Tampilkan postingan dengan label Muslim Amiren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslim Amiren. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Januari 2014

Trip to Shanghai

Setelah puas jalan-jalan di Beijing, oke sebenernya belum puas, tapi udah harus buru-buru berpindah ke tempat lain. Mana pake adegan ilangnya si topi "Sehangat Pelukan Beruang" lagi, hik...hik..

Saatnya berpindah ke Shanghai, hanya 12 jam perjalanan menggunakan Kereta Api. Kereta apinya keren...ada tempat tidurnya. 1 Bilik isinya 4 orang, sangat nyaman untuk perjalanan jarak jauh. Tapi kali ini aku berpisah dengan rombongan, terdampar di bilik yang isinya orang China semua, alhasil bingung mau ngomong apa...krik..krik..krik, paling ya godain cewek yang tidur di tempat tidur di atasku, hyahahaha 
Kamar di Kereta Api Beijing ke Shanghai, jugijagijug
Kami berangkat dari Beijing pukul 9.15 malam, sampai di Shanghai cukup On time pukul 09.20. Kami langsung menuju penginapan. Kali ini penginapannya berada di pusat kota, tapi cukup jauh dari obyek-oyek wisata di Shanghai. Penginapannya cukup nyaman untuk ditinggali, banyak wisatawan dari berbagai macam negara ada disini.
Asyiknya di sini bisa kumpul berbagai tamu dari berbagai negara, jadi bisa sharing informasi
Ada Papan Pengumuman berbagai macam agenda acara yang ada di Shanghai
 
Shanghai ternyata cukup panas, karena berada di bagian pesisir, jadi kemana-mana cukup pake baju kaos sahahaja.
 
Setelah selesai meletakkan barang-barang, kami kedatangan tamu, salah seorang mahasiswa Aceh yang sedang menyelesaikan kuliahnya di Tong Jie University, Bang Zack namanya, yang nantinya menjadi guide full selama di Shanghai, yeey!! 
 
Tujuan pertama kami ke Yuyuan garden. Yuyuan Garden adalah taman klasik yang terkenal, terletak di Anren Jie, Shanghai. Taman tersebut selesai tahun 1577 oleh seorang petugas pemerintah dari Dinasti Ming (1368-1644) bernama Pan Yunduan. Yu dalam bahasa China berarti menyenangkan dan memuaskan, dan taman ini dibangun khusus bagi orangtua Pan, sebagai tempat bagi mereka untuk menikmati waktu tenang dan bahagia di usia tua mereka. Dalam 400 tahun keberadaannya, Yuyuan Garden telah mengalami banyak perubahan. Selama Dinasti Ming akhir, taman ini menjadi rusak parah, seiring dengan penurunan keluarga Pan. Pada 1760, beberapa pedagang kaya membeli Yuyuan Garden dan menghabiskan lebih dari 20 tahun rekonstruksi bangunan. Selama Perang Candu abad ke-19, Yuyuan Garden rusak berat. Taman Yuyuan yang kita lihat saat ini adalah hasil dari sebuah proyek restorasi lima tahun yang dimulai pada tahun 1956. Taman ini lalu terbuka untuk umum pada bulan September, 1961.


Ada banyak hal menarik di Yuyuan Garden, mulai dari pedagang yang menjual berbagai kerajinan sampai perhiasan mahal pun ada disini. 
 
Lelah berkeliling, kami beristirahat di salah satu Tea House di Yuyuan Garden. Memang China terkenal dengan tradisi minum tehnya dan berbagai jenis teh, jadi penasaran.

Teh Romeo dan Juliet
Ternyata ada banyak sekali jenis teh yang ada di China, mulai dari Teh Oolong, Green Tea, Jasmine Tea, Baby Jasmine, sampe ada teh yang namanya Romeo dan Juliet, sesuatu banget ya, dan menariknya lagi ada Tea Guide juga yang menyajikan dan menjelaskan jenis-jenis teh, bagaimana cara menyeduhnya dan khasiatnya, layaknya seorang barista. Untuk hal ini aku angkat 4 jempol.
Sangking santainya, akhirnya kami menghabiskan waktu di Tea House ini sampai malam, baru kembali ke penginapan.

bersambung....
next trip Zhou Jia Jiao (Venice of China)

Trip to Great Wall

Sehari sebelumnya puas keliling di kota Beijing, hari ini aku dan rombongan bergerak menuju salah satu ikon yang paliiiiiing terkenal di Beijing, The Great Wall.
Hanya dengan membayar 12 Yuan, kita bisa sampai ke Badaling Great Wall, carilah bus 875, 887 dan 819
Yang bisa dipelajari dari orang China, semangat jualannya mantap, biar cuma jualan air mineral, tapi nawarinnya kayak jualan emas
Setelah menempu perjalanan selama kurang lebih 2 jam, akhirnya kami tiba di Badaling (Pataling) Great Wall, karena disini termasuk potongan great wall yang terpanjang dan masih bagus.
Suasana di gerbang masuk/keluar Great Wall
The Great Wall termasuk dalam daftar Heritage World
Tembok Raksasa Cina atau Tembok Besar Cina merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat manusia. Tembok Raksasa Cina tidak panjang terus menerus, tapi merupakan kumpulan tembok-tembok pendek yang mengikuti bentuk pegunungan Cina utara. Pada tanggal 18 April 2009, setelah investigasi secara akurat oleh pemerintah Republik Rakyat Cina, diumumkan bahwa tembok raksasa yang dikonstruksikan pada masa periode Dinasti Ming dengan panjangnya adalah 8.851 km, wow!
 
Pada tahun 221 SM, Kaisar Qinshihuang mengeluarkan perintah, tembok-tembok yang telah dibangun oleh berbagai negara bagian disambung menjadi satu tembok besar, dan berfungsi sebagai kubu pertahanan untuk mempertahankan serangan pasukan kavaleri etnis nomadik di padang rumput Mongolia yang terletak di Cina Utara.

Pada masa itu Tekbom China memiliki panjang mencapai 5.000 kilometer lebih, dan pada masa pemerintaha dinasti Qin, tembok China kembali diperpanjang sampai mencapai 10.000 kilometer lebih. Dalam catatan sejarah pembangunan tembok china, telah menghabiskan waktu selama lebih dari 2000 tahun dengan berganti pengusa di berbagai zaman yang tidak pernah berhenti dalam membangun tembok tersebut hingga mencapai total panjangnya mencapai 50.000 kilometer. Ini merupakan ukuran panjang yang cukup untuk mengitari bumi satu kali lebih.
Sebelum mendaki kami mampir ke tempat pembuatan sertifikat Sudah Pernah Ke Great Wall, untuk harga umum sekitar 70 Yuan, sedangkan pelajar 50 Yuan, itu udah termasuk tiket masuk ke Great Wall, tetapi karena wajah kami yang unyu dan imyut akhirnya dapat juga 50 Yuan dengan syarat menunjukan KTP (mungkin penjaganya ga paham dikira KTP itu Kartu Tanda Pelajar kali ya). haha..tapi alhamdulillah hemat beeeib...
Tanda tangan disini..."teruntuk yang tercinta, kecup basah...Piyoh"
Wish card Kesultanan Piyoh :D
Ada banyak rupanya yang kemari, siapa sangka Jesus pun tahun 2000 ikut serta
Saatnya mendaki
Dari puncak tertinggi
E....etapi ternyata masih ada yang lebih tinggi sodara-sodara
Pendakianpun dimulai, ternyata menaiki great wall tidak semudah membalikan omelet di penggorengan. Ada banyak rintangan dan tantangan yang harus dihadapi. Jalannya mulai terjal dan berliku-liku apalagi ketika sampai di puncak tertinggi. Awalnya kesepakatan dengan rombongan akan sampai di puncak tertinggi, tapi apa daya beberapa teman menyerah sebelum waktunya. daaan...ternyata lagi, setelah sampai di puncak tertinggi, masih ada lagi yang lebih tinggi, beuh....kayaknya ga bakal selesai perjalanan ini, akhirnya kami memutuskan untuk pulang, dikarenakan bus yang terakhir akan berangkat pada pukul 5 sore, itu artinya kami punya waktu 1 jam lagi di Great Wall.
We did it ya Piyoh!
Nemui Topi Lucu, I Call it "Sehangat Pelukan Beruang"
Piyoh bentar di tempat pembuatan Sertifikat, berasa Hero :D
 Bersambung...

Jumat, 03 Januari 2014

Trip to Beijing

"Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina"
Begitulah dulu aku sering mendengar salah satu hadist Rasul, ya walaupun banyak yang mengatakan hadist itu lemah, kalimat itu sering menjadi motivasi bagiku untuk mengunjungi negeri panda itu. Alhamdulillah aku berkesempatan traveling ke Beijing. Kota Beijing ini merupakan kota terbesar kedua di Cina setelah Shanghai. Penghubung transportasi utamanya adalah dengan menggunakan jalur kereta api, jalan raya dan jalan tol di segala penjuru kota. Beijing juga merupakan titik utama untuk penerbangan internasional ke Cina. Beijing merupakan pusat politik, pendidikan, dan kebudayaan di Cina.
Keluar Imigrasi udah langsung ketemu salah satu ikon Beijing yang juga terkenal di China bahkan di dunia, Great Wall
keluar dari Bandara kami menuju penginapan Kings Joy Hotel, salah satu hotel yang banyak direkomendasikan oleh para backpacker, selain murah dan nyaman, lokasinya dekat dengan Tian an Men Kota Terlarang.
Dalam perjalanan menuju hotel kiri dan kanan udah terlihat bangunan-bangunan ala China, sepertinya bakal menarik ni besok. 
Penampakan Kings Joy Hotel dari depan
International Floor, banyak coret-coretan dari wisatawan yang datang, seru juga ya
Piyoh jadi ikutan melukiskan kata-kata mutiara disana :D
Kamarnya cukup nyaman buat istirahat, ada TV, AC dan Kamar mandi dilengkapi air hangat dan dingin
Ga sabaran paginya langsung berkeliaran di sekitaran hotel, ternyata ga sampe 5 menit jalan udah ketemu pusat perdagangannya, Qianmen Street, beuh....suasananya bener-bener kayak di China tempo dulu! mulai dari orangnya, arsitektur bangunannya sampe tulisan-tulisan di tokonya tulisan China semua! Baru lihat udah mata udah keriting. Untungnya trip kali ini aku ditemani oleh guide yang baik hati, walaupun asalnya dari Aceh, bahasa Mandarin beliau ga usah diragukan lagi, udah ngalir kayak teh dituang dari poci.
Oh ya, kalau mau jalan-jalan ke Beijing, kudu tau sedikit bahasa Mandarin, karena disana kebanyakan ga ada yang bisa bahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia, bisa sama-sama ngomong pake bahasa tarzan, hahaha.
Pas disana, lagi musim apa ya, dibilang panas tapi dingin, dibilang dingin ga terlalu dingin, yang sedang-sedang ajalah, bingung. Tapi yang pasti, matahari tak ada, langit berwarna kelabu, daan... enaknya pagi di Beijing cukup lama, mulai dari jam 4 pagi sampe 8 malam masih terang. Cuma saat itu banyak kapas yang bertebaran di seluruh kota, entah siapa yang jemur kasur, Eh?
Fusion dulu bareng Bang Muslim Amiren, Guide Gaul yang selalu semangat berbagi informasi apa aja tentang China
Bunga disusun sedemikian indah
Ga jauh dari Qianmen Street ada Tiananmen Square. Lapangan seluas 440 ribu meter persegi ini, di tengahnya terdapat Monumen Pahlawan Nasional. Monumen ini dibangun tahun 1952 dan katanya termasuk monumen terbesar dalam sejarah Cina. 
Monumen Pahlawan Nasional Di salah satu sisi monumen ini tertulis kata-kata: “Pahlawan Rakyat adalah Abadi.” Kata-kata ini ditulis sendiri oleh Mao Zedong, Presiden Republik Rakyat Cina yang pertama.
Ada layar TV besar sebesar gaban, dengan berbagai informasi potensi pariwisata di China
di bagian kiri kanan lapangan ditanami bunga warna warni yang dibentuk indah
Tiananmen
Tapi siapa sangka di lapangan ini juga terjadi peristiwa penting dalam sejarah modern Cina, yaitu pergerakan prodemokrasi berdarah di tahun 1989.
Wajib piyoh kesini kalau ke Beijing, di bagian depan ada terpampang foto Mao Zedong, Presiden Republik Rakyat Cina yang pertama
Rumah Makan Muslim
Capek berjalan kaki ria di sekitaran Tiananmen, saatnya menganjal perut. Walaupun di China banyak makanan enak dapat dipastikan hampir semua makanan disana haram untuk dimakan untuk umat muslim. Alhasil harus ngubek-ngubek kota untuk menemukan makanan Halal dan akhirnya kami menemukan satu rumah makan yang dinyatakan halal, ya tidak jauh juga dari penginapan. Ada satu hal yang memudahkan kita untuk menemukan rumah makan berlabel halal, coba carilah rumah makan dengan plang nama atau poster dengan nuansa hijau, tapi tidak semua juga yang bernuansa hijau halal lho. Ternyata di rumah makan yang kami kunjungi ada salah satu menu yang dicari-cari, roasting duck khas Beijing, beuh....lezatnya luar biasa, bumbunya merasuk ke tulang. Belum lagi sup telurnya yang super lezat, memang tidak diragukan lagi masakan-masakan di China. Ga sadar semua makanan masuk ke perut dalam sekejap mata, alhasil, abis dari rumah makan, kami kembali ke penginapan dan BOCI (Bobo Ciang), jauh-jauh ke Beijing, ritual BOCI di Sabang tetep ada ya....hahaha.

bersambung....

Minggu, 29 Desember 2013

Lhok Seudu, Galau pasti Berlalu

Tanggal 28 Desember 2013 yang lalu aku diajak ke salah satu obyek wisata yang sedang dan akan dikembangkan di Aceh Besar, Lhok Seudu namanya. Jujur saja aku belum pernah dengar sama sekali nama lokasi ini kecuali dari Bang Muslim Amiren, yang selalu ngomporin untuk datang ke sini, dan beliau juga yang menjadi koordinator untuk pengelolaan tempat wisata ini, ya berhubung aku orangnya mauan, jadilah pergi juga ke Lhok Seudu, haha.

Perjalanan kali ini aku diundang Bang Muslim Amiren, katanya beliau juga mengundang teman-teman yang ahli di bidangnya untuk membantu mengembangkan obyek wisata ini, mulai dari ASITA, PHRI, HPI Aceh dan ASPPI Aceh, berhubung aku ahlinya jalan-jalan, akhirnya memutuskan untuk bantuin jalan-jalan saja, haha. #DihamokMassa

Memakan waktu perjalanan kurang lebih 25 menit dari Kota Banda Aceh dengan menggunakan bus pariwisata ke arah Calang. Tempat yang pertama sekali kami tuju adalah kubah mesjid yang terlempar ketika terjadi Tsunami di Aceh, daerah ini termasuk yang parah diterjang tsunami, tetapi tidak yang menjadi korban karena masyarakat di Lhok Seudu ini menyelamatkan diri di bukit-bukit yang ada di sekitaran pantai.

Di pinggir pantai ada beberapa tempat dan orang yang sedang menjemur ikan, katanya memang tempat ini terkenal dengan ikan asinnya.

Nama Lhok Seudu sendiri tidak ada penjelasan yang pasti, tapi kata Kepala Dinas, Lhok Seudu ini berasal dari kata Lhok yang artinya Dalam, dan Seudu yang artinya Sendu, jadi kalau digabung? bingung? sama aku juga bingung, semua peserta kemudian hening.

Tapi kalau menurut pantauanku yang tak seberapa mana ini, Lhok Seudu ini berasal dari kata Lhok yang artinya Teluk dan Seudu yang berasal dari kata Teuduh/Teduh, karena orang Aceh Rayeuk kalau ngomong T berasa S, jadilah Seuduh. Jadi Lhok Seudu adalah Teluk yang Teduh, tolong dicatet ya, haha.


Lhok Seudu ini sendiri unik, karena memiliki 2 pantai dan 2 tanjung, ada juga sebuah laguna. Tapi berhubung saat itu hujan, aku cuma bisa mengunjungi 1 buah tanjung yang sekarang sudah dibangun sebuah rumah makan dan beberapa Jambo (Pondok).
Pantai pertama, ada banyak sekali perahu nelayan yang parkir dengan warna-warni yang ceria
Masyarakat di Lhok Seudu sendiri kebanyakan beraktivitas sebagai nelayan, di sekitar pantai bisa kita lihat banyak perahu dengan warna-warni yang ceria dan ada beberapa Palung (Kapal Besar dengan pondok di atasnya), jujur lagi, baru kali ini aku lihat Palung, unik!, mungkin nanti bisa nyobain juga ketika Palung beroperasi, sekarang masih diparkir karena beberapa hari hujan cukup deras. Kata pak camat, palung  dan perahu-perahu itu akan beroperasi lagi setelah musim hujan dan biasanya setelah hujan, ikan akan berlimpah, wah, baru tau juga ternyata ikan ga suka hujan-hujanan. 


Masyarakat yang lain juga banyak yang berprofesi sebagai petani/pekebun, kata Bang Muslim, Lhok Seudu ini terkenal dengan Durian dan Kopinya yang termasuk ke dalam Long Berry, musti dicobain ni.
Bukan biji kopi
Walaupun hujan, karena di Lhok Seudu yang akan dipromosiin nantinya adalah keindahan bawah lautnya, kami harus melihat langsung keindahannya, karena No Picture, Hoax. Enaknya di Lhok Seudu, walaupun hujan, kita ga perlu khawatir karena ada Boat yang beratap dan di bawahnya ada kaca, jadi kita bisa melihat langsung ke bawah laut tanpa harus berbasah-basahan, untuk Boat ini sendiri kita bisa sewa Rp.300.000/jam untuk kapasitas 12 orang. Jadi kalau mau murah, datanglah rame-rame ke sini.

Berhubung hujan, jadi foto-foto yang diambil tidak terlalu maksimal (alasan)
Dermaga untuk Boat Kaca, di Pantai ke dua
Ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat favorite para pemancing
dari boat kita bisa melihat gunung-gunung dengan degradasi warna yang weh!
laut di Lhok Seudu cukup dangkal, bisa jadi 1 meter-1,5 Meter, jadi kita bisa lihat dengan jelas terumbu karang yang ada di sana, sayang memang karena cuaca sedang mendung, kalau saja matahari bersinar cerah, bisa jadi lautnya bakal hijau turkis, terumbu karangnya akan berpendar dan ikannya akan bersinar, #MulaiLebay

Para peserta tour pun senang sekali melihat terumbu karang yang ada di Lhok Seudu, yang dari awalnya ada yang galau, jadi lupa, asyik dengan kameram jepret sana-sini dan berdecak kagum, termasuk Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Besar dan istri yang ikutan  bareng group kami.

Perjalanan di atas boat dan berfoto ria cukup menghabiskan banyak energi (Entahiya), akhirnya kami memutuskan untuk makan di rumah makan Ujung Glee, yang ada di Tanjung, pemandangan di sini sungguh indah.
Pondok-pondok di atas Tanjung
Makanan di rumah makan Ujung Glee ini enak banget! Mulai dari ikan bakarnya, bumbu kecapnya, sambal terasinya, bahkan ikan teri gorengnya, laziees! Mie instannya juga ga mau kalah, sepertinya penjualnya menggunakan bumbu rahasianya sendiri, bikin ketagihan. Aku bertemu dengan Pak May, yang juga membantu program pengembangan wisata di Lhok Seudu ini, beliau juga membuat produk dari olahan rumput laut. Beliau memberikan kepada peserta Nugget Rumput Laut dan rasanya enak, mirip dengan mpekmpek rasanya, dan kata beliau, nantinya di Lhok Seudu akan ada tempat untuk penanaman rumput laut lagi yang akan dijadikan produk unggulan masyarakat di sana, menarik.

Salah satu Produk yang akan dikembangkan, Nugget Rumput Laut, lemak nian...
Ikan bakarnya Ujung Glee ini Laziees!
Menarik kan? jadi buat kamu yang ada di Banda Aceh dan sekitarnya, atau yang sedang berwisata ke Banda Aceh, Lhok Seudu bisa jadi alternatif buat menghilangkan galau, :D

Oh iya, ada cerita menarik yang lupa untuk kuceritakan, di salah beberapa bukit yang ada di Lhok Seudu, dihuni oleh Manusia Bunian, si manusia-manusia kerdil yang ajaib, penasaran kan? tunggu cerita selanjutnya yaaa...

#AcehLuarBiasa

Informasi detail lebih lanjut bisa menghubungi Bang Muslim Amiren : 085277224606