga permainan yang menguji nyali dan ketangkasan :D

Kunjungan dari teman-teman Jalan-jalan seru yang datang ke Takengon


Bersama Rahmy yang peserta Dreammaker Camp 2014 yang juga duta Ayo Ke Gayo
Kunjungan ke Mendale, situs manusia purbakala

Jadi kapan ikutan 100 Tenda bareng kami?