Tampilkan postingan dengan label Beijing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beijing. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Januari 2014

Trip to Great Wall

Sehari sebelumnya puas keliling di kota Beijing, hari ini aku dan rombongan bergerak menuju salah satu ikon yang paliiiiiing terkenal di Beijing, The Great Wall.
Hanya dengan membayar 12 Yuan, kita bisa sampai ke Badaling Great Wall, carilah bus 875, 887 dan 819
Yang bisa dipelajari dari orang China, semangat jualannya mantap, biar cuma jualan air mineral, tapi nawarinnya kayak jualan emas
Setelah menempu perjalanan selama kurang lebih 2 jam, akhirnya kami tiba di Badaling (Pataling) Great Wall, karena disini termasuk potongan great wall yang terpanjang dan masih bagus.
Suasana di gerbang masuk/keluar Great Wall
The Great Wall termasuk dalam daftar Heritage World
Tembok Raksasa Cina atau Tembok Besar Cina merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat manusia. Tembok Raksasa Cina tidak panjang terus menerus, tapi merupakan kumpulan tembok-tembok pendek yang mengikuti bentuk pegunungan Cina utara. Pada tanggal 18 April 2009, setelah investigasi secara akurat oleh pemerintah Republik Rakyat Cina, diumumkan bahwa tembok raksasa yang dikonstruksikan pada masa periode Dinasti Ming dengan panjangnya adalah 8.851 km, wow!
 
Pada tahun 221 SM, Kaisar Qinshihuang mengeluarkan perintah, tembok-tembok yang telah dibangun oleh berbagai negara bagian disambung menjadi satu tembok besar, dan berfungsi sebagai kubu pertahanan untuk mempertahankan serangan pasukan kavaleri etnis nomadik di padang rumput Mongolia yang terletak di Cina Utara.

Pada masa itu Tekbom China memiliki panjang mencapai 5.000 kilometer lebih, dan pada masa pemerintaha dinasti Qin, tembok China kembali diperpanjang sampai mencapai 10.000 kilometer lebih. Dalam catatan sejarah pembangunan tembok china, telah menghabiskan waktu selama lebih dari 2000 tahun dengan berganti pengusa di berbagai zaman yang tidak pernah berhenti dalam membangun tembok tersebut hingga mencapai total panjangnya mencapai 50.000 kilometer. Ini merupakan ukuran panjang yang cukup untuk mengitari bumi satu kali lebih.
Sebelum mendaki kami mampir ke tempat pembuatan sertifikat Sudah Pernah Ke Great Wall, untuk harga umum sekitar 70 Yuan, sedangkan pelajar 50 Yuan, itu udah termasuk tiket masuk ke Great Wall, tetapi karena wajah kami yang unyu dan imyut akhirnya dapat juga 50 Yuan dengan syarat menunjukan KTP (mungkin penjaganya ga paham dikira KTP itu Kartu Tanda Pelajar kali ya). haha..tapi alhamdulillah hemat beeeib...
Tanda tangan disini..."teruntuk yang tercinta, kecup basah...Piyoh"
Wish card Kesultanan Piyoh :D
Ada banyak rupanya yang kemari, siapa sangka Jesus pun tahun 2000 ikut serta
Saatnya mendaki
Dari puncak tertinggi
E....etapi ternyata masih ada yang lebih tinggi sodara-sodara
Pendakianpun dimulai, ternyata menaiki great wall tidak semudah membalikan omelet di penggorengan. Ada banyak rintangan dan tantangan yang harus dihadapi. Jalannya mulai terjal dan berliku-liku apalagi ketika sampai di puncak tertinggi. Awalnya kesepakatan dengan rombongan akan sampai di puncak tertinggi, tapi apa daya beberapa teman menyerah sebelum waktunya. daaan...ternyata lagi, setelah sampai di puncak tertinggi, masih ada lagi yang lebih tinggi, beuh....kayaknya ga bakal selesai perjalanan ini, akhirnya kami memutuskan untuk pulang, dikarenakan bus yang terakhir akan berangkat pada pukul 5 sore, itu artinya kami punya waktu 1 jam lagi di Great Wall.
We did it ya Piyoh!
Nemui Topi Lucu, I Call it "Sehangat Pelukan Beruang"
Piyoh bentar di tempat pembuatan Sertifikat, berasa Hero :D
 Bersambung...

Jumat, 03 Januari 2014

Trip to Beijing

"Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina"
Begitulah dulu aku sering mendengar salah satu hadist Rasul, ya walaupun banyak yang mengatakan hadist itu lemah, kalimat itu sering menjadi motivasi bagiku untuk mengunjungi negeri panda itu. Alhamdulillah aku berkesempatan traveling ke Beijing. Kota Beijing ini merupakan kota terbesar kedua di Cina setelah Shanghai. Penghubung transportasi utamanya adalah dengan menggunakan jalur kereta api, jalan raya dan jalan tol di segala penjuru kota. Beijing juga merupakan titik utama untuk penerbangan internasional ke Cina. Beijing merupakan pusat politik, pendidikan, dan kebudayaan di Cina.
Keluar Imigrasi udah langsung ketemu salah satu ikon Beijing yang juga terkenal di China bahkan di dunia, Great Wall
keluar dari Bandara kami menuju penginapan Kings Joy Hotel, salah satu hotel yang banyak direkomendasikan oleh para backpacker, selain murah dan nyaman, lokasinya dekat dengan Tian an Men Kota Terlarang.
Dalam perjalanan menuju hotel kiri dan kanan udah terlihat bangunan-bangunan ala China, sepertinya bakal menarik ni besok. 
Penampakan Kings Joy Hotel dari depan
International Floor, banyak coret-coretan dari wisatawan yang datang, seru juga ya
Piyoh jadi ikutan melukiskan kata-kata mutiara disana :D
Kamarnya cukup nyaman buat istirahat, ada TV, AC dan Kamar mandi dilengkapi air hangat dan dingin
Ga sabaran paginya langsung berkeliaran di sekitaran hotel, ternyata ga sampe 5 menit jalan udah ketemu pusat perdagangannya, Qianmen Street, beuh....suasananya bener-bener kayak di China tempo dulu! mulai dari orangnya, arsitektur bangunannya sampe tulisan-tulisan di tokonya tulisan China semua! Baru lihat udah mata udah keriting. Untungnya trip kali ini aku ditemani oleh guide yang baik hati, walaupun asalnya dari Aceh, bahasa Mandarin beliau ga usah diragukan lagi, udah ngalir kayak teh dituang dari poci.
Oh ya, kalau mau jalan-jalan ke Beijing, kudu tau sedikit bahasa Mandarin, karena disana kebanyakan ga ada yang bisa bahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia, bisa sama-sama ngomong pake bahasa tarzan, hahaha.
Pas disana, lagi musim apa ya, dibilang panas tapi dingin, dibilang dingin ga terlalu dingin, yang sedang-sedang ajalah, bingung. Tapi yang pasti, matahari tak ada, langit berwarna kelabu, daan... enaknya pagi di Beijing cukup lama, mulai dari jam 4 pagi sampe 8 malam masih terang. Cuma saat itu banyak kapas yang bertebaran di seluruh kota, entah siapa yang jemur kasur, Eh?
Fusion dulu bareng Bang Muslim Amiren, Guide Gaul yang selalu semangat berbagi informasi apa aja tentang China
Bunga disusun sedemikian indah
Ga jauh dari Qianmen Street ada Tiananmen Square. Lapangan seluas 440 ribu meter persegi ini, di tengahnya terdapat Monumen Pahlawan Nasional. Monumen ini dibangun tahun 1952 dan katanya termasuk monumen terbesar dalam sejarah Cina. 
Monumen Pahlawan Nasional Di salah satu sisi monumen ini tertulis kata-kata: “Pahlawan Rakyat adalah Abadi.” Kata-kata ini ditulis sendiri oleh Mao Zedong, Presiden Republik Rakyat Cina yang pertama.
Ada layar TV besar sebesar gaban, dengan berbagai informasi potensi pariwisata di China
di bagian kiri kanan lapangan ditanami bunga warna warni yang dibentuk indah
Tiananmen
Tapi siapa sangka di lapangan ini juga terjadi peristiwa penting dalam sejarah modern Cina, yaitu pergerakan prodemokrasi berdarah di tahun 1989.
Wajib piyoh kesini kalau ke Beijing, di bagian depan ada terpampang foto Mao Zedong, Presiden Republik Rakyat Cina yang pertama
Rumah Makan Muslim
Capek berjalan kaki ria di sekitaran Tiananmen, saatnya menganjal perut. Walaupun di China banyak makanan enak dapat dipastikan hampir semua makanan disana haram untuk dimakan untuk umat muslim. Alhasil harus ngubek-ngubek kota untuk menemukan makanan Halal dan akhirnya kami menemukan satu rumah makan yang dinyatakan halal, ya tidak jauh juga dari penginapan. Ada satu hal yang memudahkan kita untuk menemukan rumah makan berlabel halal, coba carilah rumah makan dengan plang nama atau poster dengan nuansa hijau, tapi tidak semua juga yang bernuansa hijau halal lho. Ternyata di rumah makan yang kami kunjungi ada salah satu menu yang dicari-cari, roasting duck khas Beijing, beuh....lezatnya luar biasa, bumbunya merasuk ke tulang. Belum lagi sup telurnya yang super lezat, memang tidak diragukan lagi masakan-masakan di China. Ga sadar semua makanan masuk ke perut dalam sekejap mata, alhasil, abis dari rumah makan, kami kembali ke penginapan dan BOCI (Bobo Ciang), jauh-jauh ke Beijing, ritual BOCI di Sabang tetep ada ya....hahaha.

bersambung....