Tampilkan postingan dengan label Ikan Kayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan Kayu. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Desember 2013

Ka Leuh Pajoh Bu? (Sudah Makan Belum?)

Ka Leuh Pajoh Bu?

Jangan kaget kalau bertemu orang-orang di Aceh dan ditanyain pertanyaan seperti itu.
Ka Leuh Pajoh Bu? Atau sudah Makan Nasi? Adalah sapaan khas yang menunjukkan keramahan Masyarakat di Aceh dan merupakan salah satu cara Pemulia Jamee (Memuliakan Tamu) bagi Orang Aceh, dan Orang Aceh pencinta makanan, bisa dilihat dengan banyaknya jumlah tempat makan atau restaurant, mulai dari restoran yang ber AC hingga ke kaki lima, dan semua makanan yang ditawarkan menggugah selera.
Makanan Aceh merupakan perpaduan berbagai kebudayaan seperti Arab, India, Siam, Spanyol, Cina, hingga Belanda. Namun yang paling banyak mempengaruhi adalah Masakan Arab dan India yang menggunakan banyak bumbu dan rempah-rempah. 
Orang Aceh sangat menghargai makanan, sehingga makanan pun digarap dengan serius, tidak jarang pula ditemui orang yang makan hingga keringetan.
Belum sah rasanya ke Banda Aceh sebelum mencicipi makanan khas yang ada disana.
10 Makanan Lokal yang digemari di Aceh

1. Ayam Tangkap
Ayam yang digoreng dengan berbagai macam rempah dan bumbu, seperti Daun Temurui, Bawang Merah dan bawang putih, dan cabe hijau. Biasanya disajikan dengan bumbu kecap dan nasi yang hangat. Harga per paketnya Rp. 60.000/ekor, biasa untuk 4-5 orang. Bisa didapat di RM. Aceh Rayeuk, RM Cut Dek dan RM. Hasan


2. Mie Aceh
Mie yang dimasak dengan berbagai macam rempah yang menggugah selera makan, biasa ditawarkan dengan berbagai macam isi seperti, kepiting, Cumi-cumi, udang, atau Jamur. Harga perporsinya mulai Rp.12.000/piring. Bisa didapat di RM. Mie Razali, Yellow Cafe, REX, Coffee Bay dan masih banyak lagi.
Mie ACeh Kepiting, Foto by : Frans Dellian
3. Gule Plik U
Berbagai jenis sayuran segar yang dicampur dan dimasak dengan bumbu khusus, Plik U (Kelapa yang sudah difermentasi). Harga per piringnya Rp. 8.000, Bisa didapat di RM. Aceh Rayeuk, RM. Ujung Batee dan Rumah Makan Aceh lainnya.
Gulee Pliek U, Foto by : Frans Dellian
4. Gule Kambing
Daging kambing yang empuk dimasak dengan potongan nangka muda, memiliki rasa yang unik dan menggugah selera. Biasa disajikan dengan minuman timun serut (I Boh Timon). Air timun ini juga berfungsi sebagai penetralisir agar tidak terjadi darah tinggi. Harga mulai Rp.12.000/porsi. Bisa ditemukan di RM. Aceh Rayeuk, RM. Hasan, RM. Aceh Spesifik, RM. Nasi Kambing dan lain-lain.
Gulee Kameng (Gulai Kambing)

5. Daging Masak Putih (Sie Reboh Puteh)
Daging sapi yang direbus dengan santan dan bumbu lainnya ini, memiliki rasa yang unik, selain dagingnya yang empuk, rasa manis membuat makanan ini digemari anak-anak dan orang dewasa yang tidak menyukai masakan yang pedas dan asin, sekali mencobanya bisa bikin ketagihan. Bisa ditemukan di RM. Aceh Rayeuk dan rumah makan yang menjual masakan Aceh lainnya. Harga dimulai Rp.8.000/porsi.
Sie Reuboh Puteh, Foto by : Frans Dellian
6. Martabak Aceh (Telur)
Martabak ini terbuat dari tepung terigu yang ditutupi dengan telur yang sudah dicampur dengan berbagai jenis sayur yang telah dipotong kecil-kecil. Biasanya disajikan dengan acar bawang merah dan cabe rawit. Yang uniknya, alat masak yang digunakan berbentuk petak dan datar. Harga mulai Rp. 7.000/porsi. Bisa ditemukan di REX, Peunayong, Ulee Kareng, Helsinki, Dapu Kupi dan lain-lain.
Martabak Telur, foto by : st4bilo.com
7. Roti Cane
Tepung terigu yang sudah dibentuk bulat dimasak dengan menggunakan mentega, kemudian disajikan dengan berbagai macam rasa, seperti durian, kari ayam, kari kambing, cokelat ataupun hanya gula pasir. Harga mulai Rp. 8.000/porsi. Bisa ditemukan di Canai Mamak KL, Setui, Canai Mamak di Simpang BPKP, Canai Ayah di Ulee Kareng.

8. Ikan Kayu
Ikan kayu atau eungkot Keumamah, ini sudah terkenal sejak masa peperangan di Aceh. Ikan yang dikeringkan ini sangat nikmat bila dimasak dengan gulai aceh. Yang menariknya ikan ini bisa bertahan hingga bertahun-tahun, oleh karena itu juga makanan ini menjadi andalan Orang Aceh ketika perang, enak dimakan dan tahan lama. Harga mulai Rp. 20.000/kemasan. Bisa ditemukan di toko oleh-oleh Aceh.
Eungkot Keumamah (Ikan Kayu)

9. Sate Matang
Sate yang terkenal karena dagingnya yang empuk, karinya yang lezat dan bumbu kacangnya yang gurih. Kita bisa merasakan kelezatannya sate ini di REX, Peunayong dengan harga Rp. 20.000/porsi.
Sate Matang, Foto : atjehliterature.blogspot.com
10. Bubur Kanji Rumbi
Bubur yang terbuat dari beras pulen ditumbuk kasar yang direbus dengan campuran rempah-rempah seperti, ketumbar, lada, bawang merah, jahe, biji pala, dan adas manis. Biasa disajikan dengan ayam, udang atau telur setengah matang di atasnya. Bisa ditemukan di Bubur Jagung, Ulee Kareng mulai Rp. 8.000.
Bubur Kanji Rumbi, Foto by : Frans Dellian
Masih kurang? Ayo segera ke Banda Aceh, masih banyak makanan menggiurkan disini!
Feel the harmony, discover extraordinary!

Kamis, 19 Desember 2013

Lezat dan Bergizi Eungkot Keumamah (Ikan Kayu) Masakan Khas Aceh

Sebagai kesultanan yang sejak dulu terkenal dengan kemaritimannya dan wilayahnya yang dikelilingi laut, tidak mengherankan jika Aceh menjadikan hasil laut merupakan kuliner andalan dan juga ketersediaan rempah-rempah di daerah Aceh yang mewarnai cita rasanya yang asam, pedas serta gurih. Ada banyak juga masakan Aceh yang dipengaruhi oleh perpaduan India, Arab, Turki, Jepang dan masih banyak lagi bangsa yang masuk ke Aceh, membuat masakan di Aceh kaya rasa. Sebut saja salah satunya Eungkot Keumamah atau yang dikenal dengan sebutan Ikan Kayu.

Sejak dulu Eungkot Keumamah dikenal dengan sebutan Masakan Perang dan termasuk masakan favorit para pejuang-pejuang Aceh, dikarenakan masakan ini awet, tahan lama, tidak mudah basi tetapi bisa menambah nafsu makan.  Dan yang menjadi daya tariknya, masakan ini semakin dipanaskan akan semakin enak.

Disebut-sebut ikan kayu karena tekstur ikan ini keras seperti kayu, akibat dari proses perebusan dan pengasapan ataupun dijemur di terik matahari, hingga teksturnya menjadi sekeras kayu, dan berwarna coklat tua kehitaman. Hal ini dimaksudkan agar ikan lebih awet dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Setelah dijemur dan dipotong sepanjang pergelangan tangan, lalu dilanjuti dengan proses pelumuran tepung dan sedikit kapur yang berguna untuk mencegah penjamuran.

Bahan baku utama dalam pembuatan ikan kayu itu sendiri adalah Eungkot Suree atau juga yang dikenal dengan Ikan Tongkol yang sangat besar potensinya di Aceh karena lokasi geografis yang dikelilingi oleh lautan. Daging ikan tongkol tersebut selain sangat gurih, mudah diolah dan padat Gizi diolah menjadi berbagai menu makanan sehingga ikan ini menjadi pilihan yang tepat untuk menjadi menu makanan sehari-hari. Selain itu, ikan tongkol juga memiliki protein yang tinggi dan sangat cocok dikonsumsi untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan, jadi inget semasa kecil nenek sering memasak menu ini.

Kandungan gizi yang terdapat dalam 100gr Ikan Kayu.
  • Kalori : 111
  • Protein (gr) : 24
  • Lemak (gr) : 1
  • Kolesterol (mg) : 46
  • Zat Besi (gr) : 0.7
Selain lezat dan bergizi, ikan kayu juga memiliki khasiat yang cukup baik untuk kesehatan, yaitu merangsang pertumbuhan sel-sel darah merah dan menghambat proses penuaan. Jika dikonsumsi secara rutin, minimal tiga kali dalam seminggu sebagai menu utama, akan menghindarkan kita dari penyakit rheumatic, anemia, Ejakulasi Dini dan Kulit Kusam, jadi termasuk untuk orang yang ingin terlihat awet muda.

Harga ikan kayu yang masih mentah di Aceh relatif murah yakni berkisar Rp 7.000,- per kilogramnya, sehingga menjadikan makanan ini merakyat dan hampir di semua bagian pesisir Aceh.

Cara Membuat Eungkot Keumamah
Cara pengolahan masakan Aceh ini pun tidak begitu rumit asalkan semua bahan-bahan tersedia semua. Jika salah satu bahan yang tidak ada, bisa saja rasanya pun akan berbeda. Buat kamu yang mau mencoba membuat Eungkot Keumamah, ini dia resepnya.

Bahan-Bahan
  • 1 potong ikan kayu yang sudah direbus,lalu diiris tipis-tipis sesuai selera
  • 30 buah Asam Sunti (Belimbing Wuluh yang sudah diawetkan) giling kasar
  • 1 sdm cabe rawit giling
  • 1½ sdm cabe merah giling
  • 10 siung bawang merah
  • Kunyit bubuk  ½ sendok teh
  • 1 tangkai daun Teumurui (Daun Kari)
  • 1 cangkir minyak kelapa
Cara membuat:
Campur semua bahan lalu tumis dengan satu cangkir minyak yang telah dipanaskan, masak hingga berubah warna kekuningan. kalau kamu suka pedas, bisa ditambahkan 3-5 buah cabe hijau pada saat menumis.  Tunggu beberapa menit hingga bumbu meresap, aduk-aduk merata, dan Eungkot Keumamah yang lezat pun siap dihidangkan! Lebih nikmat selagi hangat dan bila disajikan dengan nasi putih hangat, dijamin mangat that! (Enak Banget)
Eungkot Keumamah (Ikan Kayu)
Eungkot Keumamah enaknya dimakan dengan Bu Kulah (Nasi Bungkus)
Tertarik? Biarpun kamu sudah bisa membuat sendiri, jangan lewatkan kesempatan mencicipi makanan khas ini langsung di Aceh ya! Ada banyak lagi masakan lezat lainnya di Aceh. Ayo ke Aceh :)