Kamis, 20 Februari 2014

Dukung Program 9Th Project BeriBuku Yuk!

Masih inget dengan Program 1Man1Book4Aceh? Sekarang untuk menyambut 9th Project BeriBuku bekerjasama dengan Aceh Menyala mengadakan :

"1000 Buku untuk Perpustakaan Gampong Geudumbak & Rumah Pintar Rumoh Rayeuk, Langkahan, Aceh Utara”  

Ayo kita dukung semangat membaca adik-adik di Langkahan, Aceh Utara dengan menyalurkan 1000 buku bersama BeriBuku!
Caranya?

1000 Buku ini akan disalurkan untuk dua perpustakaan yang ada di Langkahan:
1. Perpustakaan Gampong Geudumbak
2. Rumah Pintar Rumoh Rayeuk
Berikan kontribusi kamu untuk mendukung projek ini dengan cara :
1.Menyumbangkan buku-buku edukatif dengan tema apa saja (kecuali buku pelajaran sekolah) untuk usia SD
 2.Mendonasikan uang untuk dibelikan buku dengan mentransfer ke:  

 
Bank Mandiri
No. Rek 103-000-458-22-07
A.n. Fauziah Rizki Yuniarti  

Bank BCA
No. Rek: 751-0440-603
A.n. Romi Puspa Wardani  

Bank BNI
No. Rek: 185497102
a.n. Romi Puspa Wardani  

Bank CIMB Niaga Syariah
No. Rek:5020121169114  
a.n. Risma Siti Yusniasari  

Bank Muamalat
No. Rek: 3020013555
a.n. Risma Siti Yusniasari  


Untuk yang sudah menyumbang bisa Konfirmasi drop buku dan donasi ke :
Risma : 081282365423  

Konfirmasi drop buku untuk wilayah Aceh dan sekitarnya :
Fandi : 085295987755

Buat kamu yang di Banda Aceh bisa drop buku kamu ke Mister Piyoh Ulee Kareng, sebelah Solong Kopi, nanti akan disalurkan ke teman-teman Pengajar Muda Indonesia Mengajar Aceh Utara.

Sumbangan dan donasi ditunggu sampai 27 Februari 2014  ya

Rabu, 19 Februari 2014

Gam Inong Blogger Tempat Kumpul Blogger Aceh yang Asyik

Ngomongin komunitas Blogger di Aceh yang paling asyik saat ini adalah Gam Inong Blogger. Bukan karena aku ikutan ngebentuk komunitas ini, bukan sama sekali, tapi lebih ke aktivitas yang ada di dalam group ini. Selalu aja ada tulisan yang menarik untuk dibaca dan dikomentari, ya walaupun terkadang yang ditulis lain dan dikomentari lain lagi, tapi penulisnya enjoy-enjoy aja, karena mungkin sudah sama-sama ngerti, haha #MinumSanger

Logo Gam Inong Blogger
Awal mulanya group ini terbentuk karena ada beberapa teman yang mengalami kekecewaan karena beberapa postingan di blognya dianggap spam, dan itu sudah berulang kali terjadi. Hampir saja anggapan spam ini mematikan semangat para blogger-blogger yang notebenenya berada di Aceh, sebut saja namaya Mawar dan Melati (bukan nama sebenarnya) untuk menulis, mati. Padahal inti dari semangat ngeblog itu adalah menulis dan berbagi, bukan untuk mencari duit apalagi membuat spam. Ya jujur saja untuk membuat segalanya lebih enak, buatku dan teman-teman mencari solusi untuk tetap semangat menulis dan berbagi cerita apa saja, termasuk mempositifkan Aceh, akhirnya kami membentuk Gam Inong Blogger atau yang dikenal dengan GIB.

Awal mulanya terbentuk hanya terdiri dari 6 orang yaitu :

1. Kak Fardelyn Hacky, yang juga menjadi NongMin, sebutan untuk admin perempuan. Jujur baru pertama kali juga berkenalan dengan beliau yang ternyata sudah terkenal di seluruh antero jagad penulis Aceh, sekarang beliau sedang menyelesaikan sekolahnya di Thailand, tipikal perempuan Aceh yang tangguh. Banyak inspirasi di blognya www.fardelynhacky.blogspot.com


2. Ada Liza Fatriatni, salah satu selebblogger di Aceh, sudah melalang buana kemana-mana berkat blognya. Aku mengenalnya melalui blog, tapi siapa yang sangka, dokter muda ini ternyata adek kelasku di SMA Modal Bangsa. Dia selalu bersemangat membagikan aura positif ngeblog untuk siapa saja. Dibalik kesederhanaannya, dia termasuk dalam deretan blogger TOP Indonesia, banyak orang atau perusahaan yang mau membayar lebih untuk masuk postingan blognya, luar biasa! 
Cek blognya di www.liza-fathia.com

3. Ihan Nurdin, biasa sering dikenal dengan Ihan Sunrise, sampai sekarang aku bingung kenapa namanya sunrise, mungkin biar banyak dicari orang, iya, tidak, bisa jadi. Aku kenal Ihan sebagai reporter salah satu media berita Online terbesar di Aceh, Atjehpost. Semangat dia mencari berita dan menuliskannya dengan WAH, membuat beberapa anak-anak muda jadi semangat menulis, salah satu inspirasi anak muda di Aceh. 
Penasaran? langsung ke blognya www.ihansunrise.blogspot.com

4. Citra Rahman, Traveler Blogger Aceh yang sudah menjelajah seluruh tempat di Aceh ini ga diragukan lagi, selain bisa bertahan hidup di alam bebas, kemampuan fotografi dan menulisnya sudah diakui secara nasional maupun ASEAN. Walaupun dia mengaku sebagai Traveler Cilet-Cilet (Traveler Ecek-ecek) tapi dia termasuk salah satu peserta Program Aku Cinta Indonesia, My Selangor Story,dan Malaysia Tourism Hunt yang seleksinya ketat, seketat bajunya Julia Peres. Citra Rahman ini gencar sekali untuk mempositifkan Aceh dengan caranya. Baca semua petualangannya di www.hananan.com

5. Ari Murdiyanto, walaupun bukan aseli Aceh, anak muda berdarah dan bermuka jawa ini semangat sekali untuk mempromosikan Aceh kemana saja. Tulisan-tulisannya di blog selalu membuat pembacanya ingin datang dan merasakan langsung pengalamannya. Aku mengenal Ari dari salah satu lomba Piyoh dan melihat potensi yang dia miliki sangat luar biasa, beberapa kali menang kompetisi blog seperti Aceh Blogger Competition, I Love Aceh, sampai National Geographic competition. Satu lagi kelebihan yang dia miliki dan tidak dimiliki anak-anak muda lainnya, dia bisa menghitung pajak dengan cepat, emeizing!
Baca semua tulisannya di www.buzzerbeezz.com

Satu lagi? ga usah ditanya... kalian bisa tulis pendapat kalian tentang satu orang lagi di comment ya :)

Seiring waktu group ini terus berkembang, mulai bermunculan blogger-blogger lainnya, mulai yang berdomisili di Sabang sampai yang berada di Bandung, Jakarta, bahkan ada yang berada di Belanda, Jerman sekitarnya, dan mereka semua hebat-hebat. Sebut saja Mus Rizal, Ferhat dan Ariel, Azhar Ilyas, Bang Arie Yamani, Rahmat, Zatin Abdullah, Aar Baini, Thoenis, Mira, Ismi Laila, Cut Isyana, Makmur Dimila, Kak Alaika Abdullah, Devin, Alvawan, Muhammad Haekal, Aslan, dan masih banyak lagi blogger hebat lainnya. Semangatnya satu, untuk menulis dan berbagi kisah, pengalaman, perjalanan dan inspirasi. 

Semoga group ini bisa terus menjadi media buat temen-temen silaturrahim, berkreasi, berprestasi dan menginspirasi ya.

Yang mau ikutan gabung, boleh langsung ke Facebook : Gam Inong Blogger
Syaratnya? kamu suka nulis dan mau belajar!

Selasa, 18 Februari 2014

Serunya Roadshow Dreammaker Banda Aceh

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Lain Bener Meriah, lain juga cerita Roadshow Dreammaker di Banda Aceh. Kalau di Bener Meriah pesertanya anak-anak SMP dan SMA, di Banda Aceh kebanyakan anak-anak kuliahan.

Bedanya? kalau di Banda Aceh lokal partnernya langsung dipegang oleh temen-temen alumni Dreammaker Camp 1, ada Zulfajri Ery, Anggie Sora, Winda Ulfa, Edly Fahrozy, laely, Syarifah Munira dan masih banyak lagi. Ada banyak sponsor yang ikutan membantu program roadshownya, Terus kalau di Bener Meriah diisi oleh Leader cowok, di Banda Aceh semua materi diisi oleh Leader cewek, kita lihat gimana serunya Roadshow Dreammaker 2014 di Banda Aceh ya.
Zulfajri Ery (Zul) owner Pizza Mini Banda dan Ketua Pelaksana Roadshow, dia juga Alumni Dreammaker 1
Syarifah Munira (Ira) jadi MC acara
Peserta Roadshow Dreammaker 2014 Banda Aceh
Sesi Sharing Group
Sesi River of Life bareng Tiara Fatimah (Tere)
Sesi Dream Plan bareng Rizka Nadya (Nadya)
Sesi Dream Revolution bareng Mifta Sugesty (Mita)
Peserta yang memberikan testimonial apa yang telah dia pelajari dan ilmu yang didapat
Team Roadshow Dreammaker 2014 Banda Aceh, kalian luar biasa!
Jumlah pesertanya 75 orang tidak sebanyak peserta di Bener Meriah tapi tidak mengurangi keseruan yang ada. Yang menarik, peserta yang daftar di Roadshow Banda Aceh kebanyakan lulusan pesantren, MAN atau kuliah yang basisnya agama dan juga Bahasa Inggris, Wow! sempet terharu campur bangga denger cerita-cerita mereka. Selain seru, ada banyak potensi-potensi yang luar biasa dari para peserta, ini tinggal ikutan camp, bisa jadi The Next Big Thing-nya Aceh.

Roadshow selanjutnya tanggal 22 Februari di Pidie, ketemu di sana ya....

Senin, 17 Februari 2014

Taman Rumah Impian

Perjalanan ke Kota Takengon, Aceh Tengah, beberapa bulan lalu, mempertemukan aku dengan rumah yang sederhana ini. Udara yang sejuk dengan pemandangan belakang rumah pegunungan, di depan rumah, danau Lut Tawar. Rumahnya kecil tapi tamannya lumayan luas dipenuhi dengan tanaman kopi Arabika yang beranjak memerah.
Rumah bertaman kopi di Takengon

Jadi ngebayangin punya rumah seperti ini, kecil saja, di halamannya ada kursi santai untuk sekedar bersantai atau berkumpul dengan teman-teman, sekedar untuk menghabiskan waktu dengan membaca buku, ngopi dan berbagi cerita, sambil melihat buah-buah kopi yang berwarna-warni, kopinya yang diminum pun hasil dari taman sendiri, beuh....ga bakalan kemana-mana lagi deh, di rumah aja, haha.

Postingan ini buat ikutan Turnamen Foto Perjalanan ke 36 oleh Ari Murdiyanto. Yang mau ikutan, boleh buka linknya di sini

Minggu, 16 Februari 2014

Serunya Roadshow Dreammaker 2014 di Bener Meriah

Jadi pengalaman menarik tersendiri ketika mengadakan acara di tempat yang belum pernah kita kunjungi sama sekali, bisa jadi kondisi di tempat tersebut sesuai dengan ekspetasi kita, tapi bisa jadi tidak sesuai, ini membuat adrenalinku meningkat, ya walaupun aku ga terlalu ngerti adrenalin itu apa, biar terlihat keren, haha.

Kali ini aku bersama teman-teman The Leader, Fathun dan Parwis berangkat ke Kabupaten Bener Meriah, salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang berasal dari pemekaran Kabupaten Aceh Tengah. Kami ke Bener Meriah untuk membuat program Roadshow Dreammaker 2014. Dreammaker adalah program The Leader untuk berbagi ilmu dan pengalaman untuk anak-anak muda Aceh dalam mewujudkan mimpi. Dreammaker Camp-nya akan dilaksanakan Bulan Maret, nah berhubung tempat yang terbatas, tapi kami pingin lebih, makanya diadakan Roadshow ke beberapa kota dan kabupaten di Aceh, kami ingin anak-anak Aceh yang tidak bisa mengikuti camp, bisa juga merasakan suasana Dreammaker nantinya, sekaligus juga untuk menjaring anak-anak yang akan ikutan Dreammaker Bulan Maret mendatang. Informasi lengkap tentang Dreammaker bisa dibaca di sini.

Kabupaten Bener Meriah ini menjadi tujuan kami ke 3 setelah Aceh Selatan dan Aceh Barat minggu yang lalu. Seharusnya jadwalku dan Parwis mengisi di Aceh Selatan dan Aceh Barat, tapi karena satu dan lain hal, akhirnya berganti tugas dengan dr. Salwiyadi, Fathun dan Syauqie, mohon maaf buat adek-adek yang ada di Aceh Selatan dan Aceh Barat ya, lain kesempatan kita bertemu ya...

Nah masalah muncul ketika berangkat ke Bener Meriah, ternyata dari kami bertiga yang sudah pernah ke sana hanya Parwis dan dia ke sana dengan menggunakan kendaraan umum, L300. Dari Banda Aceh naik mobil, tidur, dan dibangunkan ketika sampai di tujuan. Alhasil kami bertiga tidak tau jalan menuju ke Ibukota Bener Meriah, sama sekali. Apalagi kami berangkat dari Banda Aceh pukul 21.30 malam hari, berarti sampai di sana sekitar jam 4 Pagi, dan ga kepikiran nanyain clue dari pihak lokal partner, sok deh, haha.

"Life is Adventure"

Itu tulisan yang sering kulihat di kaos seorang kakek, salah satu peserta Sail Morotai, dan itu juga yang jadi pedoman perjalanan kami kali ini.

Dengan pedoman yang luar biasa itu, alhasil membuat kami tersesat di Bener Meriah, haha #TertawaBangga. Sebenarnya kami sudah banyak bertanya dengan orang-orang yang ada di jalan, kemana arah kotanya Bener Meriah, tetapi setelah masuk ke simpang yang dituju, jalan yang mula-mula besar, makin lama kelamaan makin kecil dan mulai gelap, kami layaknya orang Indonesia yang suka membuat kesimpulan sendiri, menyimpulkan jalan yang kami lewati itu salah. Akhirnya kami memutuskan untuk tidur di dalam mobil di dekat mesjid di jalan raya Bireuen - Takengon sampai pagi menjelang. Tapi kesialan belum berakhir di situ, ternyata kunci sandaran kursiku rusak, alhasil aku harus tidur dengan sandaran kursi dengan derajad 90, dan itu tersiksa banget sist. (Lho, kok Sist?)

Adzan terdengar keras dari mesjid, kami pun shalat, walaupun kami dengar Bener Meriah itu dingin, tapi ternyata persiapan kami masih kurang, udara dingin di sana lebih dari perkiraan kami, jaket yang dibawa ga mempan, belum lagi ketika wudhu, airnya dingin menusuk euy!, brrrr.  Abis shalat, Parwis, Fathun tidur lagi, dan aku masih juga tidur dengan tegak, aihh...nasib.

Pagi menjelang, udara masih tetap dingin, mungkin ini juga yang bikin nama kabupatennya Bener Meriah, dinginnya bener-bener meriah euy! haha. Tapi menurut cerita Bener Meriah terkenal dengan pemandian air panasnya, hal ini menarik kami untuk mencoba, sekalian mandi pagi sebelum acara dimulai.

Ternyata nyari pemandian air panas di Bener Meriah tidak susah, karena pemandiannya berada tidak jauh dari jalan besarnya. Sebenarnya air panas ada banyak di pinggir-pinggir jalan karena ternyata Bener Meriah memiliki gunung berapi yang masih aktif, Gunung Burni Telong. Eh, ternyata pemandiannya ada levelnya loh, pemandian yang lokasinya di atas, tempatnya tinggi, airnya sangat Panas, di bagian tengah, airnya panas sedang, di bawah hangat, tapi semuanya bisa kita nikmati hanya dengan membayar Rp.3.000 saja, murah ya. Kami memutuskan untuk mencoba air yang level terendah, di daerah Lampahan. Karena udara yang dingin, air yang hangat bener-bener kombinasi yang ideal, membuat kami berlama-lama di pemandian, sampai ga terasa, kami sadar kalau kami belum menemukan Ibukota Bener Meriah, lokasi acara. #MulaiPanik

Beres mandi di air panas Lampahan membuat badan seger lagi, capek-capek jadi hilang. Kami melanjutkan lagi mencari Ibukota Bener Meriah yang ternyata memang melalui jalan yang kami lalui tadi malam, memang melewati beberapa rumah, terus hutan, rumah lagi, hutan lagi, rumah lagi baru ketemu kotanya, pemandangan menakjubkan setelahnya. Ibukota Bener Meriah adalah Redelong, berada di tengah-tengah lembah dimana-mana kita bisa melihat bukit dengan berbagai layer warna, luar biasa! Kota ini masih dalam pembangunan, karena berdiri kurang lebih baru 10 tahun, perkampungan yang tumbuhnya sporadis sudah mulai ditata secara rapi dan apik, belum lagi bunga-bunga warna-warni di mana-mana daan... yang paling bikin deg-degan, hampir setiap jengkal lahan di Bener Meriah, kebun kopi Arabika!, sepertinya menarik punya rumah di sini, hehe.

Setelah berkeliling Redelong kami langsung menuju lokasi acara. Acara Roadshow Dreammaker diadain di Kantor Bupati Bener Meriah. Kami tidak sendirian ada lokal partner yang mengurusi persiapan di sana, anak-anak muda Bener Meriah yang luar biasa, inilah mereka.
Ikatan Bujang Beru Gayo Bener Meriah, anak-anak muda Luar Biasa di Bener Meriah
Jumlah peserta membludak, lebih dari 200 orang! Pertama kami dengar jumlah 200 orang aja sudah bikin panik, bakal ngebayangin rusuhnya, apalagi anak-anak sekolah. Tapi tetep positif thinking, semua anak punya mimpi yang harus kita dengar. Kami berharap 200 anak yang berasal dari SMP dan SMA di Bener Meriah ini bisa dihandle dengan baik, tapi ternyata kenyataan berkata lain, setelah 200 orang muncul, eh ternyata masih ada lagi yang lain bersusulan, muka si Fathun mulai bete, baru kali ini aku lihat anak muda yang biasa menghadapi masalah dengan tenang, bete, haha.
Ngelihat jumlah peserta yang membludak, bakal butuh extra energi ni
Tapi alhamdulillah, suasana bisa dikendalikan, ya walaupun ada beberapa anak yang tidak mau dipisahkan dengan temen-temennya, itu artinya target yang ingin kami jalankan tidak akan berjalan dengan baik, tapi ya namanya juga anak-anak, kami mengalah, cari strategi lain.
Semangat adek-adek ini dengan mimpi-mimpinya meluluhkan kami
Parwis dan Fathun berkolaborasi memberi penjelasan tentang River of Life
Mendengar mimpi-mimpi mereka dan potensi yang mereka miliki ini bikin semangat
Bersama para peserta Roadshow Dreammaker 2014 plus Parwis, Fathun dan Papa Piyoh, pengennya bareng semua peserta, tapi ngebayangin ngatur posisinya udah mumet, ga jadi deh :D
Alhamdulillah acara selesai dengan lancar, banyak juga adek-adek yang datang untuk konsultasi menceritakan mimpi mereka, dan siapa yang sangka mimpi-mimpi mereka dan potensi yang mereka punya luar biasa! Semoga ke depannya bisa jadi modal untuk membangun Bener Meriah dan Aceh ke arah yang lebih baik, amin.

Saatnya pulang, rasanya masih pengen berlama-lama di Bener Meriah, ada banyak potensi yang bisa kami jelajahi di sini, tapi apa daya, harus balik cepat karena besok harinya harus bertemu dengan adek-adek di Banda Aceh di program roadshow Dreammaker Banda Aceh.

Terimakasih yang banyak buat para peserta Roadshow Dreammaker Bener Meriah, semoga kita bisa menjaga silaturrahim ini dan terimakasih juga buat Local Partner Bener Meriah, Ikatan Bujang Beru Gayo Bener Meriah, kalian luar biasa!

Mau tau informasi kota-kota yang bakal dikunjungi The Leader? cek di www.the-leader.org , siapa tau kita bisa ketemuan di sana :)